Mahasiswa PMM 3 UNIDA Pelajari Strategi Pemerintah Kota Bogor dalam Menjaga Kerukunan dan Keberagaman Etnis Masyarakat
Mahasiswa program
Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 3 Universitas Djuanda (UNIDA) lakukan
kunjungan inspirasi di Balai Kota Bogor, pada Sabtu di gedung Paseban Sri Bima
(25/11/2023).
Kegiatan ini diisi
langsung oleh Wali Kota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto dan didampingi oleh Alma
Wiranta selaku Kapala
Bagian Hukum dan HAM.
Kegiatan ini juga
dihadiri oleh Dr. Laode Amril selaku Koordinator Perguruan Tinggi PMM 3 UNIDA
serta Dosen Modul Nusantara Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P dan 45 mahasiswa
PMM 3 UNIDA.
Dosen Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIDA sekaligus Pembimbing Modul Nusantara
Kelompok 1 Sadulur Kadeudeuh Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P menjelaskan
bahwasannya kegiatan ini menjadi salah satu outcome dalam kerangka kerja
logis modul nusantara.
"Harapan
dilaksanakan kegiatan Inspirasi ini adalah Mahasiwa mampu memiliki peningkatan
toleransi dalam menjaga kebinekaan global," ucapnya.
Menurut Bima Arya,
penyebab masalah sosial itu beragam, mulai dari persoalan politik, ekonomi,
maupun keyakinan (yang tidak komprehensif).
"Toleransi ini
merupakan bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Salah satu strategi yang
selalu diterapkan untuk menjaga kerukunan dalam keberagaman etnis adalah dengan
symbolic gestures (gerak-gerik dari perilaku), yang selalu dilaksanakan
adalah saling berkunjung dan melibatkan pemuka-pemuka agama, melindungi dan
mendukung perayaan-perayaan agama, berdiskusi, bernegosiasi dan
berdiplomasi,".
Menurut data tahun
2022, Kota Bogor menempati peringkat ke-empat di Indonesia dalam tingkatan
nilai toleransi. Capaian ini merupakan prestasi Kota Bogor yang sebelumnya di
tahun 2017 menempati tiga besar sebagai kota yang intoleran.
Ivo Warokah,
mahasiswi asal Universitas Pasir Pangaraian anggota kelompok Modul Nusantara
Sadulur Kadeudeuh mengungkap kekagumannya pada upaya Pemerintah Kota menjaga kerukunan
dan toleransi masyarakatnya.
"Toleransi di
Kota Bogor itu salah satunya ditunjukkan dari bangunan tempat ibadah yang
bersampingan, dan hal ini pantas untuk diapresiasi," tuturnya.