LPPM UNIDA Berikan Pendampingan, Dorong Dosen Tingkatkan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Lembaga Penelitian
dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)
di bawah Bidang Riset, Pengabdian, Inovasi dan Hilirisasi selenggarakan Pengarahan,
Pendampingan serta Pengajuan Hibah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,
dan Teknologi (Kemendikbudristek) Tahun 2023 bagi para dosen, pada Jum’at
(20/01/2023) secara virtual melalui platform Zoom Cloud Meeting.
Kegiatan ini diisi oleh Rektor UNIDA Prof. Dr. H.
Suhaidi, S.H., M.H, Wakil Rektor III Dr. Ir. Ristika Handarini, M.P, Kepala
Bidang Riset Klinik Badan Pengembangan Keilmuan (BPK) UNIDA Aminullah, S.TP.,
M.Si, dan Wakil Dekan Non Akademik Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) UNIDA
yang juga Pemenang Hibah Matching Fund tahun 2022 Rosy Hutami, S.TP., M.Si.
Rektor UNIDA Prof. Dr. H. Suhaidi, S.H., M.H dalam
paparannya menuturkan, kegiatan ini sangat penting mengingat perlunya dosen
untuk dapat melaksanakan kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada
masyarakat. Hal ini sesuai dengan kewajiban dosen dalam mengimplementasikan
tridarma perguruan tinggi yang di UNIDA menjadi Pancadarma disamping
pendidikan, penelitan, pengabdian kepada masyarakat, juga nilai ketauhidan dan
profesionalitas.
“Tridarma perguruan tinggi tidak hanya pendidikan,
tetapi ada juga penelitian dan pengabdian masyarakat. LPPM sudah memfasilitasi
bagaimana kita untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat ini. Perlu
kita sadari bahwa banyak sekali kesempatan untuk kita bisa melakukan penelitian
maupun pengabdian yang didukung oleh pemerintah melalui program hibah-hibah
Kemendikbudristek. Untuk itu, dosen harus semangat melaksanakan apa yang sudah menjadi
kewajibannya,” tutur Prof. Dr. H. Suhaidi, S.H., M.H.
Prof. Dr. H. Suhaidi, S.H., M.H mengatakan, penelitian
merupakan suatu proses untuk mencari dan menemukan kebenaran dengan cara
berfikir. Dalam kehidupan sehari-hari, Prof. Dr. H. Suhaidi, S.H., M.H
mencontohkan bagaimana manusia melakukan suatu penelitian. Melalui proses
penelitian tersebut yang dituangkan ke dalam tulisan dan dipublikasian, akan
menjadi manfaat yang terus memberikan kebaikan.
“Dalam filsafat ilmu, terdapat 3 proses berfikir
manusia. Pertama, ontologi, yaitu berfikir tentang apa yang ingin kita ketahui.
Proses kedua, dikenal dengan epistimologi, yaitu bertanya tentang cara
memperoleh pengetahuan itu, caranya yaitu dengan melakukan penelitian. Ketiga,
aksiologi. Ini dalam konsep untuk menjadi manusia yang lebih baik, melalui apa
yang telah kita lakukan agar membawa kebermanfaatan untuk lingkungan dan
manusia lainnya. Oleh karena itu kaitkan juga setiap penelitian dengan Allah
SWT,” tuturnya.
Lebih lanjut Prof. Dr. H. Suhaidi, S.H., M.H
memberikan arahan mengenai pentingnya meningkatkan budaya penelitian bagi para
Dosen.
“Dalam penelitian ada manfaat teoritis dan praktis, ini
artinya ada kontribusi manfaat. Lakukan aspek eksplorasi teratur agar kita
menemukan isu terbaru dari apa yang kita teliti. Baca, baca, dan baca! Harus
ada semangat untuk berkarya. Pak Chancellor sudah banyak memberikan uswah bagi kita, maka perlu kita contoh.
Untuk diri sendiri, dan untuk UNIDA yang kita cintai,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Ir. Ristika Handarini,
M.P selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian, Inovasi dan Hilirisasi meyampaikan
bahwasanya kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pendampingan
bagi para dosen yang akan melaksanakan penelitian dan ataupun pengabdian kepada
masyarakat. Diharapkan melalui kegiatan ini para dosen dapat memahami dari
mulai bagaimana proses penyusunan pengajuan proposal hibah Kemendikbusristek
hingga hal lainnya yang menjadi syarat diterimanya proposal pengajuan.
Dr. Ir. Ristika Handarini, M.P menjelaskan, dalam
model pendanaan melalui BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat), terdapat 8 tahapan pengelolaan penelitian, antara lain Pengumuman,
Pengusulan, Penyeleksian/Penunjukan, Penetapan, Pelaksanaan, Pengawasan,
Pelaporan, dan Penilaian Luaran.
Kemudian Dr. Ir. Ristika Handarini, M.P juga
mengungkapkan, ada beberapa catatan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan
Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek terkait dengan penyebab
proposal pengabdian tidak diterima atau ditolak.
“Diantaranya tim tidak multidisiplin, tidak melibatkan
mahasiswa, tidak sesuai dengan panduan, gambaran IPTEKS tidak lengkap, anggaran
tidak rasional serta jarak melebihi ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.