[email protected] 0251-8240773
Berita

Mahasiswa PMM UNIDA Berikan Pendampingan Psikososial dan Trauma Healing Pasca Satu Bulan Gempa Cianjur

Belasan mahasiswa yang tergabung dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Universitas Djuanda (UNIDA) melaksanakan pendampingan psikososial kepada lebih dari 100 anak-anak korban bencana gempa Cianjur pada Kamis (22/12). Hal ini dilakukan dengan didasari atas kepedulian mahasiswa untuk meminimalisir trauma yang terjadi pada anak-anak korban bencana gempa Cianjur. Kegiatan yang merupakan bentuk kontribusi sosial dalam rangkaian modul nusantara PMM ini dilaksanakan di desa Gasol kecamatan Cugenang Cianjur.  

Sebelum terjun melaksanakan pendampingan psikososial, mahasiswa telah menerima pembekalan dan pelatihan pendampingan psikososial dari narasumber ahli. Pada pelaksanaannya, mahasiswa mengajak anak-anak beraktivitas ringan yang menggembirakan untuk menghilangkan rasa trauma dalam diri mereka. Bentuk aktivitas tersebut antara lain seperti jendela emosi (menggambar tempat yang menurut mereka adalah tempat yang membahagiakan), menyusun puzzle gambar kesenangan, bermain ular-ularan, bermain balon dan mainan viral latto-latto.

“Aku senang banget hari ini bisa bermain bersama kakak-kakak mahasiswa.. sering-sering main ke sini ya kak…” Ucap Yusuf, salah seorang anak yang masih bertahan di tenda pengungsian pasca 1 bulan gempa Cianjur.

“Pendampingan psikososial yang dilaksanakan para mahasiswa ini merupakan rangkaian kontribusi sosial modul nusantara program PMM. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Kemdikbudristek. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengasah dan meningkatkan kepekaan sosial mahasiswa terhadap lingkungan sekitar terutama dalam konteks tanggap bencana seperti saat ini”, ungkap Resti Yektyastuti sebagai dosen pembimbing program PMM.

Sebagai bentuk tanggap bencana, sejak satu bulan sebelumnya mahasiswa telah mulai melakukan  penggalangan dana, persiapan pembelanjaan bantuan (pangan, tenda darurat, obat-obatan dan pakaian), hingga penyaluran bantuan ke lokasi terdampak gempa. Aksi para mahasiswa pertukaran di Universitas Djuanda ini menjadi sorotan dan mendapat apresiasi langsung dari tim panitia pusat PMM Kemdikbudristek. Hal ini menjadi penambah semangat para mahasiswa program PMM untuk terus memberikan kepedulian kepada masyarakat.

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka merupakan salah satu program unggulan Kemdikbudristek dalam Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh daerah Indonesia yang mengikuti Program PMM, dimana para mahasiswa diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman belajar selama 1 semester di perguruan tinggi terbaik di seluruh Indonesia di luar pulau asal mereka. Universitas Djuanda Bogor menerima 107 orang mahasiswa dari 40 perguruan tinggi di luar pulau Jawa.