[email protected] 0251-8240773
Prestasi

Mahasiswa UNIDA Raih Medali Perak Muaythai di BK Porda Jabar 2025, Persembahkan Prestasi untuk Institusi, Kampus dan Tanah Kelahiran

Naftali Tamu Umbu Haru, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Djuanda (UNIDA), kembali mengharumkan nama kampus setelah berhasil meraih Medali Perak Kategori Fighter Kelas -60kg Putra pada ajang BK PORPROV Jawa Barat 2025 Cabang Olahraga Muaythai. Perantau asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menunjukkan keteguhan tekad, kedisiplinan, serta semangat juang yang kuat sebagai mahasiswa UNIDA sekaligus atlet muda berbakat.

Menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman bukan hal mudah, namun bagi Naftali, statusnya sebagai mahasiswa UNIDA justru menjadi sumber motivasi. Ia menegaskan bahwa perjalanannya di Bogor bukan hanya untuk meraih gelar sarjana, tetapi juga membangun kapasitas diri agar kelak dapat berkontribusi bagi generasi muda di tanah kelahirannya.

“Saya ingin ketika kembali, saya bisa membagikan ilmu yang saya pelajari di perantauan,” ujar anggota Korps Brimob Polri tersebut.

Diwawancarai tim Humas UNIDA pada Senin (8/12/2025), Naftali bercerita mengenai ketertarikannya pada Muaythai dimulai sejak kelas 3 SMP. Melihat banyak temannya berlatih, ia ikut mencoba dan sejak saat itu ia terus mengasah kemampuan hingga akhirnya menjadi atlet yang mewakili Kabupaten Bogor di arena BK PORPROV Jabar 2025.

Persiapannya menuju pertandingan berlangsung sangat intens. Selama satu bulan penuh, ia berlatih dari Senin hingga Sabtu, dengan jeda istirahat hanya pada hari Kamis dan Minggu.

Latihan fisik dan teknik dijalani tiga kali sehari, mulai dari peningkatan stamina hingga latihan pukulan berulang-ulang. Mental bertandingnya pun ditempa melalui rutinitas disiplin yang konsisten. Namun, tantangan terbesar justru datang dari proses menurunkan berat badan dari 68 kg menjadi 60 kg hanya dalam waktu satu bulan.

“Teman-teman bilang badan saya jadi sangat kering dan padat,” kenangnya.

Pengalaman diet ekstrem tersebut membuatnya semakin menghargai proses dan perjuangan. BK PORPROV Jabar Cabor Muaythai 2025 yang digelar pada 1–7 Desember di GOR KONI Kota Bandung menjadi panggung pembuktian kemampuan Naftali. Suasana meriah arena menambah ketegangan sekaligus semangatnya.

“Ketika naik ring, rasanya campur aduk. Banyak yang mendukung dan memberi semangat. Itu momen yang tidak terlupakan,” tuturnya.

Melawan atlet-atlet terbaik se-Jawa Barat menjadi pengalaman yang membuka wawasan sekaligus menguatkan mental bertandingnya. Ketika namanya diumumkan sebagai Peraih Medali Perak kategori Fighter, Naftali tidak mampu menahan rasa haru dan bangga.

“Walaupun belum di podium satu, saya senang karena latihan saya terbayar,” ungkapnya.

Prestasi ini menjadi pijakan penting menuju target yang lebih besar untuk mencapai tujuan utama, meraih medali emas. Dengan semangat khas mahasiswa UNIDA, ia yakin dapat memberikan hasil terbaik.