LPPM UNIDA Menghadiri Launching Sistem Registrasi Lembaga Riset (SEBARIS)-BRIN
Bogor,
19 Mei 2023
LPPM Universitas Djuanda menghadiri undangan Badan
Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi luncurkan Sistem Registrasi Lembaga
Riset (SeBaRis) guna memfasilitasi berbagai lembaga riset di Indonesia pada hari Selasa, tanggal 16 Mei 2023. Acara yang digelar di
Auditorium Lt. 3, Gedung B.J. Habibie BRIN, Jl MH Thamrin, Jakarta, ikut dihadiri
pihak perguruan tinggi; Institut Pertanian Bogor, Universitas Djuanda diwakili
oleh Kepala Biro Inovasi dan Hilirisasi Ridwan Irawansyah, S.Sos., M.A.P., dan
Kepala Bagian Pengelolaan Riset Nurul Suci Fatimah, S.Pd.I., perwakilan dari industri
farmasi Kimia Farma dan kosmetik PT Mustika Ratu.
Dr. Agus Haryono (Deputi Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN) dalam sambutan
pembukaan menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dibuatkan Sistem Registrasi
Lembaga Riset Berbadan Hukum (SeBaRis) adalah untuk mengetahui Jumlah seberan kompetensi
dan kualitas lembaga Riset di Indonesia, sesuai yang diamatkan dalam UU No.11
Pasal 10 tentang wajib simpan dan Pasal 82 tentang pembinaan Lembaga Riset. Lebih
lanjut beliau mengatakan bahwa BRIN menjadi wadah bagi periset dari perguruan
tinggi dan industry yang ada di Indonesia. BRIN menjadi fasilitator supaya industry
mudah untuk masuk keaktifitas riset/ produk development berbasis riset, menjadi
outcome kontribusi non pemerintah/ industry semakin meningkat. Data SeBaRis
menjadi sumber informasi primer untuk negara kita terkait dengan indikator riset
negara kita. Registrasi sebagai pintu masuk Lembaga Riset ke BRIN, dan berhak
untuk mendapatkan layanan, sumberdana, fasilitas termasuk mobilitas SDM Riset.
Acara Talk Show Sistem Registrasi Lembaga Riset Berbadan Hukum (SeBaRis)
dipimpin oleh moderator Ibu Tri Sundari, dengan narasumber dari BRIN Bapak Khairul
Rizal, Perwakilan dari akademisi yaitu Bapak Dr. Eng Obie Farobie,
S.Si, M.Si Asisten Direktur Riset Dasar dan
Terapan Direktorat Riset IPB, dan Perwakilan dari Industri yaitu Ibu Diah M. Pujiastuti
General Menajer Riset & Depelopmen Kimia Farma Tbk dan Ibu Kusuma Hesti
(Mustika Ratu Tbk).
Catatan penting dari hasil Talk Show SeBaRis adalah :
Direktur Pengukuran dan Indikator Riset, Teknologi, dan
Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Khairul Rizal pastikan
keamanan data lembaga riset yang terdaftar dalam Sistem Registrasi Lembaga
Riset (SeBaRis). Untuk keamanan data, BRIN mengacu pada Undang-Undang Nomor 27
Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) sehingga sudah dipastikan
adanya perlindungan hukum. "Masalah kerahasiaan data itu sudah dijamin
tidak hanya dijamin lembaga BRIN tapi juga secara keseluruhan oleh
negara," ujar Khairul.
BRIN memastikan pihaknya akan menggunakan data
lembaga riset secara hati-hati, terlebih ada unit yang mengawasi yaitu Pusdatin
BRIN atau wali data."Wali data yang bertugas sebagai tanda kutip unit yang
menyensor dalam artian positif. Menjaga agar tidak terjadi kebocoran
data," tambahnya.
Khairul juga menambahkan BRIN tidak bisa merilis sebuah data
tanpa sepengetahuan wali data. Selain itu, data yang diolah oleh BRIN bukanlah
data pribadi melainkan data di level agregat nasional sehingga lembaga riset
tidak perlu khawatir.
