Mahasiswa UNIDA Borong Gelar Juara pada Kejuaraan Pencak Silat UIKA Championship 2 Tahun 2025
Mahasiswa Universitas Djuanda (UNIDA) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Pencak Silat Universitas Djuanda (IPSIDA) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang Kejuaraan Pencak Silat UIKA Championship 2 Tahun 2025 antar pelajar dan mahasiswa, kontingen UNIDA sukses meraih sejumlah gelar juara.
Kejuaraan tersebut diselenggarakan pada 5–7 Desember 2025 di Gor Gymanslum SV IPB, Kota Bogor, dan diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi serta sekolah dari seluruh Indonesia.
Adapun mahasiswa UNIDA yang berhasil meraih prestasi pada kejuaraan tersebut yaitu Hapiz Saepul Ramadan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab meraih Juara I Kategori Seni Tunggal Dewasa Putra, Novia Fitriani Awaliah Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab meraih Juara I Kategori Seni Tunggal Dewasa Putri, Khansa Hanifah Mujahidah Mahasiswa Prodi Perbankan Syari’ah meraih Juara I Kategori Tanding Kelas C Dewasa Putri, Rijal Mahendra Mahasiswa Prodi Sains Komunikasi meraih Juara I Kategori Seni Tunggal Dewasa Putra, Salwa Maisya Shafwatunnisa Mahasiswa Prodi Sains Komunikasi meraih Juara I Kategori Seni Tunggal Dewasa Putri, Tiara Sri Rahayu Mahasiswa Prodi Akuntansi meraih Juara II Kategori Tanding Kelas Under Dewasa Putri, Sebriana Febrianti Agus Mahasiswa Prodi Manajemen meraih Juara I Kategori Seni Tunggal Dewasa Putri dan Juara I Tanding Kelas A Dewasa Putri.
Rektor UNIDA, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian para mahasiswa tersebut.
“Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mahasiswa UNIDA yang telah mengharumkan nama universitas di tingkat nasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNIDA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berprestasi di bidang olahraga dan seni bela diri. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berlatih, berprestasi, dan menjaga sportivitas,” ujarnya.
Ia juga berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas academika UNIDA untuk terus mengembangkan potensi diri serta berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Sementara itu pelatih IPSIDA, Sulistio, menegaskan bahwa capaian para atlet merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Ia menjelaskan proses latihan tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga pada pembentukan mental serta kedisiplinan atlet.
“Kunci pembinaan atlet hingga meraih prestasi terletak pada program latihan yang dirancang secara ilmiah, bertahap, dan konsisten. Program tersebut mencakup latihan fisik, teknik, taktik, dan pembentukan mental atlet,” ujarnya.
Senada dengan salah satu atlet tanding IPSIDA, Hapiz Saepul Ramadan yang menekankan pentingnya niat dan motivasi dalam proses latihan. Ia menilai bahwa konsistensi latihan menjadi kunci utama, terutama pada kategori seni yang menuntut ketepatan dan hafalan gerakan.
“Sejak awal saya menanamkan niat dan menjaga motivasi agar latihan bisa maksimal. Tanpa niat dan motivasi, latihan biasanya tidak konsisten. Di kategori seni, latihan menjadi sangat penting karena setiap gerakan harus benar-benar dikuasai,” ungkapnya.