[email protected] 0251-8240773
Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa KKN FAIPG UNIDA Dampingi Ibu-Ibu Desa Cipelang Bangun UMKM Halal Melalui Program Madrasah Usaha Ibu

Mahasiswa Kelompok 2 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) yang bertugas di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menyelenggarakan kegiatan Madrasah Usaha Ibu (MUI) bertema “Riba VS Rezeki Berkah” sekaligus sosialisasi pembentukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Teras Posko KKN Desa Cipelang, Minggu (27/7/2025).

Kegiatan MUI bertujuan memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM Desa Cipelang terkait bahaya riba, alternatif pembiayaan berbasis syariah, serta perencanaan usaha halal yang berkelanjutan. Adapun sosialisasi pembentukan UMKM difokuskan pada pendampingan ibu rumah tangga untuk mengembangkan usaha produktif yang mampu menopang perekonomian keluarga.

Anggota Kelompok 2 KKN FAIPG UNIDA, Clarisa Damayanti Mausul, menyampaikan bahwa riba dapat diibaratkan sebagai penyakit yang memperburuk kondisi keuangan.

“Riba itu seperti penyakit yang membuat kita semakin sulit keluar dari masalah keuangan. Islam memberikan solusi melalui sistem pembiayaan syariah yang adil dan tanpa bunga, sehingga usaha kita lebih berkah dan hati lebih tenang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yustia Nursyifa, anggota Kelompok 2 lainnya, menjelaskan peran penting UMKM sebagai penggerak ekonomi.

“UMKM adalah unit usaha produktif milik perorangan atau badan usaha yang memenuhi kriteria tertentu. Di Indonesia, UMKM menjadi tulang punggung perekonomian karena jumlahnya yang sangat banyak serta kemampuannya menyerap tenaga kerja. Jika dikelola dengan prinsip syariah, hasil yang diperoleh insyaallah akan membawa keberkahan,” paparnya.

Pelaku UMKM Kripik Singkong Desa Cipelang, Ami, mengaku mendapatkan wawasan baru terkait pengelolaan usaha halal.

“Kegiatan ini memberikan pengetahuan tentang bagaimana menjalankan usaha halal, mulai dari produksi hingga pemasaran digital di media sosial. Saya jadi lebih paham bagaimana membangun usaha agar lebih dikenal masyarakat luas dan berpotensi meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Siti, pelaku UMKM Seblak Prasmanan Desa Cipelang, mengungkapkan antusiasmenya setelah mengetahui adanya alternatif modal usaha tanpa riba.

“Kegiatan ini membuka mata dan hati saya, bahwa ternyata ada cara meminjam modal secara halal tanpa bunga. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya lebih semangat untuk belajar membangun usaha dengan modal halal agar hasil yang diperoleh sesuai harapan,” tuturnya.