LPPM UNIDA Dorong Budaya Akademik melalui Scientific Forum Series dan Kolaborasi Riset Internasional
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan Scientific Forum Series pada Jumat (26/6/2026) secara daring melalui Zoom Cloud Meetings. Kegiatan ini menjadi forum ilmiah bagi dosen untuk berbagi hasil penelitian, mendiskusikan perkembangan ilmu pengetahuan, serta memperkuat kolaborasi akademik dalam mendukung peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah.
Dalam sambutannya, Ketua LPPM UNIDA, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd menyampaikan informasi mengenai dibukanya Program RIM International Collaboration JSPS Joint Call for Proposal 2026, sebuah program kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Japan Society for the Promotion of Science (JSPS), Jepang. Program tersebut terbuka bagi berbagai bidang keilmuan dan menjadi peluang bagi dosen UNIDA untuk memperluas jejaring penelitian di tingkat internasional.
"Kami mengajak seluruh dosen untuk mulai mempersiapkan proposal penelitian sejak dini agar dapat memanfaatkan peluang kolaborasi internasional dan pendanaan riset yang saat ini telah dibuka oleh BRIN," ujarnya.
Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd juga mendorong dosen untuk memanfaatkan program coaching clinic proposal yang diselenggarakan BRIN guna meningkatkan kualitas proposal penelitian yang akan diajukan.
“Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, LPPM UNIDA berkomitmen untuk terus menguatkan budaya akademik di lingkungan kampus dengan mendorong peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, kolaborasi riset, serta penguatan luaran akademik yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat,” ungkapnya.
Pada sesi berikutnya, Kepala Biro Pengelolaan Jurnal dan Publikasi Assoc. Prof. Aminullah, S.TP., M.Si mengajak para dosen memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dalam mendukung proses penelitian dan publikasi ilmiah. Menurutnya, AI dapat membantu peneliti dalam berbagai tahapan, mulai dari analisis data kualitatif, penyusunan proposal, hingga pencarian referensi jurnal yang relevan.
"Pemanfaatan AI saat ini menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Teknologi ini dapat membantu dosen dalam berbagai tahapan penelitian, mulai dari analisis data hingga penyusunan publikasi ilmiah, tentunya dengan tetap memperhatikan etika akademik dan validitas hasil penelitian," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Pengabdian kepada Masyarakat Danu Suryani, S.Sos., M.H menyampaikan perkembangan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNIDA Tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa program tersebut telah memasuki tahap pelaksanaan dan akan berlangsung hingga September mendatang. Saat ini, berbagai persiapan terus dilakukan, termasuk pemetaan wilayah yang akan menjadi lokasi kegiatan mahasiswa.
"Kami berharap KKN dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Pancadarma UNIDA melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Ibnu Fadilah, S.E selaku Biro Hilirisasi dan Sentra KI menyampaikan komitmen LPPM dalam meningkatkan jumlah dan kualitas luaran kekayaan intelektual dosen melalui berbagai program pendampingan dan pelatihan. Program tersebut difokuskan pada pengajuan hak cipta, paten, paten sosial humaniora, serta desain industri.
"Dalam waktu dekat, kami akan menyelenggarakan pelatihan khusus mengenai paten sosial humaniora dan desain industri. Program ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi dosen, khususnya di bidang sosial dan humaniora, untuk memperoleh perlindungan kekayaan intelektual atas karya yang dihasilkan," tuturnya.