Dr Obie juga menjelaskan, riset dan inovasi di
Indonesia masih mengalami berbagai kendala misalnya dari dana yang diberikan
oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
(Kemendikbudristek). Bukannya naik, kini dana untuk bidang riset dan inovasi
turun dari Rp 1 triliun menjadi Rp 600 miliar atau sekitar Rp 400 miliar. "Dana
ternyata dananya turun yang awalnya 1 triliun, tahun ini dana dari
Kemdikburistek hanya 600 miliar," Tak
hanya turun, dana tersebut tak dibagikan secara rata di seluruh perguruan
tinggi di Indonesia melainkan melalui “persaingan” penelitian antar universitas.
"Untuk mendapatkan dana bantuan harus bersaing dengan ribuan perguruan
tinggi se-Indonesia dan kita tahu jumlah dosen dan peneliti di Indonesia berjumlah
jutaan, sehingga sangat kompetitif," tambahnya.
Dengan begitu diperlukannya skema lain agar
penelitian riset dan inovasi di IPB University terus tetap berjalan. Salah
satunya melalui program SeBaRis yang diluncurkan hari ini. Selain itu
diperlukannya kolaborasi lebih lanjut dari bidang industri dan swasta agar
riset dan inovasi tingkat universitas bisa terus dilakukan. SeBaRis adalah
salah satu langkah BRIN dalam membantu dan memfasilitasi lembaga riset di
Indonesia yang bersifat non-pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat
mempercepat pembangunan nasional melalui riset dan inovasi. Hal ini juga sesuai
dengan Rancangan Peraturan Pemerintah Penyelenggaraan Iptek pasal 124 sebagai
turunan dari pasal 40 UU No. 11 tahun 2019.
Dalam RPP Penyelenggaraan Iptek tersebut
menyatakan bahwa BRIN bertanggung jawab untuk menyelenggarakan registrasi
lembaga riset. Ada berbagai manfaat yang bisa dirasakan lembaga riset bila
mendaftarkan diri ke program SeBaRis. Seperti merasakan fasilitas infrastruktur
dan pendanaan yang diberikan oleh pemerintah melalui BRIN.
Deputi Bidang Fasilitas Riset dan Inovasi Badan Riset dan
Inovasi Nasional (BRIN) Agus Haryono, juga menjelaskan industri atau lembaga
riset juga bisa mendapatkan super tax deduction atau insentif pengurangan pajak
super. Insentif ini bisa didapatkan dengan mendaftar dan dibuktikan dengan nomor
registrasi dari sistem SeBaRis.
Pada kesempatan tersebut Kepala BRIN, Laksana Tri
Handoko menjelaskan program ini terbuka untuk umum tidak hanya lembaga riset di
perguruan tinggi. Tetapi untuk seluruh lembaga non-pemerintah di Indonesia. "Semuanya
bisa mendaftar dan mendapat insentif, asal bisa dibuktikan dengan nomor registrasi,"
ujarnya kepada detik edu. Lebih lantut dikatakan bila proses pendaftaran
SeBaRis bersifat wajib bila ingin mendapat insentif pendanaan penelitian pada
lembaga tersebut.
Meski begitu, BRIN tak mewajibkan lembaga riset
non-pemerintah di seluruh Indonesia namun tetap menyediakan sebuah wadah agar
peneliti Indonesia bisa semakin berkembang.
"BRIN ingin mengedepankan bagaimana kita
bisa lebih memfasilitasi lembaga-lembaga riset. Karena BRIN itu ada bukan untuk
periset BRIN," tegasnya. Menurutnya BRIN merupakan tempat untuk seluruh
peneliti dan periset di Indonesia, khususnya bagi periset di kampus dan
industri. Untuk mewujudkannya, kini BRIN telah bekerja sama dengan banyak pihak
termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemedikbudristek),
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) serta berbagai
industri swasta.