Latih Keterampilan Manajemen Mahasiswa, FE UNIDA Selenggarakan Talkshow
Badan Eksekutif
Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan
Talkshow dalam rangka Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa 2022
dengan tema "Lebih Dekat Bersama Fakultas Ekonomi" di Aula Gedung C
UNIDA pada Kamis, 22 Desember 2022. Talkshow tersebut diisi oleh Business
Coaching sekaligus Alumni FE UNIDA, H. Yedi Jupriadi, Dosen Fakultas Hukum
(FH) UNIDA, H. Inayatullah A. Hasyim, LL.B., LL.M, dan Dosen FE UNIDA sekaligus
Alumni, Saepul Anwar, S.Ak., M.Ak serta diikuti oleh mahasiswa semester 1
program studi Manajemen dan Akuntansi FE UNIDA.
Business Coaching
sekaligus Alumni FE UNIDA, H. Yedi Jupriadi dalam paparan materinya menyatakan
bahwasanya mahasiswa terutama mahasiswa FE harus memiliki tujuan dan target
lalu tuliskan tujuan kenapa mengambil kuliah manajemen dan target apa saja yang
hendak dicapai seperti target waktu kelulusan bisa sampai 3 tahun setengah dan
target IPK berapa. Setelah tujuan dan target sudah dimiliki maka cari cara
untuk mencapainya seperti mengambil mata kuliah semester atas. Kuliah itu harus
menghasilkan keahlian, pada saat mencari ilmu harus sampai paham jangan sampai
tahu saja. Seperti mahasiswa Manajemen minimal harus bisa membuat SOP, peraturan kerja dan job
desk dan mahasiswa harus memiliki skill
sesuai jurusannya karena kalau hanya sekedar tahu saja maka akan kesulitan
di dunia kerja nanti. Mahasiswa akuntansi pun sama, harus tahu dan paham
mengenai akuntasi karena nanti di dunia kerja itu akan lebih mendetail pengaplikasiannya.
“Mahasiswa juga
harus pandai memanajemen waktu, karena waktu sangat penting untuk perkembangan
mahasiswa, harus pandai mengatur waktu jangan sampai waktu tidak teratur
seperti mengikuti organisasi sehingga lupa untuk waktu dalam belajar karena
semuanya harus seimbang dan dalam kuliah dangat diwajibkan untuk memanajamen
waktu. Mahasiswa juga harus menambah skill atau kemampuan lain seperti
mahasiswa harus belajar kepemimpinan, public speaking, komunikasi dan
keahlian lainnya yang sekiranya dapat meningkatkan dan membantu kehidupan kita
selanjutnya. Jika kita tidak menimba ilmu lainnya maka hidup kita akan monoton
dan diharapkan juga mahasiswa nantinya dapat membuka usaha atau bisnis bukan
hanya menjadi pekerja saja karena bisnis atau usaha lebih menjanjikan,” tutur H.
Yedi Jupriadi.
Selanjutnya Dosen
FH UNIDA, H. Inayatullah A. Hasyim, LL.B., LL.M dalam pemaparan materinya
menyampaikan pesan dari Imam Syafi I yang menyatakan bahwa ilmu itu tidak akan
mengalir kecuali dengan 6 sebab, yaitu kecerdasan karena setiap manusia itu
dilahirkan dengan kecerdasan, kedua yaitu fokus, ketiga sungguh-sungguh kalau
bisa saat ini sudah memiliki peta jalan apa saja yang ingin dicapai dan dituju,
keempat bekal yang di dalamnya termasuk bekal materi dan mahasiswa bisa dengan
beasiswa, kelima dosen atau guru yang membimbing tentu tidak cukup saat ini
hanya dengan google atau lainnya tetap harus ada pembimbing dan keenam
yaitu waktu yang lama. Pesan ini sangat sesuai sampai sekarang
padahal tantangan zamannya sudah berbeda. Untuk saat ini perkembangan zaman
sangat pesat bahkan untuk membaca buku saja sudah tersedia banyak di internet
yang dulu mesti beli terlebih dahulu sehingga diharapkan hal yang dipermudah
ini dapat membantu para mahasiswa dalam belajar.
“Tentu tantangan
yang harus dihadapi mahasiswa juga berbeda dan mahasiswa harus bisa melewati
dan menghadapi tantangan tersebut untuk masa depan yang baik. Buat peta jalan
dari sekarang sehingga bisa mempermudah menuju sukses tetapi diharapkan sukses
dengan keimanan,” ungkap H. Inayatullah A. Hasyim, LL.B., LL.M.
Pada kesempatan yang sama, Dosen FE UNIDA,
Saeful Anwar, S.Ak., M.Ak dalam paparan materinya menyatakan bahwa mahasiswa kuliah tidak untuk main-main harus serius dan diharapkan mendapatkan prestasi. Mahasiswa juga harus dapat meghargai diri sendiri karena sudah terpilih menjadi mahasiswa karena
banyak lulusan Sekolah Menengah Akhir yang tidak memiliki kesempatan belajar di perguruan
tinggi. Ada dua kubu mahasiswa pada saat ini, yaitu mahasiswa akademis dan
organisatoris, banyak kesulitan yang dihadapi oleh keduanya, padahal mahasiswa
bisa menjadi keduanya yakni bisa aktif di organisasi dan aktif di akademis karena banyak
hal yang hanya ada di organisasi, dalam arti tidak bisa didapatkan di kelas.
“Kita bisa berhasil di
organisasi dan dalam studi, tidak mustahil untuk berkuliah tetapi tetap aktif
berorganisasi dengan nilai studi yang baik. Agar dapat meraih keduanya tentu mahasiswa harus memiliki rencana 4 tahun ke depan dan memahami garis waktu. Niat dan
pemikiran juga sangat mempengaruhi dimana jika niat mengikuti organisasi dengan
tidak menganggu studi maka itu yang akan terjadi akan tetapi jika awalnya sudah
berpikiran jika organisasi akan mengganggu studi maka itu yang akan terjadi. Tentukan
passion kita, orang seperti apa kita
dan tentukan mau jadi apa kita. Apalagi
organisasi sangat relate dengan
mahasiswa manajemen karena mahasiswa manajemen pasti bertujuan untuk menjadi
manajer yang baik dan menjadi manajer yang baik tentu harus memiliki pengalaman
yang banyak dalam organisasi. Mahasiswa juga harus pandai mengatur dan mengelola waktu
dengan baik serta harus
tahu skala prioritas ketika dihadapkan dengan dua pilihan
yang penting maka bisa memilih dengan dua kriteria yaitu mendesak atau tidak
mendesak,” ungkap
Saeful Anwar, S.Ak., M.Ak.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan
tanya jawab antara narasumber dan para mahasiswa yang menjadi peserta dalam Talk
Show.