LPPM UNIDA Ikuti Workshop Inovasi Daerah, Komitmen Membangun Kabupaten Bogor Melalui Inovasi Hasil Riset
LPPM
Universitas Djuanda (UNIDA) Bidang Inovasi dan Hilirisasi mengkuti dan
menghadiri kegiatan Workshop Inovasi Daerah yang diselenggarakan oleh Bappedalitbang
Kabupaten Bogor pada Senin-Selasa (6-7 Maret 2023) di Mega Development Centre,
Megamendung.
Workshop Inovasi
Daerah ini merupakan kegiatan Diseminasi Jenis Prosedur dan Metode
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang Bersifat Inovatif dalam rangka
meningkatkan daya saing daerah dan kinerja penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten
Bogor.
Acara
workshop menghadirkan narasumber antara
lain Isman AP., M.Si (Analisis Kebijakan BPP Kemendagri), Anis Ilahi Wahdari,
M.Si (Dosen FISIP UI), Drs. Aferi S. Fudail, M.Si (Kepala pusat Litbang Inovasi
Daerah Badan strategi Kebijakan Dalam Negeri), serta Dr. Heri Saksono, M.Si.
(Peneliti Madya BRIN).
Linda Al
Amin, S.T., M.T Kepala Badan Penelitian
dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat dalam sambutannya secara virtual
mengatakan bahwa pengukuran penilaian dan pemberian penghargaan Inovasi Daerah
dilakukan secara berkala. Dalam 2 tahun berturut-turut ini, Kabupaten Bogor
berhasil mendapatkan penghargaan dari Kemendagri.
Sementara
itu, Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M selaku Kepala Bidang Litbang,
Bappedalitbang Kab. Bogor dalam sambutan sekaligus membuka acara workshop
mengatakan bahwa Kabupaten Bogor sebagai Kabupaten Terinovatif di
Indonesia. Kabupaten Bogor menunjukkan
komitmennya dalam berinovasi melalui penghargaan inovasi Tingkat Nasional
dengan memperoleh Innovative Government
Award pada Tahun 2020 meraih peringkat
3, pada tahun 2021 meraih peringkat 3,
dan pada tahun 2022 meraih peringkat 2.
Dari data
dan dokumen kelengkapan hasil inovasi
desk di Bappedalitbang Kab. Bogor tahun 2022, terkumpul 221 inovasi dan
sebanyak 17 inovasi yang direject. Pada
tahun sebelumnya jumlah inovasi yang direject
mencapai 105 inovasi. Harapannya pada tahun
2023, dari jumlah 250 inovasi yang terkumpul, tidak ada pengajuan yang direject.
Dr. Riny
Kusumawati, S.P., M.M menjelaskan bahwa Program Inovasi Desa merupakan penggerak inovasi sosial di pedesaan berbasis kearifan lokal yang didukung sinergi pentahelix untuk
memperkuat kapasitas pemerintah desa dan masyarakat desa dalam melakukan
inovasi dan pengembangan desa.
Program ini
mengkombinasikan pengetahuan dan teknologi yang dimiliki oleh perguruan tinggi
dengan kebutuhan dan potensi desa. Lebih
lanjut disampaikan bahwa setiap tahun hampir
1000 mahasiswa dari perguruan melaksanakan KKN di Kabupaten Bogor.
Kepala Biro
Inovasi dan Hilirisasi LPPM UNIDA Ridwan Irawansyah, S.Sos., M.A.P menyampaikan
bahwa peserta workshop terdiri dari unsur Perangkat Daerah yakni para Kepala
Dinas, unsur Kecamatan dan Puskesmas di wilayah Kabupaten Bogor serta unsur
Perguruan Tinggi melalui LPPM.
Lebih lanjut
Ridwan Irawansyah, S.Sos., M.A.P mengatakan bahwa acara workshop yang
diselenggarakan oleh Bappedalitbang Kabupaten Bogor ini bertujuan untuk
meningkatkan daya saing daerah melalui inovasi.
“Harapan
ke depan Universitas Djuanda sebagai sumber ilmu, dapat turut serta dalam
membangun daerah Kabupaten Bogor dengan inovasi hasil riset yang bermanfaat
bagi lembaga pemerintah dan inovasi daerah yang bermanfaat bagi kemajuan
ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor. Inovasi tersebut bisa
berupa pelayanan kelembagaan, maupun produk-produk lain yang dapat bermanfaat,”
tuturnya.