Mahasiswa KKN FAIPG UNIDA Selenggarakan Bimbel Bermain dan Calistung "Misi Superhero Matika dan Literasi" untuk Siswa SD
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7 Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) adakan program bimbingan belajar (bimbel) bermain dan calistung (baca, tulis, hitung) bertemakan "Misi Superhero Matika dan Literasi" yang diikuti oleh puluhan siswa sekolah dasar di wilayah RT 01/RW 01 Tajurhalang pada tanggal 2 s/d 10 Agustus 2025.
Kegiatan yang diselenggarakan di Posko KKN Kelompok 7 ini dipandu oleh enam mahasiswa yang terdiri dari Shofia Saniah Nuriah, Nisa Nur Azizah, Wafa Khilda Dalilah, Dellia Eka Agustiana, Gita Yuniar, dan Nur Zahroul Mawardiyah dengan menggunakan metode pembelajaran interaktif melalui kartu angka dan game Wordwall.
Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung siswa SD melalui pendekatan bermain sambil belajar, khususnya dalam memahami konsep perkalian 1-3.
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian dan kepedulian kami untuk membantu adik-adik belajar membaca, menulis, dan berhitung dengan cara yang menyenangkan," ungkap Nur Zahroul Mawardiyah.
Pembelajaran dilanjutkan dengan permainan edukatif menggunakan platform Wordwall. Shofia Saniah Nuriah menjelaskan bahwa mahasiswa menampilkan soal-soal perkalian 1-3, kemudian anak dipanggil secara bergiliran untuk memilih jawaban yang benar di layar.
Salah satu siswa memberikan respons positif terkait metode pembelajaran yang dilakukan oleh para mahasiswa KKN.
"Kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan bagi kami. Kakak-kakak mahasiswa yang membimbing ramah, sabar, dan selalu memberi semangat, sehingga kami tidak takut untuk mencoba dan bertanya."
Para siswa juga mengapresiasi metode pembelajaran yang tidak membosankan karena diselingi dengan permainan, bernyanyi, dan penggunaan kartu angka yang memudahkan pemahaman. Mereka mengaku menjadi lebih lancar membaca, menulis dengan rapi, dan menghitung perkalian sederhana dengan cepat.
Program ini menggunakan pendekatan "bermain sambil belajar" yang mengajak siswa menjadi "pahlawan pintar" yang berani mencoba dan tidak takut salah. Wafa Khilda Dalilah menekankan bahwa ice breaking membantu anak lebih siap menerima materi pembelajaran.
Sebagai evaluasi, mahasiswa mengajak anak mengulang hafalan perkalian 1-3 bersama-sama dan memberikan beberapa soal cepat untuk mengukur pemahaman materi. Kegiatan ditutup dengan penyampaian rangkuman pembelajaran, motivasi agar anak rajin berlatih di rumah, dan doa bersama.
Program bimbel ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan calistung siswa, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mempersiapkan mereka lebih baik dalam mengikuti pelajaran di sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa, siswa, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak.