Mahasiswa PMM UNIDA Berikan Pendampingan Psikososial dan Trauma Healing Pasca Satu Bulan Gempa Cianjur
Belasan mahasiswa yang tergabung dalam program Pertukaran
Mahasiswa Merdeka (PMM) di Universitas Djuanda (UNIDA) melaksanakan pendampingan
psikososial kepada lebih dari 100 anak-anak korban bencana gempa Cianjur pada
Kamis (22/12). Hal ini dilakukan dengan didasari atas kepedulian mahasiswa
untuk meminimalisir trauma yang terjadi pada anak-anak korban bencana gempa Cianjur.
Kegiatan yang merupakan bentuk kontribusi sosial dalam rangkaian modul
nusantara PMM ini dilaksanakan di desa Gasol kecamatan Cugenang Cianjur.
Sebelum terjun melaksanakan pendampingan psikososial,
mahasiswa telah menerima pembekalan dan pelatihan pendampingan psikososial
dari narasumber ahli. Pada pelaksanaannya, mahasiswa mengajak anak-anak
beraktivitas ringan yang menggembirakan untuk menghilangkan rasa trauma dalam
diri mereka. Bentuk aktivitas tersebut antara lain seperti jendela emosi (menggambar
tempat yang menurut mereka adalah tempat yang membahagiakan), menyusun puzzle
gambar kesenangan, bermain ular-ularan, bermain balon dan mainan viral latto-latto.
“Aku senang banget hari ini bisa bermain bersama
kakak-kakak mahasiswa.. sering-sering main ke sini ya kak…” Ucap Yusuf, salah
seorang anak yang masih bertahan di tenda pengungsian pasca 1 bulan gempa
Cianjur.
“Pendampingan psikososial yang dilaksanakan para mahasiswa ini merupakan rangkaian kontribusi sosial modul nusantara program PMM. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Kemdikbudristek. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengasah dan meningkatkan kepekaan sosial mahasiswa terhadap lingkungan sekitar terutama dalam konteks tanggap bencana seperti saat ini”, ungkap Resti Yektyastuti sebagai dosen pembimbing program PMM.
Sebagai bentuk tanggap bencana, sejak satu bulan
sebelumnya mahasiswa telah mulai melakukan
penggalangan dana, persiapan pembelanjaan bantuan (pangan, tenda
darurat, obat-obatan dan pakaian), hingga penyaluran bantuan ke lokasi
terdampak gempa. Aksi para mahasiswa pertukaran di Universitas Djuanda ini
menjadi sorotan dan mendapat apresiasi langsung dari tim panitia pusat PMM
Kemdikbudristek. Hal ini menjadi penambah semangat para mahasiswa program PMM
untuk terus memberikan kepedulian kepada masyarakat.
Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka merupakan salah
satu program unggulan Kemdikbudristek dalam Merdeka Belajar-Kampus Merdeka
(MBKM). Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh daerah Indonesia
yang mengikuti Program PMM, dimana para mahasiswa diberi kesempatan untuk
mendapatkan pengalaman belajar selama 1 semester di perguruan tinggi terbaik di
seluruh Indonesia di luar pulau asal mereka. Universitas Djuanda Bogor menerima
107 orang mahasiswa dari 40 perguruan tinggi di luar pulau Jawa.
