[email protected] 0251-8240773
Berita

LPPM UNIDA Ikuti Workshop Inovasi Daerah, Komitmen Membangun Kabupaten Bogor Melalui Inovasi Hasil Riset

LPPM Universitas Djuanda (UNIDA) Bidang Inovasi dan Hilirisasi mengkuti dan menghadiri kegiatan Workshop Inovasi Daerah yang diselenggarakan oleh Bappedalitbang Kabupaten Bogor pada Senin-Selasa (6-7 Maret 2023) di Mega Development Centre, Megamendung.

 

Workshop Inovasi Daerah ini merupakan kegiatan Diseminasi Jenis Prosedur dan Metode Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang Bersifat Inovatif dalam rangka meningkatkan daya saing daerah dan kinerja penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Bogor.

 

Acara workshop menghadirkan narasumber  antara lain Isman AP., M.Si (Analisis Kebijakan BPP Kemendagri), Anis Ilahi Wahdari, M.Si (Dosen FISIP UI), Drs. Aferi S. Fudail, M.Si (Kepala pusat Litbang Inovasi Daerah Badan strategi Kebijakan Dalam Negeri), serta Dr. Heri Saksono, M.Si. (Peneliti Madya BRIN).

 

Linda Al Amin, S.T., M.T  Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat dalam sambutannya secara virtual mengatakan bahwa pengukuran penilaian dan pemberian penghargaan Inovasi Daerah dilakukan secara berkala. Dalam 2 tahun berturut-turut ini, Kabupaten Bogor berhasil mendapatkan penghargaan dari Kemendagri.

 

Sementara itu, Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M selaku Kepala Bidang Litbang, Bappedalitbang Kab. Bogor dalam sambutan sekaligus membuka acara workshop mengatakan bahwa Kabupaten Bogor sebagai Kabupaten Terinovatif di Indonesia.  Kabupaten Bogor menunjukkan komitmennya dalam berinovasi melalui penghargaan inovasi Tingkat Nasional dengan memperoleh Innovative Government Award  pada Tahun 2020 meraih peringkat 3,  pada tahun 2021 meraih peringkat 3, dan pada tahun 2022 meraih peringkat 2.

 

Dari data dan  dokumen kelengkapan hasil inovasi desk di Bappedalitbang Kab. Bogor tahun 2022, terkumpul 221 inovasi dan sebanyak 17 inovasi yang direject. Pada tahun sebelumnya jumlah inovasi yang direject mencapai 105 inovasi.  Harapannya pada tahun 2023, dari jumlah 250 inovasi yang terkumpul, tidak ada pengajuan yang direject.

 

Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M menjelaskan bahwa Program Inovasi Desa merupakan penggerak inovasi sosial di pedesaan berbasis kearifan lokal yang didukung sinergi pentahelix untuk memperkuat kapasitas pemerintah desa dan masyarakat desa dalam melakukan inovasi dan pengembangan desa.

 

Program ini mengkombinasikan pengetahuan dan teknologi yang dimiliki oleh perguruan tinggi dengan kebutuhan dan potensi desa.  Lebih lanjut disampaikan bahwa setiap tahun hampir 1000 mahasiswa dari perguruan melaksanakan KKN di Kabupaten Bogor.

 

Kepala Biro Inovasi dan Hilirisasi LPPM UNIDA Ridwan Irawansyah, S.Sos., M.A.P menyampaikan bahwa peserta workshop terdiri dari unsur Perangkat Daerah yakni para Kepala Dinas, unsur Kecamatan dan Puskesmas di wilayah Kabupaten Bogor serta unsur Perguruan Tinggi melalui LPPM.  

 

Lebih lanjut Ridwan Irawansyah, S.Sos., M.A.P mengatakan bahwa acara workshop yang diselenggarakan oleh Bappedalitbang Kabupaten Bogor ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing daerah melalui inovasi.

 

“Harapan ke depan Universitas Djuanda sebagai sumber ilmu, dapat turut serta dalam membangun daerah Kabupaten Bogor dengan inovasi hasil riset yang bermanfaat bagi lembaga pemerintah dan inovasi daerah yang bermanfaat bagi kemajuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor. Inovasi tersebut bisa berupa pelayanan kelembagaan, maupun produk-produk lain yang dapat bermanfaat,” tuturnya.