[email protected] 0251-8240773
Berita

LPPM UNIDA Menghadiri Launching Sistem Registrasi Lembaga Riset (SEBARIS)-BRIN

Bogor, 19 Mei 2023

LPPM Universitas Djuanda menghadiri undangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi luncurkan Sistem Registrasi Lembaga Riset (SeBaRis) guna memfasilitasi berbagai lembaga riset di Indonesia pada hari Selasa, tanggal 16 Mei 2023. Acara yang digelar di Auditorium Lt. 3, Gedung B.J. Habibie BRIN, Jl MH Thamrin, Jakarta, ikut dihadiri pihak perguruan tinggi; Institut Pertanian Bogor, Universitas Djuanda diwakili oleh Kepala Biro Inovasi dan Hilirisasi Ridwan Irawansyah, S.Sos., M.A.P., dan Kepala Bagian Pengelolaan Riset Nurul Suci Fatimah, S.Pd.I., perwakilan dari industri farmasi Kimia Farma dan kosmetik PT Mustika Ratu.

Dr. Agus Haryono (Deputi Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN) dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dibuatkan Sistem Registrasi Lembaga Riset Berbadan Hukum (SeBaRis) adalah untuk mengetahui Jumlah seberan kompetensi dan kualitas lembaga Riset di Indonesia, sesuai yang diamatkan dalam UU No.11 Pasal 10 tentang wajib simpan dan Pasal 82 tentang pembinaan Lembaga Riset. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa BRIN menjadi wadah bagi periset dari perguruan tinggi dan industry yang ada di Indonesia. BRIN menjadi fasilitator supaya industry mudah untuk masuk keaktifitas riset/ produk development berbasis riset, menjadi outcome kontribusi non pemerintah/ industry semakin meningkat. Data SeBaRis menjadi sumber informasi primer untuk negara kita terkait dengan indikator riset negara kita. Registrasi sebagai pintu masuk Lembaga Riset ke BRIN, dan berhak untuk mendapatkan layanan, sumberdana, fasilitas termasuk mobilitas SDM Riset.

Acara Talk Show Sistem Registrasi Lembaga Riset Berbadan Hukum (SeBaRis) dipimpin oleh moderator Ibu Tri Sundari, dengan narasumber dari BRIN Bapak Khairul Rizal, Perwakilan dari akademisi yaitu Bapak Dr. Eng Obie Farobie, S.Si, M.Si  Asisten Direktur Riset Dasar dan Terapan Direktorat Riset IPB, dan Perwakilan dari Industri yaitu Ibu Diah M. Pujiastuti General Menajer Riset & Depelopmen Kimia Farma Tbk dan Ibu Kusuma Hesti (Mustika Ratu Tbk).

Catatan penting dari hasil Talk Show SeBaRis adalah :

Direktur Pengukuran dan Indikator Riset, Teknologi, dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Khairul Rizal pastikan keamanan data lembaga riset yang terdaftar dalam Sistem Registrasi Lembaga Riset (SeBaRis). Untuk keamanan data, BRIN mengacu pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) sehingga sudah dipastikan adanya perlindungan hukum. "Masalah kerahasiaan data itu sudah dijamin tidak hanya dijamin lembaga BRIN tapi juga secara keseluruhan oleh negara," ujar Khairul.

BRIN memastikan pihaknya akan menggunakan data lembaga riset secara hati-hati, terlebih ada unit yang mengawasi yaitu Pusdatin BRIN atau wali data."Wali data yang bertugas sebagai tanda kutip unit yang menyensor dalam artian positif. Menjaga agar tidak terjadi kebocoran data," tambahnya.

Khairul juga menambahkan BRIN tidak bisa merilis sebuah data tanpa sepengetahuan wali data. Selain itu, data yang diolah oleh BRIN bukanlah data pribadi melainkan data di level agregat nasional sehingga lembaga riset tidak perlu khawatir.

 

 

 

Dr Obie juga menjelaskan, riset dan inovasi di Indonesia masih mengalami berbagai kendala misalnya dari dana yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Bukannya naik, kini dana untuk bidang riset dan inovasi turun dari Rp 1 triliun menjadi Rp 600 miliar atau sekitar Rp 400 miliar. "Dana ternyata dananya turun yang awalnya 1 triliun, tahun ini dana dari Kemdikburistek hanya 600 miliar,"  Tak hanya turun, dana tersebut tak dibagikan secara rata di seluruh perguruan tinggi di Indonesia melainkan melalui “persaingan” penelitian antar universitas. "Untuk mendapatkan dana bantuan harus bersaing dengan ribuan perguruan tinggi se-Indonesia dan kita tahu jumlah dosen dan peneliti di Indonesia berjumlah jutaan, sehingga sangat kompetitif," tambahnya.

Dengan begitu diperlukannya skema lain agar penelitian riset dan inovasi di IPB University terus tetap berjalan. Salah satunya melalui program SeBaRis yang diluncurkan hari ini. Selain itu diperlukannya kolaborasi lebih lanjut dari bidang industri dan swasta agar riset dan inovasi tingkat universitas bisa terus dilakukan. SeBaRis adalah salah satu langkah BRIN dalam membantu dan memfasilitasi lembaga riset di Indonesia yang bersifat non-pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan nasional melalui riset dan inovasi. Hal ini juga sesuai dengan Rancangan Peraturan Pemerintah Penyelenggaraan Iptek pasal 124 sebagai turunan dari pasal 40 UU No. 11 tahun 2019.

Dalam RPP Penyelenggaraan Iptek tersebut menyatakan bahwa BRIN bertanggung jawab untuk menyelenggarakan registrasi lembaga riset. Ada berbagai manfaat yang bisa dirasakan lembaga riset bila mendaftarkan diri ke program SeBaRis. Seperti merasakan fasilitas infrastruktur dan pendanaan yang diberikan oleh pemerintah melalui BRIN.

Deputi Bidang Fasilitas Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Agus Haryono, juga menjelaskan industri atau lembaga riset juga bisa mendapatkan super tax deduction atau insentif pengurangan pajak super. Insentif ini bisa didapatkan dengan mendaftar dan dibuktikan dengan nomor registrasi dari sistem SeBaRis.

Pada kesempatan tersebut Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menjelaskan program ini terbuka untuk umum tidak hanya lembaga riset di perguruan tinggi. Tetapi untuk seluruh lembaga non-pemerintah di Indonesia. "Semuanya bisa mendaftar dan mendapat insentif, asal bisa dibuktikan dengan nomor registrasi," ujarnya kepada detik edu. Lebih lantut dikatakan bila proses pendaftaran SeBaRis bersifat wajib bila ingin mendapat insentif pendanaan penelitian pada lembaga tersebut.
Meski begitu, BRIN tak mewajibkan lembaga riset non-pemerintah di seluruh Indonesia namun tetap menyediakan sebuah wadah agar peneliti Indonesia bisa semakin berkembang.
"BRIN ingin mengedepankan bagaimana kita bisa lebih memfasilitasi lembaga-lembaga riset. Karena BRIN itu ada bukan untuk periset BRIN," tegasnya. Menurutnya BRIN merupakan tempat untuk seluruh peneliti dan periset di Indonesia, khususnya bagi periset di kampus dan industri. Untuk mewujudkannya, kini BRIN telah bekerja sama dengan banyak pihak termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemedikbudristek), Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) serta berbagai industri swasta.