LPPM UNIDA Adakan Pertemuan Bersama Chancellor, Berikan Motivasi dan Arahan Bagi Dosen Penerima Hibah PDP Internal Perguruan Tinggi Tahun 2022
Sebagai tindaklanjut dari Penandatanganan Kontrak
bagi penerima Hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) Internal Perguruan Tinggi
Tahun 2022, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)
Universitas Djuanda (UNIDA) mengadakan kegiatan pertemuan bersama Chancellor
UNIDA Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.
Kegiatan pertemuan ini turut dihadiri oleh
Direktur Eksekutif Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia
(YPSPIAI), Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, Rektor UNIDA Prof. Dr. Suhaidi,
S.H., M.H, Wakil Rektor II UNIDA Dr. Hj. Endeh Suhartini, S.H., M.H, dan Wakil
Rektor III UNIDA Dr. Ir. Ristika Handarini, M.P pada Selasa (27/9/2022) di
Ruang Senat UNIDA.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa hibah PDP
Internal Perguruan Tinggi merupakan hibah yang rutin dilaksanakan pada setiap
tahun. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para dosen, khususnya
dosen pemula dalam melakukan penelitian yang menghasilkan luaran hilirisasi
dari penelitian, baik itu publikasi karya ilmiah di jurnal bereputasi, hak
kekayaan intelektual, maupun luaran lainnya.
Wakil Rektor III UNIDA Dr. Ir. Ristika Handarini,
M.P dalam laporannya menyampaikan, kegiatan pertemuan hari ini merupakan
tahapan lanjutan setelah sebelumnya dilakukan seleksi proposal oleh reviewer internal dan penandatanganan
kontrak penelitian.
Berdasarkan hasil dari reviewer tersebut, total
terdapat 19 judul penelitian yang
dinyatakan lolos untuk selanjutnya akan mendapat hak serta diharuskan memenuhi
kewajiban seperti tertuang dalam kontrak perjanjian penelitian.
“Adapun dalam waktu pelaksanaan Hibah PDP
internal perguruan tinggi selama 4 bulan, yakni terhitung mulai tanggal 22
September hingga 3 Desember 2022. Sehubungan dengan itu ada beberapa hal yang
harus dipenuhi, diantaranya pihak kedua atau peneliti diwajibkan untuk
melibatkan 3 mahasiswa S1 dan membuat laporan akhir penelitian,” ujarnya.
“Pada pasal 7
dalam kontrak perjanjian, luaran penelitian yang menjadi kewajiban peneliti
ialah publikasi di jurnal internasional IJSTR, IJAR atau di jurnal
internasional/nasional lainnya yang terakreditasi SINTA. Selain itu, luaran hak
cipta berupa poster, prosiding seminar nasional atau seminar internasional,
serta luaran tambahan yang berupa buku ajar, publikasi media massa, dan ataupun
luaran tambahan lainnya sesuai dengan yang sudah dijanjikan oleh peneliti dana
proposal penelitian,” jelasnya.
Sementara itu, Chancellor UNIDA Dr. H. Martin
Roestamy, S.H., M.H dalam arahannya menuturkan, penelitian merupakan sebuah
kewajiban bagi para dosen. Penelitian menjadi bekal bagi seorang dosen dalam
hal peningkatan jabatan fungsional. Selain itu juga akan berdampak pada
peningkatan kualitas program studi maupun institusi secara keseluruhan.
Lebih jauh,
Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H memberikan 4 pesan yang perlu menjadi
perhatian para dosen pemula penerima hibah PDP internal perguruan tinggi,
antara lain menjaga rekam jejak digital, memiliki roadmap penelitian yang jelas, menjauhi plagiarisme, dan terakhir
menjadikan UNIDA sebagai rumah.
“Pertama, jaga rekam jejak, tidak asal melakukan
penelitian, jangan rusak rekam jejak kita sendiri. Sesuaikan dengan bidang
keilmuan yang kita miliki. Kedua, roadmap.
Kenapa? Harus punya target. Buat roadmap
dari sekarang. Ketiga, jauhi plagiat,
ini haram dilakukan. Hibah ini adalah start awal untuk masuk lingkar yang lebih luas. Keempat, jadikan
UNIDA ini rumah, tempat pulang. Ayo bersama-sama kita untuk maju,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIDA Prof. Dr.
Suhaidi, S.H., M.H mengatakan, dari banyaknya usulan proposal penelitian yang
masuk, hanya terpilih 19 judul penelitian melalui seleksi yang ketat. Prof. Dr.
Suhaidi, S.H., M.H berharap para peneliti yang lolos dapat bersungguh-sungguh
untuk melakukan yang terbaik sehingga dapat memberikan dampak baik bagi diri
sendiri maupun institusi.
“Semoga hasilnya baik, juga luaran harus sesuai
dengan kontrak penelitian yang telah dijanjikan. Ini penting, mengingat ini
untuk memajukan universitas, lembaga kita, terlebih untuk memotivasi diri
sendiri sebagai dosen dalam mengimplementasikan pancadarma yang dimiliki,” ujar
Prof. Dr. Suhaidi, S.H., MH pada saat memberikan sambutan.