Majelis Dhuha UNIDA: Rezeki dari Berbagai Aspeknya
Universitas Djuanda (UNIDA) kembali melaksanakan Majelis Dhuha pada Rabu (13/09/2023). Bertempat di Masjid Baitul Hamdi (MBH), Majelis Dhuha kali ini menghadirkan Guru Besar Biokimia IPB Prof. Dr. Deh. Hasim, DEA sebagai penceramah dengan tema "Rezeki dari Berbagai Aspeknya". Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya Rektor UNIDA Prof. Mohammad Ali Fulazakky Ph.d beserta para Wakil Rektor, para dosen hingga mahasiswa baru UNIDA.
Dalam sambutannya, Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D menyampaikan bahwasanya mencari ilmu merupakan suatu kewajiban bagi manusia.
“Kita belajar hari ini untuk memahami ayat-ayat Allah sebagai bagian dari kegiatan kampus bertauhid. Ada 26 bidang ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dengan melakukan research secara scientific dengan tujuan untuk memahami teks dalam Al-Quran dan mensinkronkan hal yang ada di kehidupan dengan ayat-ayat Al-Quran," tuturnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Drh. Hasyim, DEA dalam tausyiahnya menyampaikan, tidak mungkin manusia kekurangan rezeki, karena semua yang ada di dunia ini adalah kekuasaan dari Allah SWT.
Dari sekian banyak nikmat Allah, nikmat yang sangat besar bagi penghuni bumi adalah air yang penuh berkah. Air ini adalah benda yang tidak ada di planet lain selain bumi, air juga berada di surga yang luasnya tidak ada tandingannya dengan bumi, dan surga adalah tempat untuk mereka yang bertaqwa. Adapun neraka, tempat yang tidak ada airnya, hanya ada buah yang berduri dan jika di makan tidak dapat mengenyangkan, dan neraka adalah tempat untuk orang-orang kafir.
Lebih lanjut Prof. Dr. Drh. Hasyim, DEA menjelaskan bahwa air sangat bermanfaat dan menjadi sumber kehidupan di bumi. Prof. Dr. Drh. Hasyim, DEA mengajak insan UNIDA untuk bersyukur terhadap segala nikmat yang Allah berikan yang diperlihatkan dan dirasakan secara nyata.
"Jika air dimasukan kedalam freezer, maka air tersebut akan menjadi es, dan es tidak akan tenggelam jika dia berada di Air. Hal ini adalah anomali bagi para ilmuwan dan suatu keberkatan bagi orang-orang muslim. Kita bisa lihat es mengapung ini seperti di Kutub Utara dan kutub Selatan, es yang mengapung itu bertujuan untuk menjaga kehidupan di laut seperti ikan-ikan dan isi laut lainnya. Air juga jika terkena tanah akan menyerap dan menyatu dengan tanah, dimana molekul air ini yang akan diserap oleh biji-bijian dan akar tumbuhan, itulah keberkahan dari air," ujar Prof. Dr. Drh. Hasyim, DEA memaparkan.
Seperti diketahui bahwasanya kegiatan Majelis Dhuha merupakan kegiatan rutin ketauhidan yang diselenggarakan di setiap bulannya melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT). Adapun rangkaian kegiatan Majelis Dhuha ini diisi dengan shalat dhuha bersama, ratibul haddad, dzikir dan ditutup oleh tausiyah.