Kunjungan Universitas Djuanda ke Persatuan Anak Rantau Malaysia (PARI) dalam Pelantikan dan Peresmian Pengurus Cabang Kuala Lumpur
Kuala Lumpur, 6 Februari 2025 – Universitas Djuanda (UNIDA) melakukan kunjungan resmi ke Persatuan Anak Rantau Malaysia (PARI) untuk menyaksikan pelantikan dan peresmian pengurus PARI Cabang Kuala Lumpur. Acara yang dilaksanakan di Tingkat 20 Menara Arina Uniti, Jalan Raja Muda Abdul Aziz, 50300 Kuala Lumpur ini juga menjadi bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang mengusung tema "Peningkatan Kapasitas dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia: Indonesian Immigrant Workers in Multidisciplinary Capacity".
Universitas Djuanda adalah salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang berkomitmen dalam menyediakan pendidikan berkualitas serta berperan aktif dalam pengembangan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pelantikan ini merupakan tonggak penting bagi PARI, sebuah organisasi kemasyarakatan yang berdedikasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri, khususnya di Malaysia. Para pengurus cabang Kuala Lumpur yang baru dilantik akan memainkan peran vital dalam memperluas jaringan dan memfasilitasi kebutuhan sosial serta pengembangan potensi anggota di wilayah tersebut.
Acara peresmian PARI Cabang Kuala Lumpur ini diawali dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua Umum PARI, Bapak Azzam, yang turut didampingi oleh Prof. Tulus Suryanto, perwakilan dari ASEAN Academic Association (ASEANECA). Pemotongan tumpeng ini menandai simbolisnya dimulainya tugas baru pengurus cabang dalam memberikan kontribusi terhadap pengembangan organisasi dan para anggotanya di Malaysia.
Universitas Djuanda, yang turut serta dalam acara ini, berkomitmen untuk mendukung upaya PARI dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, terutama dalam hal pemberdayaan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Tema PkM internasional ini sangat relevan, mengingat tantangan yang dihadapi oleh pekerja migran Indonesia dalam meningkatkan keterampilan dan kapasitas mereka di negara rantau.
Menurut Rektor Universitas Djuanda, kegiatan PkM internasional yang dilakukan di Kuala Lumpur ini merupakan bentuk nyata pengabdian yang mengutamakan pemberdayaan SDM. "Sebagai lembaga pendidikan tinggi, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat internasional, terutama yang berada di luar negeri. Kegiatan seperti ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan dampak positif, khususnya bagi para pekerja migran Indonesia," ujarnya.
PARI sendiri memiliki peran penting dalam menyatukan masyarakat Indonesia di Malaysia. Dengan pengurus pusat yang berada di Pulau Pinang, PARI telah berhasil menjalin hubungan yang erat dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah Malaysia dan organisasi internasional, guna meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Dalam pelantikan ini, Bapak Zailani azam. Selain perkumpulan PARI yang berpusat di Pulau Pinang, terdapat cabang PARI di seluruh semenanjung Malaysia, antara lain: PARI Cabang Kuala Lumpur, PARI Cabang johor PARI Cabang Melaka, PARI Cabang Perak, PARI Cabang Trengganu dan PARI Cabang Kelantan, dengan total anggota aktif sebanyak 1.350 orang. Ketua Umum PARI dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar PARI Cabang Kuala Lumpur dapat menjalankan misi organisasi dengan penuh dedikasi.
Prof. Tulus Suryanto, yang hadir sebagai pimpinan ASEANECA, mengungkapkan dukungannya terhadap inisiatif ini.
"Sebagai bagian dari ASEANECA, kami sangat mendukung langkah PARI untuk memberdayakan pekerja migran Indonesia di Malaysia. Upaya seperti ini akan memberikan dampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup para pekerja migran serta memperkuat hubungan antar negara di kawasan ASEAN," ujarnya dalam sambutan.
Pemberdayaan sumber daya manusia, terutama di kalangan pekerja migran Indonesia, menjadi fokus utama dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. Selain memberikan pelatihan dan seminar yang relevan dengan kebutuhan pekerja migran, Universitas Djuanda juga akan melaksanakan berbagai program peningkatan keterampilan yang dapat membantu anggota PARI dalam meningkatkan kualitas hidup dan daya saing mereka di pasar global.
Selain itu, agenda penting dalam acara ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Djuanda dan PARI. MoU ini mencakup berbagai rencana kerja sama untuk kegiatan PkM ke depan, termasuk pembentukan Lembaga Advokasi Imigran Indonesia yang bertujuan memberikan perlindungan hukum dan advokasi kepada pekerja migran Indonesia di Malaysia. Lembaga ini diharapkan dapat menjadi wadah yang efektif untuk memberikan bantuan hukum serta mendukung hak-hak pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Dalam MoU ini juga disepakati program Literasi Peningkatan Kapasitas Soft Skill bagi masyarakat Indonesia di Malaysia. Program ini akan dirancang untuk memberikan pelatihan dalam berbagai bidang seperti komunikasi efektif, manajemen waktu, keterampilan kepemimpinan, dan pengembangan diri lainnya yang dapat membantu pekerja migran Indonesia untuk meningkatkan kompetensi mereka, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari di Malaysia.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, termasuk perwakilan dari seluruh perwakilan PARI dari setiap cabang, akademisi dari Pakistan, Filipina, Iran, serta sejumlah akademisi dan praktisi di bidang ketenagakerjaan internasional. Diskusi dan tukar pendapat yang terjadi dalam pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara Universitas Djuanda, PARI, dan berbagai pihak terkait untuk memberikan solusi terbaik bagi para pekerja migran Indonesia di Malaysia.
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan, Universitas Djuanda berencana untuk menjalin kerjasama lebih lanjut dengan PARI dalam bentuk program-program pemberdayaan yang lebih intensif, yang dapat memberi manfaat langsung bagi pekerja migran Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata dari komitmen Universitas Djuanda untuk selalu mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia di luar negeri.
Dengan terlaksananya acara ini, diharapkan dapat tercipta hubungan yang semakin erat antara Universitas Djuanda dan berbagai pihak di Malaysia, serta memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri. Pelantikan ini juga merupakan awal yang baik bagi pengembangan PARI Cabang Kuala Lumpur dalam melaksanakan berbagai program yang akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Indonesia di Malaysia.
Radif
Email: [email protected]