Mahasiswa FISIPKOM Universitas Djuanda Bogor Menyelenggarakan Sosialisasi Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Sosialisasi Tanggap Darurat Bencana Banjir Di Desa Pandansari
Perkembangan teknologi digital saat ini berkembang begitu pesat, Riset dari data reportal menunjukkan bahwa jumlah pengguna sosial media di Indonesia mencapai 191,4 juta pada Januari 2022. Angka ini meningkat 21 juta atau 12,6 persen dari tahun 2021. Instagram menjadi salah satu media sosial yang paling digemari oleh masyarakat di Indonesia. Jumlah pengguna Instagram di Indonesia mencapai 99,15 juta orang atau setara dengan 35,7 persen dari total populasi.
Pesatnya pertumbuhan media sosial khususnya Instagram sampai saat ini masih belum bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, padahal jika penggunaan Instagram dapat dimanfaatkan dengan baik dan tepat dapat menjadikan salah satu sarana penyebaran informasi yang sangat efektif, karena penyebaran informasi yang cepat, efisien, murah dan memiliki jangkauan yang luas akan sangat memudahkan penyebaran informasi kepada seluruh masyarakat khususnya di Desa Pandansari. Pemanfaatan media sosial merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan dalam penyebaran informasi-informasi mengenai kegiatan-kegiatan atau agenda-agenda yang akan dilakukan. Hal ini karena aksesnya yang mudah dan murah, jangkauannya yang luas. Membuat orang-orang tidak usah bersusah payah untuk dapat mencari atau membagikan informasi apapun terutama dalam pemanfaatan Tanggap Darurat Bencana Banjir di Desa Pandansari.
Melihat peluang yang sangat terbuka untuk pengembangan sosial media di Desa Pandansari maka dari itu Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari prodi Sains Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Ilmu Komputer (Fisipkom) Universitas Djuanda (Unida) melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan sosial media Instagram untuk dapat membantu penyebaran informasi yang cepat dan dapat diakses dengan mudah oleh seluruh warga Pandansari. Sosialisasi ini turut dihadari oleh beberapa ketua RT, RW, perwakilan Desa Pandansari dan juga warga Pandansari.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi dari dosen pembimbing KKN, Ruhimat, S.Sos, M.I.Kom tentang Literasi Kebencanaan Banjir di Desa Pandan Sari. Selanjutnya dilanjutkan dengan pemaparkan materi oleh seorang mahasiswa Rudy Haryadi. Ia memaparkan materi seputar pemanfataan Instagram sebagai media sosialisasi tanggap darurat bencana banjir yang sangat bermanfaat untuk penyebaran informasi yang cepat, tanggap dan memiliki jangkauan yang luas untuk dapat diakses oleh seluruh masyarakat di Desa Pandansari. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang diharapkan dapat memberikan ruang untuk para audiens untuk dapat menjabarkan masalah-masalah yang selama ini menjadi penghambat proses penyebaran informasi melalui melalui media sosial.
Terdapat beberapa tanggapan dari berbagai audiens mengenai sosialisasi yang diadakan para mahasiswa KKN FISIPKOM di Desa Pandansari. Salah satu nya menurut M. Asep Wahyudin menyampaikan bahwa Materi yang disajikan cukup menarik karena kita sudah berada di era globalisasi dengan berbagai kemajuan digital pada saat ini, mungkin ini bisa menjadi solusi untuk upaya gebrakan baru untuk cara penyampaian informasi. Seperti yang kita tau bahwa banyak cara komunikasi salah satu nya media sosial vertikal dan horizontal. Jika dilihat dari partikel nya kita selalu menggunakan media sosial whatsapp sedangkan untuk horizontal nya yaitu media sosial instagram kenapa instagram karena para pejabat tinggi memiliki instagram yang notabene nya ketika ada informasi penting mereka akan ada sikap dengan cepat kepada bawahannya mungkin di sini ada sedikit perbaikan itu pada pemanfaat jalur ciliwung ketika terjadinya bencana banjir di sungai ciliwung tentunya kita menghindari dari sebab-sebab terjadinya banjir tersebut yang terjadi di sini adalah sebuah akibat yang akan terjadi di hilir yang penyebabnya dari kita juga. Yang saya tanggapi di sini yaitu selalu jangan membuang sampah ketika sudah kejadian pastinya panik dan solusinya untuk menjaga aliran sungai ciliwung itu menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai warga ciliwung selalu antisipasi bagaimana menjadi kendala tersebut tidak terjadi bagaimana caranya merawat sungai dan seharusnya di instagram itu perlu adanya admin khusus yang dapat menginfokan mengenai bencana dan informasi mengenai yang berbagai berita valid atau hoax.
Rudy bersama kawan-kawan KKN di Desa Pandansari menyampaikan, bahwa jika memang kami dibutuhkan untuk melakukan sosialisasi lebih lanjut / mengadakan pelatihan khusus untuk membuat, mengolah dan menyebarkan informasi melalui media sosial Instagram serta melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai cara memilih dan memilah berita yang baik dan terpercaya, maka kami akan siap untuk melakukannya agar pemanfataan Instagram sebagai media sosiasisasi tanggap bencana di Desa Pandansari dapat berjalan dengan efektif.
“Kami dari mahasiswa Sains Komunikasi Universitas Djuanda Bogor insyaallah akan siap membantu dalam proses pembuatan konten sosialisasi dan edukasi serta mempromosikan dan mempublikasi berita-berita dan informasi di akun Instagram Desa Pandansari