[email protected] 0251-8240773
Berita

Langkah Global Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda dalam 6th ICOSTELM 2026 Kuala Lumpur, Malaysia

Kuala Lumpur, Malaysia – Kamis, 29 Januari 2026, Universitas Djuanda (UNIDA) menunjukkan kiprah akademik internasionalnya melalui partisipasi aktif dalam The 6th International Conference on Sustainability, Technology, Engineering, Law, and Management (6th ICOSTELM 2026) yang diselenggarakan di Grand Hall, Tabung Haji Tower & Universiti Geomatika Malaysia, Kuala Lumpur.

Konferensi internasional ini mengusung tema besar “Resilient Futures: Integrating Sustainability, Digital Innovation, and Governance for Global Development”, yang menekankan pentingnya integrasi inovasi digital, keberlanjutan, dan tata kelola dalam pembangunan global. Kegiatan ini diikuti akademisi dan peneliti dari berbagai negara dengan menghadirkan sembilan narasumber utama dari berbagai latar belakang keilmuan dan kebangsaan.

Salah satu pembicara utama dalam sesi konferensi adalah Associate Dr. Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Djuanda. Selain itu, 12 dosen Universitas Djuanda turut berpartisipasi sebagai pemakalah dalam sesi paralel. Salah satunya adalah Dr. Lina Herlina, S.Hum., M.Pd, perwakilan dari Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda sekaligus Kaprodi Magister Manajemen Pendidikan Islam.

Dalam presentasinya, Dr. Lina mengangkat tema inovasi digital dalam kepemimpinan pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Ia menyoroti pentingnya transformasi kepemimpinan sekolah berbasis digital yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap perubahan zaman.

“Kepemimpinan pendidikan di era digital tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, tetapi juga kemampuan manajerial yang humanis, beretika, dan berorientasi pada penguatan karakter. Ini sangat relevan dengan pengembangan manajemen pendidikan Islam yang menekankan keseimbangan antara inovasi dan nilai,” jelas Dr. Lina.

Dalam forum diskusi, Dr. Lina juga mengajukan pertanyaan kepada Prof. Dr. Ghassem Mohammad, M.A., Ph.D. dari Iran mengenai kearifan lokal (local wisdom) Iran dalam pengembangan sektor pariwisata serta relevansinya dengan manajemen pendidikan Islam. Diskusi tersebut menyoroti pentingnya integrasi nilai budaya, etika, dan identitas lokal dalam pengelolaan lembaga pendidikan agar tetap kontekstual di tengah arus globalisasi.

Selain Dr. Aal dan Prof. Ghassem Mohammad, konferensi ini juga menghadirkan para pembicara internasional lainnya, yaitu:

  1. Prof. Dr. Anwar M. Radiamoda (Filipina)
  2. Prof. Dr. Kartimi, M.Pd. (Indonesia)
  3. Prof. Dr. Cicih Ratnasih, S.E., M.M. (Indonesia)
  4. Associate Prof. Dr. Nurul Amirah Binti Isa (Malaysia)
  5. Associate Prof. Dr. Oviyan Patra, Ir., M.T., IPM (Indonesia)
  6. Muhammad Ilyas Bin Zulkefely (Malaysia)
  7. Meilia Risna, S.E., M.M., Ph.D. (Indonesia)

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIDA, Dr. Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keikutsertaan dosen UNIDA dalam forum ini merupakan bagian dari strategi peningkatan daya saing global.

“Konferensi internasional seperti ICOSTELM menjadi wadah penting bagi dosen untuk mempresentasikan riset, membangun jejaring global, dan memperkuat reputasi akademik institusi. Ini adalah langkah nyata menuju internasionalisasi perguruan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda, Prof. Dr. Hj. Endeh Suhartini, S.H., M.H., menilai partisipasi dosen Pascasarjana UNIDA dalam forum ini sebagai bentuk komitmen penguatan mutu akademik berbasis kolaborasi global.

“Kehadiran dosen Pascasarjana UNIDA dalam konferensi internasional menunjukkan kesiapan kita bersaing di level global, sekaligus memperkaya perspektif keilmuan yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran dan riset di lingkungan pascasarjana,” tuturnya.

Dr. Lina Herlina menambahkan bahwa konferensi ini sangat relevan dengan pengembangan keilmuan Magister Manajemen Pendidikan Islam.

“Isu keberlanjutan, tata kelola, dan inovasi digital yang dibahas dalam konferensi ini sangat berkaitan dengan tantangan pengelolaan lembaga pendidikan Islam masa kini. Pendidikan Islam perlu dikelola secara profesional, adaptif terhadap teknologi, namun tetap berakar pada nilai dan kearifan lokal,” pungkasnya.

Partisipasi aktif Universitas Djuanda dalam 6th ICOSTELM 2026 menegaskan komitmen institusi dalam memperkuat jejaring akademik internasional, mendorong publikasi ilmiah global, serta menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap dinamika pembangunan dunia.