[email protected] 0251-8240773
Berita

LPPM UNIDA Berikan Pendampingan, Dorong Dosen Tingkatkan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat  (LPPM) di bawah Bidang Riset, Pengabdian, Inovasi dan Hilirisasi selenggarakan Pengarahan, Pendampingan serta Pengajuan Hibah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Tahun 2023 bagi para dosen, pada Jum’at (20/01/2023) secara virtual melalui platform Zoom Cloud Meeting.

Kegiatan ini diisi oleh Rektor UNIDA Prof. Dr. H. Suhaidi, S.H., M.H, Wakil Rektor III Dr. Ir. Ristika Handarini, M.P, Kepala Bidang Riset Klinik Badan Pengembangan Keilmuan (BPK) UNIDA Aminullah, S.TP., M.Si, dan Wakil Dekan Non Akademik Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) UNIDA yang juga Pemenang Hibah Matching Fund tahun 2022 Rosy Hutami, S.TP., M.Si.

Rektor UNIDA Prof. Dr. H. Suhaidi, S.H., M.H dalam paparannya menuturkan, kegiatan ini sangat penting mengingat perlunya dosen untuk dapat melaksanakan kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan kewajiban dosen dalam mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi yang di UNIDA menjadi Pancadarma disamping pendidikan, penelitan, pengabdian kepada masyarakat, juga nilai ketauhidan dan profesionalitas.

“Tridarma perguruan tinggi tidak hanya pendidikan, tetapi ada juga penelitian dan pengabdian masyarakat. LPPM sudah memfasilitasi bagaimana kita untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat ini. Perlu kita sadari bahwa banyak sekali kesempatan untuk kita bisa melakukan penelitian maupun pengabdian yang didukung oleh pemerintah melalui program hibah-hibah Kemendikbudristek. Untuk itu, dosen harus semangat melaksanakan apa yang sudah menjadi kewajibannya,” tutur Prof. Dr. H. Suhaidi, S.H., M.H.

Prof. Dr. H. Suhaidi, S.H., M.H mengatakan, penelitian merupakan suatu proses untuk mencari dan menemukan kebenaran dengan cara berfikir. Dalam kehidupan sehari-hari, Prof. Dr. H. Suhaidi, S.H., M.H mencontohkan bagaimana manusia melakukan suatu penelitian. Melalui proses penelitian tersebut yang dituangkan ke dalam tulisan dan dipublikasian, akan menjadi manfaat yang terus memberikan kebaikan.

“Dalam filsafat ilmu, terdapat 3 proses berfikir manusia. Pertama, ontologi, yaitu berfikir tentang apa yang ingin kita ketahui. Proses kedua, dikenal dengan epistimologi, yaitu bertanya tentang cara memperoleh pengetahuan itu, caranya yaitu dengan melakukan penelitian. Ketiga, aksiologi. Ini dalam konsep untuk menjadi manusia yang lebih baik, melalui apa yang telah kita lakukan agar membawa kebermanfaatan untuk lingkungan dan manusia lainnya. Oleh karena itu kaitkan juga setiap penelitian dengan Allah SWT,” tuturnya.

Lebih lanjut Prof. Dr. H. Suhaidi, S.H., M.H memberikan arahan mengenai pentingnya meningkatkan budaya penelitian bagi para Dosen.

“Dalam penelitian ada manfaat teoritis dan praktis, ini artinya ada kontribusi manfaat. Lakukan aspek eksplorasi teratur agar kita menemukan isu terbaru dari apa yang kita teliti. Baca, baca, dan baca! Harus ada semangat untuk berkarya. Pak Chancellor sudah banyak memberikan uswah bagi kita, maka perlu kita contoh. Untuk diri sendiri, dan untuk UNIDA yang kita cintai,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Ir. Ristika Handarini, M.P selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian, Inovasi dan Hilirisasi meyampaikan bahwasanya kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pendampingan bagi para dosen yang akan melaksanakan penelitian dan ataupun pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan melalui kegiatan ini para dosen dapat memahami dari mulai bagaimana proses penyusunan pengajuan proposal hibah Kemendikbusristek hingga hal lainnya yang menjadi syarat diterimanya proposal pengajuan.

Dr. Ir. Ristika Handarini, M.P menjelaskan, dalam model pendanaan melalui BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat), terdapat 8 tahapan pengelolaan penelitian, antara lain Pengumuman, Pengusulan, Penyeleksian/Penunjukan, Penetapan, Pelaksanaan, Pengawasan, Pelaporan, dan Penilaian Luaran.

Kemudian Dr. Ir. Ristika Handarini, M.P juga mengungkapkan, ada beberapa catatan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek terkait dengan penyebab proposal pengabdian tidak diterima atau ditolak.

“Diantaranya tim tidak multidisiplin, tidak melibatkan mahasiswa, tidak sesuai dengan panduan, gambaran IPTEKS tidak lengkap, anggaran tidak rasional serta jarak melebihi ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.