[email protected] 0251-8240773
Informasi

Logika, antara Tarski dan Godel

Oleh:

Drs. Gotfridus Goris Seran, M.Si

Dosen FISIPKOM Universitas Djuanda Bogor

  

MASYARAKAT dunia memperingati Hari Logika Sedunia setiap tanggal 14 Januari. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan International Council for Philosopy and Human Sciences (ICPHS) menetapkan tanggal 14 Januari (dimulai sejak 14 Januari 2019) sebagai World Logic Day. Penetapan tanggal 14 Januari bertepatan dengan momentum dua ilmuwan dan filsuf dunia yang berpengaruh dalam perkembangan logical reasoning.

Pertama: memperingati kelahiran Alfred Tarski, ilmuwan Amerika asal Polandia, yang lahir di Warsawa tanggal 14 Januari 1901 (dan meninggal 26 Oktober 1983). Tarski menekuni bidang matematika, filsafat logika, dan bahasa, serta menerbitkan sederet karya ilmiah yang menjadi referensi keilmuan hingga hari ini. Pemikiran paling berpengaruh dari Tarski adalah teori-model (model theory), pengertian-kebenaran (notion of truth), definisi-terhingga, dan logika analitik. Karyanya yang terkenal dan menjadikannya sebagai ahli logika terbesar abad ke-20 ditemukan dalam buku berjudul Introduction to Logic and to the Methodology of Deductive Sciences (1936, 1941).

Kedua: memperingati kematian Kurt Friedrich Gödel, ilmuwan Austria, yang (lahir tanggal 28 April 1906 dan) meninggal pada tanggal 14 Januari 1978. Gödel, ahli matematika, logika, dan filsafat, dipandang sebagai tokoh logika paling berpengaruh dalam pemikiran ilmiah dan filsafat abad ke-20. Pemikiran paling berpengaruh dari Gödel adalah teorema ketaklengkapan (incompleteness theorem) yang dijumpai dalam buku berjudul On Formally Undecidable Propositions of Principia Mathematica and Related Systems (1931). Kontribusi Gödel juga berhubungan dengan proof theory yang mengklarifikasikan hubungan antara logika klasik, logika intuisionistik, dan logika modal.

DALAM memperingati Hari Logika Sedunia, apa yang dapat ditarik dari pemikiran Tarski dan Gödel? Satu hal yang dapat diambil dari pemikiran Tarski dan Gödel setidaknya menegaskan kontribusi logika dalam memajukan ilmu pengetahuan. Logika memberi perhatian untuk membangun penalaran secara benar, sementara ilmu berusaha untuk menghasilkan pengetahuan melalui konstruksi konsep, proposisi dan teori secara benar. Dalam konteks ini, upaya yang dapat dilakukan adalah menggabungkan keduanya, yaitu menggunakan logika untuk mengkonstruksi konsep, proposisi dan teori. Tentang hal ini, dapat dibaca lebih lanjut dalam buku LOGIKA Konstruksi Konsep, Proposisi, dan Teori (Penerbit RajaGrafindo Persada, 2023).