[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Tasbih UNIDA: Al-Qur'an dan Hadis sebagai Karakter Ilmiah

Badan Pengkajian Penerapan Tauhid (BPPT) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan Majelis Tasbih sebagai forum penguatan nilai ketauhidan di lingkungan kampus. Kegiatan yang digelar pada Jum’at (22/08/2025) di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA ini mengangkat tema “Al-Qur'an dan Hadis sebagai Karakter Ilmiah” dengan menghadirkan Dr. Radif Khotamir Rusli, S.Ag., M.Ed, Dosen Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) UNIDA, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Dr. Radif Khotamir Rusli, S.Ag., M.Ed menegaskan bahwa Al-Qur'an dan Hadis merupakan fondasi utama keilmuan dalam Islam. Al-Qur'an tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga mendorong umat Islam untuk mengembangkan ilmu pengetahuan melalui observasi, pemikiran kritis, dan pembuktian. Ayat-ayat dalam Al-Qur'an, seperti QS. Al-Mujadilah: 11 dan QS. Az-Zumar: 9, menjadi motivasi bagi umat untuk menuntut ilmu dan menghargai kedudukan orang-orang berilmu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Hadis juga memainkan peran penting sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an, sekaligus menjadi penjelas ayat-ayat yang bersifat global. Hadis-hadis seperti “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim” (HR. Ibnu Majah) dan “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga” (HR. Muslim) menunjukkan betapa Islam menjunjung tinggi upaya pencarian ilmu.

Dr. Radif juga menyoroti relevansi prinsip-prinsip ilmiah dalam Al-Qur'an dan Hadis dengan metode ilmiah modern, seperti observasi, eksperimen, verifikasi, dan analisis. Ia menguraikan bagaimana ilmuwan Muslim terdahulu, seperti Al-Biruni, Ibnu Sina, dan Al-Khawarizmi, telah mengembangkan ilmu astronomi, kedokteran, matematika, dan fisika berdasarkan prinsip ilmiah yang selaras dengan nilai-nilai Islam.

“Karakter ilmiah yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadis akan melahirkan pribadi Muslim yang kritis, objektif, dan berakhlak mulia. Dengan mengintegrasikan ilmu dan iman, kita dapat membangun peradaban yang lebih baik,” ungkap Dr. Radif.

Melalui Majelis Tasbih ini, BPPT UNIDA berharap dapat memperkuat kesadaran sivitas akademika akan pentingnya membumikan nilai-nilai ketauhidan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Simak kembali pemaparan Dr. Radif Khotamir Rusli, S.Ag., M.Ed mengenai “Al-Qur'an dan Hadis sebagai Karakter Ilmiah” melalui kanal YouTube UNIDA TV atau klik tautan https://www.youtube.com/live/3u5dNbYYcJo?feature=shared.