Mahasiswa UNIDA Hadir di Tengah Masyarakat Agam, Perkuat UMKM dan Layanan Posyandu untuk Pemulihan Pascabencana
Dalam rangka mendukung pemulihan pasca bencana Sumatra, Tim Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Djuanda (UNIDA) yang tergabung dalam Program Mahasiswa Berdampak melaksanakan kegiatan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM di Jorong Pantas serta kegiatan rutin Posyandu di Jorong Batunanggai, Kanagarian Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi dan kesehatan di tingkat jorong. Di Jorong Pantas, masih terdapat pelaku UMKM yang belum memiliki legalitas usaha resmi, sementara di Jorong Batunanggai, kegiatan Posyandu perlu terus diperkuat sebagai layanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM di Jorong Pantas memiliki legalitas usaha resmi berupa NIB, serta tersedianya data kesehatan dan pertumbuhan balita di Jorong Batunanggai sebagai bahan pemantauan berkelanjutan.
Koordinator Tim PMM UNIDA, Wandi Yudistriono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Kami berupaya membantu pelaku UMKM agar memiliki legalitas usaha melalui penerbitan NIB, sehingga ke depan mereka lebih mudah mengakses program bantuan dan pengembangan usaha. Di sisi lain, kegiatan Posyandu menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.
Pada kegiatan pembuatan NIB UMKM, tim melakukan sosialisasi singkat mengenai manfaat NIB, pendampingan pengumpulan data dan dokumen, serta membantu proses pendaftaran melalui sistem Online Single Submission (OSS) hingga NIB diterbitkan. Sementara itu, kegiatan Posyandu meliputi penimbangan dan pengukuran balita, pencatatan data pertumbuhan, pemberian vitamin dan imunisasi, serta penyuluhan kesehatan dan gizi bagi ibu balita.
Salah satu pelaku UMKM Jorong Pantas mengaku terbantu dengan adanya pendampingan tersebut.
“Selama ini kami menganggap pengurusan NIB itu rumit. Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa, prosesnya jadi lebih mudah dan kami jadi lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha,” katanya.
Apresiasi juga datang dari masyarakat Jorong Batunanggai. Seorang ibu peserta Posyandu menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi keluarga.
“Kami sangat terbantu dengan pelayanan Posyandu dan penyuluhan yang diberikan. Pengetahuan kami tentang gizi dan tumbuh kembang anak jadi bertambah,” ungkapnya.