[email protected] 0251-8240773
Kegiatan Kemahasiswaan

Mahasiswa KKN Tematik FAIPG UNIDA Berikan Edukasi Pencegahan Stunting kepada Warga Desa Cileungsi

Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Permasalahan terkait dengan stunting ini perlu diatasi dari mulai pencegahan hingga pengentasan. Oleh karena itu, Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) di Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor dalam program pengabdiannya menyelenggarakan kegiatan Seminar Pencegahan Stunting pada Rabu (9/8/2023).

 

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Desa Cileungsi tersebut menghadirkan Dosen Fakultas Ilmu Pangan Halal Ir. Noli Novidahlia, M.Si sebagai narasumber.

 

Ketua Pelaksana kegiatan Hasbiya Salsabila mengungkapkan, berdasarkan hasil wawancara dengan pihak desa, terdapat 7 anak yang terindikasi mengalami gizi buruk dan 1 anak terindikasi mengalami stunting. Hal ini disebabkan karena kurangnya wawasan masyarakat terkait makanan bergizi dan penyakit yang menghambat tumbuh kembang anak. Sehingga diperlukan sebuah kegiatan yang mampu menambah wawasan Masyarakat.

 

“Pada seminar ini materi yang akan dibahas yaitu mengenai pengertian stunting, penyebab stunting, pencegahan dan upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari stunting, dan beberapa makanan bergizi yang berasal dari tanaman pekarangan rumah,” ujarnya.

 

Hasbiya Salsabila juga menuturkan, tujuan diadakannya seminar stunting ini yaitu untuk memberitahukan kepada masyarakat khususnya warga Desa Cileungsi mengenai stunting dan olahan makanan bergizi yang berasal dari pekarangan rumah.

 

Alhamdulillah acara seminar ini berjalan dengan baik dan lancar, dengan dihadiri sebanyak 100 peserta yang berasal dari warga Desa Cileungsi. Diharapkan juga melalui kegiatan ini dapat menambah wawasan bagi warga Desa Cileungsi, khususnya bagi para Kader dan ibu-ibu yang memiliki anak usia rawan terkena stunting,” tuturnya.

 

Turut hadir, Junaedi selaku Sekretaris Desa Cileungsi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemahaman tentang stunting sangat penting diketahui oleh warga desa. Hal ini agar bisa terhindar dari kekurangan gizi dan keterlambatan tumbuh kembang.

 

Sementara itu pada sesi pemaparan materi, Ir. Noli Novidahlia, M.Si menjelaskan, stunting menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Stunting dapat dicegah dengan pola hidup sehat, imunisasi, kemudahan akses terhadap sanitasi dan air bersih yang mudah, edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja, edukasi persalinan dan pentingnya melakukan inisiasi menyusu dini.

 

“Biasanya, stunting mulai terjadi saat anak masih berada dalam kandungan dan terlihat saat mereka memasuki usia dua tahun. Stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor genetika, tetapi disebabkan pula oleh faktor ekonomi, lingkungan, dan penyakit,” terangnya.

 

Salah satu peserta Atin mengungkapkan, pengetahuan tentang stunting sangat penting bagi warga agar anak maupun cucu dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat.

 

“Alhamdulillah hari ini kami mendapat banyak ilmu yang bermanfaat, salah satunya juga diberikan edukasi makananan apa saja yang baik untuk tumbuh kembang anak, mulai dari makanan yang mengandung protein hewani sampai ASI ekslusif,” ujar Atin.