[email protected] 0251-8240773
Berita

Mahasiswa PMM 3 UNIDA Pelajari Strategi Pemerintah Kota Bogor dalam Menjaga Kerukunan dan Keberagaman Etnis Masyarakat

Mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 3 Universitas Djuanda (UNIDA) lakukan kunjungan inspirasi di Balai Kota Bogor, pada Sabtu di gedung Paseban Sri Bima (25/11/2023).

Kegiatan ini diisi langsung oleh Wali Kota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto dan didampingi oleh Alma Wiranta selaku Kapala Bagian Hukum dan HAM.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. Laode Amril selaku Koordinator Perguruan Tinggi PMM 3 UNIDA serta Dosen Modul Nusantara Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P dan 45 mahasiswa PMM 3 UNIDA.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIDA sekaligus Pembimbing Modul Nusantara Kelompok 1 Sadulur Kadeudeuh Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P menjelaskan bahwasannya kegiatan ini menjadi salah satu outcome dalam kerangka kerja logis modul nusantara.

"Harapan dilaksanakan kegiatan Inspirasi ini adalah Mahasiwa mampu memiliki peningkatan toleransi dalam menjaga kebinekaan global," ucapnya.

Menurut Bima Arya, penyebab masalah sosial itu beragam, mulai dari persoalan politik, ekonomi, maupun keyakinan (yang tidak komprehensif).

"Toleransi ini merupakan bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Salah satu strategi yang selalu diterapkan untuk menjaga kerukunan dalam keberagaman etnis adalah dengan symbolic gestures (gerak-gerik dari perilaku), yang selalu dilaksanakan adalah saling berkunjung dan melibatkan pemuka-pemuka agama, melindungi dan mendukung perayaan-perayaan agama, berdiskusi, bernegosiasi dan berdiplomasi,".

Menurut data tahun 2022, Kota Bogor menempati peringkat ke-empat di Indonesia dalam tingkatan nilai toleransi. Capaian ini merupakan prestasi Kota Bogor yang sebelumnya di tahun 2017 menempati tiga besar sebagai kota yang intoleran.

Ivo Warokah, mahasiswi asal Universitas Pasir Pangaraian anggota kelompok Modul Nusantara Sadulur Kadeudeuh mengungkap kekagumannya pada upaya Pemerintah Kota menjaga kerukunan dan toleransi masyarakatnya.

"Toleransi di Kota Bogor itu salah satunya ditunjukkan dari bangunan tempat ibadah yang bersampingan, dan hal ini pantas untuk diapresiasi," tuturnya.