Majelis Tasbih UNIDA: Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA Kaji Kesadaran Dalam Perspektif Islam
Universitas
Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT)
selenggarakan kegiatan rutin Majelis Tasbih pada Jum’at, 11 Agustus 2023. Kegiatan
majelis tasbih ini dilaksanakan secara hybrid yaitu daring melalui platform
Zoom Cloud Meeting dan live streaming UNIDA TV serta luring di
Majelis Baitul Quran (MBQ) UNIDA. Pada kesempatan ini, Majelis Tasbih diisi
oleh Dosen Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) yang juga merupakan
Mufti UNIDA Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA.
Dalam
pemaparannya, Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA menyampaikan materi berjudul “Kesadaran
Dalam Perspektif Islam”.
“Atas
izin Allah SWT kita bisa berkumpul kembali di pagi hari ini yang dimana seperti
biasanya setiap hari Jum’at kita semua Insan UNIDA selalu melaksanakan kegiatan
majelis tasbih dan insyaAllah saya hari ini akan memberikan sedikit
materi tentang kesadaran dalam perspektif islam,” ujarnya mengawali pemaparan.
Secara
etimologi, Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA mengatakan bahwa kata “kesadaran”
berderivasi dari kata dasar “sadar” dengan menambahkan kata awalan (prefiks)
“ke” dan akhiran (sufiks) “an”. Sedangkan secara KBBI, “sadar” memiliki pengertian
“insyaf, merasa, tahu dan mengerti”. Sementara “kesadaran” mempunyai pengertian
“keinsyafan, keadaan mengerti, hal-hal yang dirasakan atau dialami oleh
seseorang.
Dr.
H. Syamsuddin Ali Nasution, MA juga mengatakan ada seorang penulis Arab yang
bernama Nuruddin Qalalah yang mengartikan definisi tentan kesadaran.
“Seorang
penulis Arab yang bernama Nuruddin Qalalah mengatakan bahwa sesungguhnya
kesadaran itu adalah apa yang dimiliki oleh seseorang tentang pemikiran, sudut
pandang, dan konsep tentang kehidupan termasuk alam yang ada disekitarnya,”
tuturnya.
“Jadi
bisa kita lihat, kesadaran itu tidak hanya ada pada kesadaran sosial saja, bisa
juga pada lingkungan. Kemudian ada lagi yang mengatakan bahwa kesadaran itu
adalah sifat atau karakter karena itu juga termasuk kedalam ahklak, sifat atau
karakter pun bisa dari kecenderungan diri untuk tetap tahu dan memahami serta
menerima keaadan yang dihadapi, ini juga termasuk diantara pengertian yang luas.
Maka sesungguhnya kesadaran Itu adalah apa yang dimiliki oleh seseorang tentang
pemikiran, sudut pandang, dan konsep tentang kehidupan dan alam yang ada di
sekelilingnya,” tambahnya.
Dr.
H. Syamsuddin Ali Nasution, MA membandingkan dua pendapat penulis tentang
kesadaran, Uus Uswatusolihah menuliskan dalam artikelnya yang berjudul
“Kesadaran dan Transformasi Diri Dalam Kajian Dakwah Islam dan Komunikasi”
bahwa kesadaran berarti hubungan diri yang mengamati, mengetahui dan berefleksi
dan dunia sosial di sekelilingnya. Sementara itu, Abu Arkan menyatakan dalam
karya tulisnya yang berjudul “Kesadaran Diri sebagai Hamba Allah” bahwa
kesadaran berarti sifat atau karakter, tabiat atau kecenderungan diri untuk
tetap tahu, mengerti dan memahami serta menerima keadaan yang dialami.
Terdapat
sebuah hadist yang artinya “Semoga Allah membuat cerah muka orang yang
mendengar sesuatu dari kita, lalu dia menyampaikannya sebagaimana dia
mendengarnya. Terkadang orang yang menyampaikan itu lebih faham (sadar)
daripada orang yang mendengar.”
Dari
hadist tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa kesadaran memiliki makna
memahami, mengerti dan mengetahui diri dan lingkungannya. Sehingga kesadaran
dalam ajaran islam memiliki posisi yang tinggi dan manfaat yang luar biasa.
Dr.
H. Syamsuddin Ali Nasution, MA mengutip sebuah kalimat dari karya Huma Munir berjudul
“Self-Awareness: Unlocking Your Potential” yang mengindikasikan bahwa kesadaran
dalam Islam memiliki posisi yang sangat penting dan perlu diwujudkan dalam diri
setiap muslim. Dengan kesadaran, muslim dapat meraih kehidupan yang lebih baik.
Inti dari hidup adalah kesadaran diri, seorang muslim harus sadar akan dirinya
sebagai manusia ciptaan Allah dan khalifahnya di muka bumi, setiap muslim mesti
memiliki kesadaran diri yang tinggi untuk tujuan hidupnya, serta menyadari diri
sebagai hamba Allah yang harus patuh dan tunduk kepada-Nya.
Dr.
H. Syamsuddin Ali Nasution, MA kemudian melanjutkan dengan menjelaskan bahwa
tujuan hidup manusia di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah. Hal ini
dapat dilakukan dengan mengikuti petunjuk-Nya dalam beribadah. Selain ibadah,
manusia juga diberikan tugas sebagai Khalifah di atas bumi ini.
Pemaparan
mengenai “Kesadaran Dalam Perspektif Islam” secara lebih jelas oleh Dr. H.
Syamsuddin Ali Nasution, MA dapat disaksikan Kembali melalui kanal YouTube
UNIDA TV, atau dengan klik langsung tautan berikut: https://www.youtube.com/live/CD8_Q_4AP6o?feature=share