Kunjungan Universitas Djuanda ke Universiti Geomatika Malaysia untuk Implementasi MoU dan Seminar Internasional The 4th ICOSTELM 2025
Melaka, 7 Februari 2025 – Universitas Djuanda (Unida) Bogor, Indonesia, telah melakukan kunjungan resmi ke Universiti Geomatika Malaysia di Melaka pada tanggal 6-8 Februari 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya telah dijalin antara kedua universitas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat kerjasama akademik dan penelitian di tingkat internasional antara kedua lembaga pendidikan tersebut.
Kegiatan dimulai pada malam 6 Februari 2025 dengan acara Gala Dinner yang dihadiri oleh TYT Tun Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam, Yang di-Pertua Negeri Melaka yang ketujuh. Pada kesempatan yang sama, beliau membuka Seminar Internasional The 4th International Conference on Science, Technology, Engineering, and Management (ICOSTELM) 2025 yang dilaksanakan selama tiga hari. Universitas Djuanda turut berperan sebagai salah satu co-host dalam konferensi ini, yang juga menjadi anggota ASEANACA (ASEAN ACADEMIC ASSOCIATION).
Sebagai bagian dari konferensi ini, sejumlah akademisi dan praktisi dari berbagai negara hadir untuk memberikan presentasi tentang topik-topik terbaru dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, serta pengelolaan sumber daya. Universitas Djuanda berpartisipasi aktif dengan mengirimkan delegasi yang terdiri dari dosen-dosen berkompeten yang memberikan presentasi dalam berbagai sesi paralel yang diadakan pada tanggal 7 Februari 2025.
Beberapa presentasi dari Universitas Djuanda yang menarik perhatian peserta seminar antara lain disampaikan oleh Dr. Togar Natigor Siregar dengan judul "Usage Problematics 'Automatic Stay' in Indonesia Bankruptcy Law", yang mengupas tantangan hukum terkait penerapan konsep "automatic stay" dalam sistem hukum kepailitan di Indonesia.
Selain itu, Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si. memaparkan topik tentang "The Trade of Tropical Fruits in Boosting the Indonesia-Malaysia Bilateral Market", yang menyoroti potensi perdagangan buah tropis antara Indonesia dan Malaysia sebagai langkah untuk memperkuat pasar bilateral kedua negara. Sementara itu, Irma Purnamasari, S.Sos., M.Si. membahas tentang "Tata Kelola Pelayanan Perijinan Berusaha Berbasis Online Single Submission (OSS)", yang merupakan upaya pemerintah Indonesia dalam mempermudah proses perizinan usaha melalui platform digital.
Delegasi Universitas Djuanda juga turut memberikan kontribusi dalam bidang sosial dan budaya. Muhammad Izra Pratama menyampaikan pemikirannya mengenai "Identitas Budaya dan Sosial pada Makanan Khas Daerah: Tinjauan Terhadap Perilaku Konsumsi Masyarakat Muslim", yang mengeksplorasi hubungan antara budaya, sosial, dan konsumsi makanan dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia.
Imam Abdul Aziz, SEI, M.Si. memperkenalkan topik "Teori Konsumsi Islam dan Perilaku Donasi Online di Indonesia", yang membahas perilaku konsumsi dalam perspektif Islam dan bagaimana perilaku donasi online berkembang di Indonesia. Aditya Saputra, dalam presentasinya, membahas "Revitalizing Traditional Knowledge through Transformative Education: Indonesia's Strategy for Global Impact", yang menyoroti pentingnya pendidikan transformasi dalam melestarikan pengetahuan tradisional untuk dampak global yang lebih besar.
Tak kalah menarik, Dr. Ani Yumarni, SH., MH. menyampaikan pemikiran tentang "Ideal Arrangement of ‘Individual Nazhir’ for Strengthening and Empowering Waqf Manager (Study of Land Waqf Management Practices in Indonesia)", yang berfokus pada pengelolaan wakaf di Indonesia. Susi Maulidiah, ST., M.Kom. turut mengusung topik "Perancangan Aplikasi Berbasis Lokasi Dengan Elemen Gamifikasi Untuk Mendukung Promosi Desa Wisata", yang memperkenalkan aplikasi digital yang dirancang untuk mempromosikan desa wisata melalui elemen gamifikasi.
Faridah Handayasari, SP., MP. memaparkan "Chemical Characteristics of High Nutritional Value Crisp Production with The Addition of Catfish Paste and Tofu Pulp Flour", yang memperkenalkan inovasi dalam produksi makanan dengan nilai gizi tinggi. Selain itu, Cayla menyampaikan hasil penelitiannya mengenai "The Maritime Property Rights Certification in Indonesia and Its Implications for Sustainable Development", yang menggali pentingnya sertifikasi hak milik maritim di Indonesia untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Semua presentasi tersebut menunjukkan komitmen Universitas Djuanda untuk terus memperkuat kerjasama internasional dan memberikan kontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi global. Melalui kegiatan ini, Universitas Djuanda berharap dapat mempererat hubungan dengan Universiti Geomatika Malaysia, serta memperluas jaringan kolaborasi akademik di tingkat internasional.
Dengan berakhirnya seminar pada 8 Februari 2025, kedua universitas berharap dapat terus memperkuat kerjasama dan melanjutkan berbagai program bersama yang sudah berjalan, serta membuka peluang bagi pengembangan lebih lanjut dalam berbagai bidang ilmu dan riset.