LPPM dan BPK UNIDA Kunjungi FH, Petakan Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Para Dosen
Lembaga
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Badan Pengembangan Keilmuan
(BPK) Universitas Djuanda (UNIDA) kunjungi Fakultas Hukum (FH) dalam rangkaian kegiatan “Roadshow Penawaran Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat Hibah Kemendikbudristek Tahun Anggaran 2023”, Senin (13/03/2023).
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni daring melalui platform
Zoom Cloud Meeting dan luring di
Ruang Rapat FH UNIDA.
Turut hadir diantaranya Wakil Rektor III UNIDA Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si
beserta jajaran, Kepala BPK UNIDA Dr. Rasmitadila, ST., M.Pd, Dekan FH UNIDA
Dr. Nurwati, S.H., M.H beserta para Wakil Dekan dan para dosen di lingkungan FH
UNIDA.
Dalam sambutannya, Dekan FH UNIDA Dr. Nurwati, S.H.,
M.H menuturkan, perlu adanya upaya untuk dapat meningkatkan jumlah penerimaan
proposal dari tahun sebelumnya. Maka kegiatan ini menjadi sangat penting sebagai
bagian dari upaya membangkitkan ghiroh
para dosen dalam meningkatkan kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada
masyarakat yang dilakukan. Dalam kesempatan ini, Dr. Nurwati, S.H., M.H juga memaparkan
terkait dengan Sinta Score Overall
para dosen FH.
“Untuk tahun ini mudah-mudahan banyak proposal diterima.
Saya optimis, LPPM dan BPK bisa meng-coaching para dosen untuk menyempurnakan artikel yang akan diajukan. Untuk
itu, mari kita simak penjelasan Kepala
BPK dan WR 3 yang
akan memaparkan kewajiban para dosen untuk
meng-update data di BIMA. Ini tentu akan
mempengaruhi hibah eligible yang bisa kita ikuti,” tutur Dr. Nurwati, S.H., M.H.
Wakil Rektor III UNIDA yang juga merupakan Ketua LPPM,
Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dalam arahannya menyampaikan, pada prosesnya
LPPM dan BPK akan berbagi tugas menggali bersama guna mencapai arrangement yang lebih luas terkait
dengan meningkatkan klasterisasi di masa mendatang.
Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si mengatakan, sesuai
dengan success indicators yang harus dimiliki,
diharapkan setiap dosen memiliki
bank proposal. Tahun ini, Rektor
Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D menginstruksikan agar
setidaknya setiap program studi memiliki 10 proposal. Sehingga perlu adanya time frame dan bagaimana memonitoring serta mengevaluasi
hal tersebut.
“Vision
without action is just hallucination. Juga yang tak kalah penting Collaboration and participation are a part of Goof University
Governance. Mari sama-sama
berkolaborasi, dan berpartisipasi. Mari
sama-sama membangkitkan UNIDA
kembali ke jajarannya dengan berbagai macam ghiroh
yang luar biasa dari mulai diri kita sendiri, dari yang sederhana, dan dari saat
ini juga,” ujar
Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si.
Sementara itu, Kepala BPK UNIDA Dr. Rasmitadila, S.T.,
M.Pd dalam paparannya menjelaskan mengenai Bidang Fokus dan Prioritas Riset
Nasional Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Induk Riset
Nasional Tahun 2017-2045. Antara lain yakni Bidang Pangan, Energi, Kesehatan,
Transportasi, Produk Rekayasa Keteknikan, Pertahanan dan Keamanan, Kemaritiman,
Sosial Humaniora, serta bidang riset lainnya dengan 5 Prioritas Riset
diantaranya Green Economy, Blue Economy,
Digital Economy, Tourism, dan Health
Independence.
“Topik
proposal yang dikirimkan harus sesuai dengan bidang fokus dan prioritas riset nasional. Tolok ukurnya dapat dilihat dari 9
fokus bidang ini yang memang dapat memecahkan permasalahan nasional, jadi tidak keluar dari kerangka dan
5 prioritas riset yang telah ditentukan,” ungkapnya.
Dr. Rasmitadila, S.T., M.Pd menekankan bahwa setiap
proposal yang di-submit merupakan
proposal terbaik yang sesuai dengan indikator pencapaian dalam buku panduan.
“Benamkan
di kepala kita mengirim proposal untuk
menang, jadi harus fokus pada indikator pencapaian. Silakan cek akun BIMA masing-masing. Pada akhirnya kembali lagi komponen untuk bisa eligible atau
tidak tergantung dari skor Sinta Bapak/Ibu Dosen. Maka untuk
itu, intinya para dosen harus banyak menulis. Tentu tidak bisa
instan, ini yang akan
menjadi long term
proses untuk semua dosen,”
pungkasnya.