[email protected] 0251-8240773
Prestasi

Mahasiswa Ekonomsi Syariah FAIPG UNIDA Raih Penghargaan dalam Videographic Competition IEKI International Student Festival 2025

Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (ESI) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) meraih prestasi pada ajang IEKI International Student Festival (IISF) 2025 yang berlangsung pada 12–14 November 2025. Tim Shineksyar, yang beranggotakan Ahmad Suryana, Fitria Ramadhani Fauziah, dan Melani Anggraeni, dinobatkan sebagai “Best Color Grading Winner” pada kategori Videographic Competition.

Kompetisi ini mempertemukan peserta dari berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional, video yang mereka lombakan berjudul “Beyond the Click: The Riba Trap”, sebuah karya yang menampilkan cerita mengenai isu riba melalui pendekatan visual tersirat.

Diwawancarai Tim Humas UNIDA pada Sabtu (15/11/2025), Ahmad Suryana menjelaskan bahwa konsep video dibangun menggunakan teknik low key lighting untuk menghadirkan suasana tegang pada bagian awal, kemudian dilanjutkan dengan nuansa warm lighting pada bagian akhir. Ahmad menambahkan bahwa riset juga dilakukan dengan mengamati beberapa video layanan masyarakat dan referensi dari beberapa film, seperti Sore – Istri dari Masa Depan dan Hacksaw Ridge agar visual yang dihasilkan lebih matang.

“Motivasi terbesar saya mengikuti IISF 2025 karena ini merupakan ajang internasional dan bidang videografi memang sudah saya minati sejak SMA. Saya tertarik pada aspek cinematography dan color grading sejak mengikuti praktik perfilman di sekolah,” ujar Ahmad Suryana, perwakilan Shineksyar.

Dalam penyusunan karya, kolaborasi tim menjadi bagian penting dalam proses kreatif hingga karya tersebut meraih penghargaan. Ia juga menjelaskan proses produksi video berlangsung selama lima hari.

“Pengambilan gambar dilakukan selama dua hari menyesuaikan jadwal kuliah, sementara proses penyuntingan memakan waktu tiga hari. tentunya dibantu rekan tim saya Fitria dan Melani untuk saran konsep dan voice over pada video yg dibuat,” jelas Ahmad.

Ahmad menyebut suasana IISF 2025 sangat berkesan.

“Kami berkompetisi dengan peserta dari berbagai universitas, termasuk dari luar Pulau Jawa dan luar negeri. Pengalaman seperti ini memberikan pandangan baru dan semangat untuk terus berkembang,” ungkapnya.

Kemenangan Shineksyar menjadi pencapaian yang bermakna bagi tim. Ahmad menyampaikan rasa bangga karena dapat membawa nama Universitas Djuanda dalam ajang internasional tersebut. Ia berharap penghargaan ini menjadi dorongan untuk menghasilkan karya yang lebih matang baik secara visual maupun naratif.

“Kami berharap dapat terus berkontribusi di berbagai kegiatan, khususnya kompetisi videografi, sambil terus membawa nama Universitas Djuanda,” ujarnya.