[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Tasbih UNIDA: Bageur dalam Perspektif Islam sebagai Wujud Akhlakul Karimah

Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan kegiatan rutin mingguan Majelis Tasbih pada Jumat (29/05/2026) di Masjid Baitul Hamdi (MBH). Kegiatan ini menghadirkan Rektor UNIDA, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I yang menyampaikan materi bertema “Bageur dalam Perspektif Islam: Etika Kebaikan Menyeluruh dalam Falsafah Sunda”.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menjelaskan bahwa nilai “bageur” dalam falsafah Sunda mengandung makna baik hati, luhur budi, dan membawa kemaslahatan. Nilai tersebut selaras dengan ajaran Islam yang memandang kebaikan (al-birr dan ihsan) sebagai nilai yang utuh dan menyeluruh.

Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menyebutkan, konsep “bageur” mencakup empat dimensi utama, yakni baik kepada Allah SWT, baik kepada sesama manusia, baik kepada makhluk hidup, serta baik kepada alam.

Menurutnya, bageur kepada Allah SWT menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim yang diwujudkan melalui keimanan, ketakwaan, keikhlasan dalam beribadah, rasa syukur atas nikmat-Nya, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Selain itu, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menjelaskan bahwa bageur kepada sesama manusia tercermin melalui sikap menjaga silaturahim, menghormati orang tua, menjaga lisan, berlaku adil, serta menolong sesama. Hubungan antarmanusia, lanjutnya, perlu dibangun di atas nilai cinta, empati, kasih sayang, dan kemanfaatan sosial.

Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I juga menekankan pentingnya sikap ikhlas dalam setiap amal dan interaksi sosial.

“Keikhlasan akan melahirkan ketenangan dalam menjalani kehidupan sekaligus memperkuat hubungan antarsesama karena setiap perbuatan dilakukan dengan orientasi mencari ridha Allah SWT,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menyampaikan bahwa kemampuan seseorang dalam menghadapi persoalan hidup juga mencerminkan kualitas akhlaknya. Kemampuan mengendalikan diri, menjaga emosi, serta menjaga lisan menjadi bagian penting dari implementasi nilai bageur dalam kehidupan sehari-hari.

Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I turut mengingatkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk berbuat baik kepada seluruh makhluk ciptaan Allah SWT. Sikap kasih sayang kepada hewan dan makhluk hidup lainnya merupakan bagian dari ajaran Islam yang mencerminkan nilai rahmah dan welas asih universal.

Selain itu, manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan. Nilai bageur kepada alam dapat diwujudkan melalui perilaku menjaga kebersihan, menggunakan sumber daya secara bijak, menghindari kerusakan lingkungan, serta menjaga amanah Allah SWT dalam mengelola bumi.

“Nilai bageur merupakan manifestasi akhlakul karimah yang menyatukan kesalehan spiritual, sosial, ekologis, dan kemanusiaan dalam bingkai tauhid. Nilai tersebut diwujudkan melalui kebaikan kepada Allah SWT melalui iman dan ibadah, kebaikan kepada manusia melalui kasih sayang dan kemanfaatan sosial, kebaikan kepada makhluk melalui rahmah, serta kebaikan kepada alam melalui tanggung jawab sebagai khalifah,” terangnya.

Simak kembali kegiatan Majelis Tasbih, kunjungi laman YouTube Resmi UNIDA TV atau klik tautan berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=vn_JeueHgGk