[email protected] 0251-8240773
Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa Kelompok 16 KKN UNIDA Wujudkan Pengabdian Nyata di Desa Warudoyong melalui Beragam Program Sosial, Pendidikan, dan Kesehatan

Mahasiswa Kelompok 16 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) di Desa Warudoyong, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, melaksanakan serangkaian program pengabdian masyarakat pada Juli–Agustus 2025. Kegiatan ini mengusung semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat untuk membangun kemandirian, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat solidaritas sosial warga.

Ketua Kelompok 16 KKN FAIPG UNIDA, Pariz Pauzi, menyampaikan bahwa seluruh program dirancang selain untuk menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, juga agar memiliki keberlanjutan setelah KKN berakhir.

“Kami berharap setiap kegiatan yang kami lakukan dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi inspirasi bagi warga untuk terus mengembangkan potensi desa,” ujarnya.

Pariz Pauzi menjelaskan, berbagai program unggulan yang dilaksanakan mencakup bidang ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi kreatif. Di bidang ketahanan pangan, mahasiswa KKN FAIPG UNIDA berpartisipasi dalam pembagian beras kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah desa. Pada sektor pendidikan, mahasiswa KKN FAIPG UNIDA mengadakan Bimbingan Belajar Gratis dan Literasi, kegiatan mengajar di SDN Sukatani dan SDN Warudoyong, serta sosialisasi pencegahan bullying untuk membentuk karakter siswa yang empati dan menghargai sesama.

Kesadaran digital warga juga menjadi perhatian melalui sosialisasi bahaya judi online dan pinjaman online ilegal yang menyoroti dampak hukum, sosial, dan finansial. Di bidang kesehatan, mahasiswa menginisiasi Senam Sehat Mingguan yang disambut antusias oleh masyarakat sebagai sarana menjaga kebugaran sekaligus mempererat silaturahmi.

Kepedulian lingkungan diwujudkan melalui program Jum’at Bersih yang melibatkan warga membersihkan area pemukiman, saluran air, dan ruang publik. Sementara di ranah ekonomi kreatif, mahasiswa mengadakan pelatihan kerajinan tangan ecoprint bagi ibu-ibu dan remaja desa, memperkenalkan teknik cetak alami ramah lingkungan yang memiliki nilai estetis sekaligus peluang usaha.

Kepala Desa Warudoyong mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang dinilai membawa energi positif, pengetahuan baru, dan semangat gotong royong. Warga pun merespons dengan antusias, terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap kegiatan.