LP3K UNIDA Jadi Co-Host 5th ICLET 2025, Dorong Inovasi dalam Pendidikan Bahasa
Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) Universitas Djuanda (UNIDA) menjadi co-host bersama dalam konferensi internasional bertajuk "5th International Conference on Language, Education, and Teaching Research" (5th ICLET) yang diselenggarakan oleh Research Synergy Foundation (RSF).
Konferensi internasional yang mengangkat tema "Innovative Approaches in Language Education: Evolving Pedagogy and Technology for the Future" ini dilaksanakan pada Kamis, 2 Oktober 2025 secara Daring melalui Zoom Cloud Meetings.
Rektor UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, dalam welcoming speech-nya menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi ruang yang sangat baik untuk bertukar ide, berbagi hasil penelitian, serta mengeksplorasi berbagai pendekatan inovatif dalam pendidikan bahasa.
"Forum internasional ini merupakan wadah yang sangat berharga yang mempertemukan para akademisi, pendidik, dan praktisi dari berbagai penjuru dunia untuk bertukar ide, berbagi hasil riset, serta mengeksplorasi pendekatan inovatif dalam bidang bahasa dan pendidikan," ujarnya.
Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I juga menegaskan komitmen UNIDA dalam mendorong kolaborasi dan riset sebagai pilar utama membangun masa depan pendidikan yang lebih baik. Ia berharap konferensi ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik, tetapi juga menghasilkan kontribusi nyata dalam transformasi pendidikan global.
"Kami meyakini bahwa kolaborasi, riset, dan semangat dalam mencari ilmu adalah fondasi utama dalam membangun masa depan yang lebih baik, tidak hanya untuk institusi pendidikan, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UNIDA yang juga Kepala LP3K UNIDA, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd diundang menjadi salah satu keynote speakers. Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd menjelaskan materi mengenai "Inclusive Education Training System for Elementary School Teachers Based on Multi-Professional Teamwork".
Prof. Rasmitadila, M.Pd mengidentifikasi enam permasalahan mendasar dalam implementasi pendidikan inklusif di Indonesia hingga besarnya disparitas dalam implementasi pelatihan pendidikan inklusif. Beliau menawarkan pendekatan secara holistik dalam penyelenggaraan pelatihan pendidikan inklusif yang melibatkan kolaborasi berbagai ahli profesional dari bidang multidisiplin, seperti guru, akademisi, psikolog, dokter, peneliti, dan terapis.
"Sistem pelatihan ini menciptakan penguatan bersama (mutual reinforcement) dan berkolaborasi sebagai tim dalam mengimplementasikan program pengembangan profesional guru yang sistemik dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sekolah dasar inklusif," jelasnya.
“Sistem pelatihan yang diusulkan mencakup tiga aspek optimalisasi, yaitu berbasis kebutuhan nyata yang dihadapi guru, kolaborasi lintas profesional dengan kerja sama seluruh ahli multi-profesional sebagai tim, serta bersifat sistematis-holistik yang berjenjang, berkelanjutan, fleksibel, komprehensif dan konsisten,” tambahnya.
Selain menghadirkan Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd sebagai Keynote Speakers, kegiatan tersebut juga turut menghadirkan Keynote Speakers lain, diantaranya yaitu Prof. Jemma M. Gonzales (Associate Dean, Institute of General Education at National University Manilla, Philipines), dan Assoc. Prof. Sedigheh Shakib Kotamjani, Ph.D (Central Asian University, Uzbekistan).
Kegiatan konferensi ini berfungsi sebagai platform untuk membahas tren terbaru, tantangan umum, metodologi baru, dan inovasi dalam berbagai aspek pendidikan dan pengajaran, serta memberikan kesempatan untuk menjalin jaringan profesional secara global, serta mempertemukan para peneliti, akademisi, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk mendiskusikan perkembangan terkini dalam bidang pembelajaran bahasa, metodologi pengajaran, dan integrasi teknologi dalam pendidikan.