[email protected] 0251-8240773
Berita

LPPM dan BPK UNIDA Kunjungi FH, Petakan Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Para Dosen

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Badan Pengembangan Keilmuan (BPK) Universitas Djuanda (UNIDA) kunjungi Fakultas Hukum (FH) dalam rangkaian kegiatan Roadshow Penawaran Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Kemendikbudristek Tahun Anggaran 2023”, Senin (13/03/2023).

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni daring melalui platform Zoom Cloud Meeting dan luring di Ruang Rapat FH UNIDA. Turut hadir diantaranya Wakil Rektor III UNIDA Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si beserta jajaran, Kepala BPK UNIDA Dr. Rasmitadila, ST., M.Pd, Dekan FH UNIDA Dr. Nurwati, S.H., M.H beserta para Wakil Dekan dan para dosen di lingkungan FH UNIDA.

Dalam sambutannya, Dekan FH UNIDA Dr. Nurwati, S.H., M.H menuturkan, perlu adanya upaya untuk dapat meningkatkan jumlah penerimaan proposal dari tahun sebelumnya. Maka kegiatan ini menjadi sangat penting sebagai bagian dari upaya membangkitkan ghiroh para dosen dalam meningkatkan kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan. Dalam kesempatan ini, Dr. Nurwati, S.H., M.H juga memaparkan terkait dengan Sinta Score Overall para dosen FH.

“Untuk tahun ini mudah-mudahan banyak proposal diterima. Saya optimis, LPPM dan BPK bisa meng-coaching para dosen untuk menyempurnakan artikel yang akan diajukan. Untuk itu, mari kita simak penjelasan Kepala BPK dan WR 3 yang akan memaparkan kewajiban para dosen untuk meng-update data di BIMA. Ini tentu akan mempengaruhi hibah eligible yang bisa kita ikuti,” tutur Dr. Nurwati, S.H., M.H.

Wakil Rektor III UNIDA yang juga merupakan Ketua LPPM, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dalam arahannya menyampaikan, pada prosesnya LPPM dan BPK akan berbagi tugas menggali bersama guna mencapai arrangement yang lebih luas terkait dengan meningkatkan klasterisasi di masa mendatang.

Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si mengatakan, sesuai dengan success indicators yang harus dimiliki, diharapkan setiap dosen memiliki bank proposal. Tahun ini, Rektor Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D menginstruksikan agar setidaknya setiap program studi memiliki 10 proposal. Sehingga perlu adanya time frame dan bagaimana memonitoring serta mengevaluasi hal tersebut.

Vision without action is just hallucination. Juga yang tak kalah penting Collaboration and participation are a part of Goof University Governance. Mari sama-sama berkolaborasi, dan berpartisipasi. Mari sama-sama membangkitkan UNIDA kembali ke jajarannya dengan berbagai macam ghiroh yang luar biasa dari mulai diri kita sendiri, dari yang sederhana, dan dari saat ini juga,” ujar Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si.

Sementara itu, Kepala BPK UNIDA Dr. Rasmitadila, S.T., M.Pd dalam paparannya menjelaskan mengenai Bidang Fokus dan Prioritas Riset Nasional Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Induk Riset Nasional Tahun 2017-2045. Antara lain yakni Bidang Pangan, Energi, Kesehatan, Transportasi, Produk Rekayasa Keteknikan, Pertahanan dan Keamanan, Kemaritiman, Sosial Humaniora, serta bidang riset lainnya dengan 5 Prioritas Riset diantaranya Green Economy, Blue Economy, Digital Economy, Tourism, dan Health Independence.

“Topik proposal yang dikirimkan harus sesuai dengan bidang fokus dan prioritas riset nasional. Tolok ukurnya dapat dilihat dari 9 fokus bidang ini yang memang dapat memecahkan permasalahan nasional, jadi tidak keluar dari kerangka dan 5 prioritas riset yang telah ditentukan,” ungkapnya.

Dr. Rasmitadila, S.T., M.Pd menekankan bahwa setiap proposal yang di-submit merupakan proposal terbaik yang sesuai dengan indikator pencapaian dalam buku panduan.

Benamkan di kepala kita mengirim proposal untuk menang, jadi harus fokus pada indikator pencapaian. Silakan cek akun BIMA masing-masing. Pada akhirnya kembali lagi komponen untuk bisa eligible atau tidak tergantung dari skor Sinta Bapak/Ibu Dosen. Maka untuk itu, intinya para dosen harus banyak menulis. Tentu tidak bisa instan, ini yang akan menjadi long term proses untuk semua dosen,” pungkasnya.