Mahasiswa KKN FAIPG UNIDA Hadirkan "Kampung Arab Ceria" untuk Anak-anak Desa Tanjungsari
Mahasiswa Kelompok 7 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Djuanda (UNIDA) menghadirkan program inovatif “Kampung Arab Ceria” dengan tema “Jelajah Arab, Kenali Anggota Tubuhmu & Planet di Atas Sana”. Kegiatan ini berlangsung pada 1–8 Agustus 2025 di Posko KKN RT 01/RW 01, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Program yang dipimpin oleh Syifa Fauziah Fitriani ini menghadirkan pembelajaran Bahasa Arab dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, khususnya mengenalkan kosakata seputar anggota tubuh dan tata surya kepada anak-anak.
“Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengenalkan Bahasa Arab kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Dalam proses belajar, pendekatan kreatif sangat dibutuhkan agar anak-anak tidak merasa bosan dan justru tertarik untuk terus belajar,” ujar Syifa.
Kegiatan dilengkapi dengan pengulangan kosakata secara bersama-sama melalui tanya jawab cepat, bernyanyi lagu Bahasa Arab bertema tubuh dan tata surya, serta aktivitas kreatif berupa pembuatan model tata surya dari clay dengan label nama Arab pada setiap planet. Kegiatan ditutup dengan doa bersama menggunakan nyanyian berbahasa Arab.
Syifa menambahkan, pemilihan topik tubuh dan tata surya didasarkan pada kedekatannya dengan kehidupan sehari-hari serta kemampuannya membangkitkan rasa ingin tahu anak-anak terhadap bahasa maupun alam semesta.
“Melalui media visual, permainan, dan aktivitas kreatif seperti menulis, menyanyi, serta membuat kreasi tata surya dari clay, anak-anak tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga melatih daya ingat, keterampilan motorik, dan imajinasi mereka,” paparnya.
Metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan membuat suasana belajar lebih hidup. Anak-anak mampu memahami kosakata Bahasa Arab dengan mudah sekaligus aktif berpartisipasi sepanjang kegiatan.
Tim mahasiswa KKN FAIPG UNIDA berharap “Kampung Arab Ceria” dapat berlanjut menjadi program rutin yang menumbuhkan minat serta kecintaan anak-anak terhadap Bahasa Arab.
“Selain memperkuat dasar bahasa Arab, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri anak-anak dalam menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dukungan semua pihak, semoga kampung ini menjadi pusat pembelajaran bahasa yang inspiratif dan membawa manfaat jangka panjang,” tutup Syifa.