[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Dhuha UNIDA: Tingkatkan Rasa Syukur Atas Karunia Allah SWT

Yayasan Pendidikan Amaliyah Djuanda (YPSPIAI) dan Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Majelis Dhuha, pada Rabu (12/07/2023) di Masjid Baitul Hamdi UNIDA. Rangkaian kegiatan Majelis Dhuha ini diisi dengan shalat dhuha berjamaah, ratibul haddad, dzikir dan ditutup oleh tausiyah yang disampaikan KH. Chaerul Saleh selaku Pembina Majelis Al-Ihya Bogor.

Hadir memberikan sambutan, Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D menyatakan bahwasanya kegiatan Majelis Tasbih ini sangat penting dilaksanakan karena berisikan sharing ilmu-ilmu bermanfaat yang bisa menjadi bekal untuk hidup di masyarakat sehingga bisa menempatkan diri dan terus berjalan di jalan yang diridhoi oleh Allah SWT.

"Ilmu pengetahuan selalu berkembang cepat dan luas. Ilmu pengetahuan tersebut selalu dapat  dikaitkan dengan Al-Quran dan tidak pernah saling bertabrakan. Mari kita sama-sama selalu belajar memahami Al-Quran karena itu merupakan hal yang sangat penting. Semoga kegiatan majelis dhuha ini banyak memberikan manfaat untuk kita semua dan lancar sampai selesai nanti," ujarnya.

Sementara itu, Pembina Majelis Al-Ihya Bogor, KH. Chaerul Saleh dalam tausyiahnya menyampaikan bahwasanya majelis ini merupakan Majelis Dhuha yang dimana setiap orang mengetahui dhuha itu berkaitan dengan rezeki, rezeki itu bukan hanya uang akan tetapi rezeki itu luas dan banyak ragamnya.

Allah SWT mengatakan bahwa apabila manusia hendak menghitung nikmat yang Allah berikan maka kita tidak akan mampu untuk menghitungnya karena nikmat Allah itu sangat luas dan nikmat Allah sudah dapat dirasakan oleh setiap manusia baik lahir maupun batin seperti mata bisa melihat, kaki bisa berjalan, otak bisa berpikir, jiwa bisa merasa dan itu semua termasuk juga rezeki dari Allah SWT.

“Jika kita membahas mengenai rezeki makanan, kita ambil contoh nasi maka dalam nasi tersebut terdapat kehendak dan rezeki dari Allah SWT dan dalam setiap prosesnya ada nikmat dari Allah dimana banyak ilmu yang dipraktikkan dalam membuat nasi, banyak waktu yang diperlukan, banyak proses yang dilalui, itu semua ada kehendak Allah dan itu juga merupakan sebuah rezeki maka dari itu kita jangan sampai menyia-nyiakan makanan,” terangnya.

KH. Chaerul Saleh menyampaikan, ukuran rezeki itu sangat luas dan jangan dibatasi hanya dengan bentuk materi saja. Bahkan udara yang dihirup ini merupakan nikmat dari Allah SWT. UNIDA merupakan institusi pendidikan, mendapatkan pendidikan atau ilmu itu juga merupakan sebuah rezeki.

“Nah ada 6 syarat yang harus terpenuhi untuk mendapatkan ilmu yang diantaranya harus ada kecerdasan, semangat untuk belajar, adanya kesabaran, ada bekal, sungguh-sungguh dan ada guru yang membimbing. Jika kita mencoba menghitung rezeki maka sangat sulit karena rezeki itu sangatlah luas oleh sebab itu diharapkan kita tidak banyak mengeluh dan selalu bersyukur atas segala nikmat atau rezeki yang Allah berikan kepada kita,” tambahnya.