[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Tasbih UNIDA: Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA Kaji Kesadaran Dalam Perspektif Islam

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) selenggarakan kegiatan rutin Majelis Tasbih pada Jum’at, 11 Agustus 2023. Kegiatan majelis tasbih ini dilaksanakan secara hybrid yaitu daring melalui platform Zoom Cloud Meeting dan live streaming UNIDA TV serta luring di Majelis Baitul Quran (MBQ) UNIDA. Pada kesempatan ini, Majelis Tasbih diisi oleh Dosen Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) yang juga merupakan Mufti UNIDA Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA.

Dalam pemaparannya, Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA menyampaikan materi berjudul “Kesadaran Dalam Perspektif Islam”.

“Atas izin Allah SWT kita bisa berkumpul kembali di pagi hari ini yang dimana seperti biasanya setiap hari Jum’at kita semua Insan UNIDA selalu melaksanakan kegiatan majelis tasbih dan insyaAllah saya hari ini akan memberikan sedikit materi tentang kesadaran dalam perspektif islam,” ujarnya mengawali pemaparan.

Secara etimologi, Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA mengatakan bahwa kata “kesadaran” berderivasi dari kata dasar “sadar” dengan menambahkan kata awalan (prefiks) “ke” dan akhiran (sufiks) “an”. Sedangkan secara KBBI, “sadar” memiliki pengertian “insyaf, merasa, tahu dan mengerti”. Sementara “kesadaran” mempunyai pengertian “keinsyafan, keadaan mengerti, hal-hal yang dirasakan atau dialami oleh seseorang.

Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA juga mengatakan ada seorang penulis Arab yang bernama Nuruddin Qalalah yang mengartikan definisi tentan kesadaran.

“Seorang penulis Arab yang bernama Nuruddin Qalalah mengatakan bahwa sesungguhnya kesadaran itu adalah apa yang dimiliki oleh seseorang tentang pemikiran, sudut pandang, dan konsep tentang kehidupan termasuk alam yang ada disekitarnya,” tuturnya.

“Jadi bisa kita lihat, kesadaran itu tidak hanya ada pada kesadaran sosial saja, bisa juga pada lingkungan. Kemudian ada lagi yang mengatakan bahwa kesadaran itu adalah sifat atau karakter karena itu juga termasuk kedalam ahklak, sifat atau karakter pun bisa dari kecenderungan diri untuk tetap tahu dan memahami serta menerima keaadan yang dihadapi, ini juga termasuk diantara pengertian yang luas. Maka sesungguhnya kesadaran Itu adalah apa yang dimiliki oleh seseorang tentang pemikiran, sudut pandang, dan konsep tentang kehidupan dan alam yang ada di sekelilingnya,” tambahnya.

Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA membandingkan dua pendapat penulis tentang kesadaran, Uus Uswatusolihah menuliskan dalam artikelnya yang berjudul “Kesadaran dan Transformasi Diri Dalam Kajian Dakwah Islam dan Komunikasi” bahwa kesadaran berarti hubungan diri yang mengamati, mengetahui dan berefleksi dan dunia sosial di sekelilingnya. Sementara itu, Abu Arkan menyatakan dalam karya tulisnya yang berjudul “Kesadaran Diri sebagai Hamba Allah” bahwa kesadaran berarti sifat atau karakter, tabiat atau kecenderungan diri untuk tetap tahu, mengerti dan memahami serta menerima keadaan yang dialami.

Terdapat sebuah hadist yang artinya “Semoga Allah membuat cerah muka orang yang mendengar sesuatu dari kita, lalu dia menyampaikannya sebagaimana dia mendengarnya. Terkadang orang yang menyampaikan itu lebih faham (sadar) daripada orang yang mendengar.”

Dari hadist tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa kesadaran memiliki makna memahami, mengerti dan mengetahui diri dan lingkungannya. Sehingga kesadaran dalam ajaran islam memiliki posisi yang tinggi dan manfaat yang luar biasa.

Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA mengutip sebuah kalimat dari karya Huma Munir berjudul “Self-Awareness: Unlocking Your Potential” yang mengindikasikan bahwa kesadaran dalam Islam memiliki posisi yang sangat penting dan perlu diwujudkan dalam diri setiap muslim. Dengan kesadaran, muslim dapat meraih kehidupan yang lebih baik. Inti dari hidup adalah kesadaran diri, seorang muslim harus sadar akan dirinya sebagai manusia ciptaan Allah dan khalifahnya di muka bumi, setiap muslim mesti memiliki kesadaran diri yang tinggi untuk tujuan hidupnya, serta menyadari diri sebagai hamba Allah yang harus patuh dan tunduk kepada-Nya.

Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA kemudian melanjutkan dengan menjelaskan bahwa tujuan hidup manusia di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti petunjuk-Nya dalam beribadah. Selain ibadah, manusia juga diberikan tugas sebagai Khalifah di atas bumi ini.

Pemaparan mengenai “Kesadaran Dalam Perspektif Islam” secara lebih jelas oleh Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA dapat disaksikan Kembali melalui kanal YouTube UNIDA TV, atau dengan klik langsung tautan berikut: https://www.youtube.com/live/CD8_Q_4AP6o?feature=share