[email protected] 0251-8240773
Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa Kelompok 1 KKN FIPHAL UNIDA Laksanakan Pendampingan NIB Untuk UMKM Di Desa Palasari Cijeruk

Mahasiswa Kelompok 1 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) melaksanakan program pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bojong Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berfokus pada proses pendampingan dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk upaya penguatan legalitas usaha lokal.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 4–8 Agustus 2025 dengan melibatkan delapan UMKM di Desa Palasari yang bersedia didampingi dalam proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Produk yang dihasilkan meliputi rengginang, renggining, keripik pisang, keripik singkong, keripik talas, dan keripik ubi ungu. Pendampingan diawali dengan kunjungan langsung ke masing-masing pelaku usaha untuk melakukan koordinasi serta mengumpulkan data yang diperlukan dalam pengurusan NIB.

Ketua Kelompok 1 KKN FIPHAL UNIDA, Wija Krisman Harefa mengungkapkan mengungkapkan bahwa pendampingan ini bertujuan memudahkan pelaku usaha dalam mengurus perizinan serta mengikuti program pembinaan.

“Dengan memiliki NIB, pelaku usaha mendapatkan kemudahan dalam mengurus perizinan lain, mengakses program pembinaan atau bantuan dari pemerintah, mengikuti tender atau proyek resmi, serta memperluas peluang kerja sama dengan pihak lain. Selain itu, NIB juga membantu meningkatkan kepercayaan konsumen dan mitra bisnis terhadap usaha yang dijalankan,” ungkapnya.

Nadiyah Rahman, Anggota Kelompok 1 KKN FIPHAL UNIDA menambahkan bahwa beberapa usaha di Desa Palasari memiliki kendala dalam keterbatasan modal, Nadiyah berharap dengan dilaksanakannya pendampingan NIB akan menjadi solusi untuk kendala tersebut.

“Meskipun produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan cita rasa yang baik, tiga UMKM memiliki keterbatasan modal membuat pelaku usaha sulit meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kemasan atau melakukan promosi secara optimal. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya perkembangan usaha dan jangkauan pemasaran, sehingga melalui pendampingan NIB ini diharapkan dapat ditemukan solusi kreatif dan peluang akses permodalan untuk mendukung keberlanjutan serta pertumbuhan usaha mereka,” jelasnya.