[email protected] 0251-8240773
Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa KKN FAIPG UNIDA di Desa Tanjungsari Latih Warga Desa Ubah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

Mahasiswa Kelompok 7 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan kegiatan edukatif bertema “Mengubah Limbah Menjadi Nilai Guna untuk Lingkungan yang Lebih Bersih dan Sehat” pada Sabtu (10/8/2025) di Kantor Desa Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dihadiri warga dan perangkat desa yang antusias mempelajari teknik pengolahan minyak goreng bekas menjadi produk bernilai ekonomi.

Acara yang berlangsung tersebut menghadirkan inovasi kreatif dalam mengatasi permasalahan limbah minyak jelantah melalui pembuatan lilin aromaterapi.

Dellia Eka Agustiana selaku pemateri menjelaskan bahaya membuang minyak jelantah sembarangan, karena dapat mencemari lingkungan serta berdampak buruk bagi kesehatan.

“Minyak jelantah adalah minyak goreng bekas yang telah digunakan berulang kali sehingga berubah warna, bau, dan kandungan kimianya. Jika dibuang sembarangan, minyak ini dapat mencemari tanah dan air, bahkan membahayakan kesehatan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat terinspirasi untuk mengelola limbah dengan bijak demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya, Dellia juga menjelaskan proses pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, meliputi penyaringan minyak, pencampuran dengan lilin komersial dan palm wax, penambahan pewarna serta aroma, kemudian dicetak. Inovasi ini dinilai mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha kreatif bagi masyarakat.

Ibu Ati, salah seorang warga Desa Tanjungsari, menyampaikan apresiasinya atas program tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan pencerahan baru bagi masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena saya jadi tahu bahwa minyak jelantah yang biasanya dibuang ternyata bisa diolah menjadi lilin aromaterapi yang cantik dan wangi,” ungkapnya.

“Selain mengurangi limbah, hasilnya juga bisa dijual sehingga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN FAIPG UNIDA berharap masyarakat dapat terdorong membiasakan diri mengolah limbah secara kreatif agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan lestari, sekaligus membuka peluang usaha berbasis daur ulang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi.