[email protected] 0251-8240773
Berita

Mahasiswa PGSD UNIDA Gelar Seminar Profesi Keguruan, Tekankan Pentingnya Etika dan Karakter Guru

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar Seminar Profesi Keguruan bertema “Revitalisasi Peran Ikatan Guru Indonesia (IGI) dalam Penguatan Etika dan Karakter Guru” di Ruang F.303 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIDA, Jumat (22/05/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah yang diampu oleh Assoc. Prof. Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd sebagai bentuk pembekalan mahasiswa calon guru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di era digital.

Seminar tersebut turut dihadiri Sekretaris Program Studi PGSD UNIDA, Irwan Efendi, S.H., M.Pd., serta menghadirkan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Bogor, Kusma Gumarang, sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Irwan Efendi menegaskan bahwa kesiapan menjadi seorang guru harus dibangun secara menyeluruh, mencakup kompetensi akademik, etika, hingga karakter pribadi.

“Mahasiswa calon guru harus mempersiapkan diri dari sisi akademik, pembentukan karakter, etika, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Kusma Gumarang menjelaskan bahwa seorang guru dituntut menguasai empat kompetensi utama, yakni pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional. Menurutnya, seluruh kompetensi tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi penting dalam menjalankan profesi pendidik.

“Seorang guru bukan sekadar mampu menyampaikan materi pelajaran dengan baik, tetapi juga harus memiliki integritas, mampu membangun komunikasi yang tulus dengan siswa dan orang tua, serta terus mengembangkan diri mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga sikap dan keteladanan di tengah perkembangan media sosial. Menurutnya, seorang guru akan selalu menjadi figur yang diperhatikan masyarakat, baik di lingkungan sekolah maupun di kehidupan sehari-hari.

“Guru itu keteladanannya tidak mengenal batas ruang dan waktu. Di mana pun berada, perilaku dan sikapnya harus mencerminkan nilai moral dan etika seorang pendidik. Apalagi di era digital ini, jejak digital guru dapat dilihat oleh siapa saja,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kusma turut mengajak mahasiswa PGSD untuk aktif dalam organisasi profesi sebagai bagian dari pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Melalui organisasi seperti IGI, para guru dapat mengikuti berbagai pelatihan, workshop, komunitas belajar, dan program peningkatan kapasitas lainnya.

“IGI hadir sebagai ruang bagi guru untuk terus tumbuh, berbagi pengalaman, dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, ia menggambarkan sosok guru ideal sebagai pribadi yang kreatif, adaptif, inovatif, serta memiliki semangat belajar yang tinggi. Menurutnya, guru memiliki peran lebih luas dibanding sekadar penyampai materi pembelajaran.

“Guru yang baik bukan hanya mengajar, tetapi juga mampu menjadi inspirator dan penggerak perubahan bagi peserta didik maupun lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Diskusi yang berlangsung membahas berbagai persoalan seputar profesi guru, etika pendidik, hingga penguatan karakter dalam dunia pendidikan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PGSD UNIDA diharapkan semakin siap menjadi pendidik profesional yang kompeten, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.