[email protected] 0251-8240773
Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa KKN FAPERTA dan FILKOM UNIDA Ciptakan Inkubator Entog untuk Tingkatkan Produktivitas Peternak Desa Pabuaran

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian (FAPERTA) dan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Djuanda (UNIDA) menciptakan inovasi teknologi tepat guna berupa inkubator entog di Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar pada 4 Agustus 2025 ini mengusung tema “Pemberdayaan Peternak Unggas melalui Inkubator Entog”.

Program yang diikuti lima mahasiswa, yakni Mochamad Damar Febrian, Wildan Khoirul Fikri, Rasyid Qailani Wildan, Muhamad Zidan Al-farish, dan Syahrul Ferdyansyah ini hadir sebagai solusi atas rendahnya tingkat daya tetas telur entog yang dengan metode alami hanya mencapai 50–60 persen.

Mochamad Damar Febrian menjelaskan, inkubator entog tersebut dibuat dari bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh, seperti kayu, triplek, lampu pijar, dan termometer sehingga dapat dijangkau oleh peternak.

“Proses pembuatannya dimulai dari pembuatan rangka, pengaturan ventilasi, hingga penempatan rak telur,” ungkapnya.

Sementara itu, Wildan Khoirul Fikri menambahkan bahwa inkubator ini dirancang untuk mengontrol suhu optimal 37°C dengan kelembapan 50–70 persen. Hal ini membuat proses pengeraman lebih efisien dan mampu mengurangi risiko kegagalan penetasan, terutama saat musim hujan.

Inovasi ini juga dibarengi dengan pendampingan kepada peternak mengenai cara memilih telur sehat, pengaturan suhu dan kelembapan sesuai tahap penetasan, serta teknik pembalikan telur secara rutin agar hasil lebih maksimal.

Ketua RW 09 Desa Pabuaran, Nita, memberikan apresiasi positif terhadap program mahasiswa UNIDA tersebut.

“Kegiatan ini bermanfaat karena memberi solusi nyata untuk meningkatkan hasil ternak. Inkubatornya sederhana, murah, tapi fungsional. Kami berharap bisa dibuat lebih banyak untuk peternak lain di desa,” ujarnya.

Dengan hadirnya teknologi sederhana namun efektif ini, daya tetas telur entog diproyeksikan meningkat hingga 80–90 persen. Selain itu, program KKN ini juga membuka peluang terbentuknya kelompok usaha kecil berbasis penetasan unggas yang dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat desa.