Mahasiswa KKN-T FAPERTA UNIDA Kenalkan Siswa SDN Srogol 3 Cigombong Tanaman Hidroponik
Mahasiswa
Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Fakultas Pertanian (FAPERTA)
Universitas Djuanda (UNIDA) di Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Kabupaten
Bogor adakan sosialisasi pemanfaatan botol bekas untuk pembuatan tanaman
hidroponik. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 28 Agustus 2023 ini dilaksanakan
di SDN Srogol 3 dengan sasaran siswa-siswi kelas 4.
Kegiatan
tersebut merupakan inovasi dari mahasiswa Kelompok 11 KKN-T FAPERTA UNIDA sebagai
upaya pemanfaatan bahan bekas dalam pembuatan hidroponik yang merupakan salah
satu cara berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk meningkatkan produksi
pertanian tanpa media tanah.
Kegiatan
ini juga mengajarkan kepada anak-anak pentingnya pemanfaatan barang bekas selain sebagai
edukasi kepada siswa kelas 4 SDN Grogol 3 mengenai lingkup ilmu tanaman
hidroponik.
Dalam
pelaksanaanya, rangkaian kegiatan yang disusun yaitu meliputi materi tentang hidroponik,
dan bagaimana tata cara membuat hidroponik dengan botol bekas.
Harti,
perwakilan mahasiswa KKN kelompok ini mengungkapkan bahwa pemanfaatan bahan
bekas dalam hidroponik adalah contoh nyata dari bagaimana teknologi dapat
digunakan untuk mengatasi tantangan pertanian modern sembari mendukung
keberlanjutan dan efisiensi sumber daya.
“Kegiatan
ini memiliki tujuan yang sangat penting, yaitu mengedukasi kita semua tentang
bagaimana kita dapat menggunakan botol bekas sebagai wadah untuk pertanian
hidroponik. Ini bukan hanya cara inovatif untuk mengurangi limbah plastik,
tetapi juga membuka pintu kepada kita untuk berkontribusi dalam menghasilkan makanan
secara berkelanjutan, bahkan dalam ruang terbatas, bahan bekas yang mudah Anda
temukan sehari-hari,” tuturnya.
Harti
menambahkan, melalui kegiatan ini ia berharap dapat meningkatkan kesadaran
tentang pentingnya menjaga lingkungan dan meminimalkan dampak negatif limbah
plastik terhadap bumi.
“Dengan
mengubah botol bekas menjadi wadah hidroponik, kita sedang melakukan langkah
positif menuju keberlanjutan dan kelestarian alam,” ungkapnya.
Kegiatan
ini tidak lepas dari dukungan dan partisipasi baik yang di berikan oleh pihak
sekolah. Salah satu guru dari SDN Srogol 3 mengungkapkan kesan baik dengan
dilaksanakannya kegiatan tersebut.
“Dengan
adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat memperoleh pengetahuan dan
pengalaman dalam membuat sistem hidroponik menggunakan barang-barang bekas.
Kami berharap agar anak-anak dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh
untuk praktik mandiri di rumah, terutama dalam pemanfaatan barang bekas dan
penerapan sistem tanam hidroponik,” ujar salah seorang guru. 