[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Tasbih UNIDA: Akrab Lingkungan Sebagai Pencetus Ide Bisnis atau Riset

Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali selenggarakan kegiatan rutin mingguan Majelis Tasbih pada Jumat, 6 Desember 2024 di Majelis Baitul Hamdi (MBH) UNIDA. Kegiatan Majelis Tasbih kali ini diisi oleh Dekan Fakultas Pertanian (FAPERTA), Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) sekaligus Kepala Sekolah Vokasi UNIDA, Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si yang menyampaikan materi berjudul "Akrab Lingkungan Sebagai Pencetus Ide Bisnis atau Riset".

Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si dalam paparannya menyampaikan bahwasanya dalam berbagai kegiatan termasuk dalam kegiatan bisnis ataupun riset diharapkan dapat berbasis akrab lingkungan. definisi akrab Lingkungan sendiri merujuk pada interaksi yang positif antara individu atau organisasi dengan lingkungan sekitar, yang bertujuan untuk memahami dan mengatasi isu-isu lingkungan yang ada. Konsep ini mencakup pemahaman tentang ekosistem dan bagaimana tindakan manusia dapat mempengaruhi keseimbangan alam. Dalam konteks ini, ramah lingkungan berarti melakukan kegiatan mengamati dan memperhatikan ekosistem, serta berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

Manusia hendaknya memperhatikan konsep ramah lingkungan dalam berbagai aktivitasnya karena Allah SWT sudah menciptakan akal seperti yang tertuang dalam QS. An – Nahl ayat 12 yang berbunyi:

“Menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bintang-bintang dikendalikan dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti”

Dengan akal, manusia memiliki daya pikir yang berbeda dengan benda mati ataupun makhluk lain sehingga dalam kegiatan apapun termasuk dalam berbisnis dan riset dapat menggunakan daya pikirnya. Daya pikir merupakan kemampuan seseorang untuk berpikir, merenung, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi dan pengalaman yang dimiliki. Ini mencakup berbagai aspek kognitif, seperti kemampuan untuk menganalisis, menyimpulkan, serta berimajinasi. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang daya pikir berdasarkan informasi yang diperoleh.

Mengenai ide bisnis dan riset berfokus pada lingkungan yaitu bisnis atau riset yang menghasilkan solusi inovatif dan berkelanjutan. Pemahaman mendalam tentang lingkungan membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pentingnya mengamati lingkungan sekitar agar dapat memahami lingkungan sekitar dapat membantu manusia menemukan peluang baru dan membuat bisnis yang lebih berkelanjutan, menjadikan manusia lebih sensitif terhadap kebutuhan, masalah, dan tren yang ada di sekitar.

Adapun langkah-langkah memulai bisnis berbasis keabraban lingkungan yaitu identifikasi kebutuhan dan masalah di lingkungan sekitar, analisis peluang dan potensi bisnis yang terkait dengan permasalahan tersebut. Lalu kembangkan konsep bisnis atau riset yang tepat sasaran. Pertimbangkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Setelah itu, uji coba konsep bisnis atau riset di lapangan. Kumpulkan data dan feedback untuk memperbaiki konsep. Kemudian kembangkan produk atau layanan unik yang berfokus pada solusi permasalahan lingkungan dengan memastikan produk berkualitas dan berkelanjutan serta membangun hubungan baik dengan komunitas lokal, pihak terkait, dan investor.

“Dengan menjadikan akrab lingkungan sebagai bagian integral dari strategi riset dan bisnis dan riset kita, kita tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan planet ini tetapi juga membuka peluang baru untuk inovasi dan pertumbuhan. Mari bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih baik untuk semua,” ungkapnya.