Majelis Dhuha UNIDA: Menjemput Keberkahan Dunia dan Akhirat Melalui Profesionalisme Akademik
Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) kembali menyelenggarakan kegiatan Majelis Dhuha yang berlangsung pada Jum’at, 25 Juli 2025 di Masjid Baitul Hamdi, Kampus UNIDA. Kegiatan ketauhidan rutin ini diikuti oleh insan UNIDA yang pada kesempatan kali ini diisi oleh Dekan Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) UNIDA Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I., M.C.E sebagai narasumber.
Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat dhuha berjamaah, ratibulhadad, dzikir, dan doa bersama, serta dilanjutkan dengan tausiyah bertema “Menjemput Keberkahan Dunia dan Akhirat Melalui Profesionalisme Akademik.”
Dalam pemaparannya, Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I., M.C.E menekankan bahwa setiap insan UNIDA perlu merenungi apakah waktu yang dimiliki di dunia telah cukup menjadi bekal untuk akhirat. Salah satu bentuk bekal tersebut dapat diwujudkan melalui pekerjaan yang dijalani secara profesional dan diniatkan sebagai amal ibadah.
“Profesi kita adalah ladang amal kita. Ketika seorang guru atau dosen menyiapkan materi, mengoreksi tugas, atau menyambut mahasiswa dengan senyum, semua itu bisa menjadi amal jika diniatkan karena Allah,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa profesionalisme bukan hanya tuntutan institusi, melainkan wujud dari syukur, tanggung jawab iman, dan ibadah. Etika kerja seperti menepati waktu, jujur, dan bertanggung jawab adalah bagian dari nilai-nilai spiritual yang sejalan dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an.
“Doa adalah kekuatan utama dalam hidup kita, bukan pelengkap. Tanpa keberkahan, ilmu hanya akan menambah kesombongan. Ilmu yang bermanfaat lahir dari adab dan doa,” jelasnya.
Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I., M.C.E juga mengingatkan pentingnya menjaga niat dalam bekerja agar tidak semata-mata mengharap pujian manusia, tetapi senantiasa mengejar ridha Allah. Profesionalisme yang berkualitas hanya akan lahir dari niat yang lurus dan ketergantungan kepada Allah.
“Mari kita jaga keseimbangan orientasi dunia dan akhirat dalam profesi kita. Doa dan kerja keras adalah dua sayap keberkahan. Ketika orientasi kerja hanya karena manusia, kita akan mudah lelah. Tapi jika karena Allah, kita akan kuat dan terus semangat,” pungkasnya.
Simak kembali pemaparan lengkap Majelis Dhuha “Menjemput Keberkahan Dunia dan Akhirat Melalui Profesionalisme Akademik” pada kanal YouTube UNIDA TV atau klik tautan https://www.youtube.com/live/60kxw_CsfrQ?si=kF71XP6mhUaxxvH0.