[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Tasbih UNIDA: Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si Kaji Introduksi Parameter Zakat-Infaq-Shadaqah ke Dalam Model Bioekonomi Perikanan

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) selenggarakan kegiatan rutin Majelis Tasbih pada Jum’at, 18 Agustus 2023. Kegiatan majelis tasbih ini dilaksanakan secara hybrid yaitu daring melalui platform Zoom Cloud Meeting dan live streaming UNIDA TV serta luring di Majelis Baitul Quran (MBQ) UNIDA. Pada kesempatan ini, Majelis Tasbih diisi oleh Wakil Rektor III UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si.

Dalam pemaparannya, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si menyampaikan materi berjudul “Introduksi Parameter Zakat-Infaq-Shadaqah ke Dalam Model Bioekonomi Perikanan”.

“Beberapa waktu yang lalu kita sudah pernah membahas terkait dengan bagaimana kesejahteraan manusia bisa diambil dari ekosistem pesisir, sekarang kita masuk kedalam bagaimana perikanan bisa masuk dalam komponen yang bisa juga menghadirkan kesejahteraan bagi manusia dimana kesejahteraan itu memang dihadirkan oleh Allah SWT untuk bisa dimanfaatkan oleh manusia. Kemudian kita coba memasukan parameter zakat-infaq-sodaqoh ini kedalam model bioekonomi perikanan yang memang sudah bertumbuh kembang menjadi sebuah ilmu ekonomi perikanan didunia dan digunakan oleh berbagai mahasiswa serta peneliti untuk bisa mengembangkan bagaimana pengelolaan perikanan berkelanjutan itu bisa dilaksanakan,” ujarnya mengawali pemaparan.

Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si menuturkan, berdasarkan Q.S. Al-Baqarah ayat 164 disebutkan bahwa “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah SWT turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara Langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebenaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”.

“Para hadirin, disini terlihat bahwa memang disebutkan oleh Allah SWT dengan surah Al-Baqarah Ayat 164 ini ada bahtera yang berlayar di laut, membawa apa yang berguna bagi manusia baik langsung dari alam maupun juga setelah dilakukan proses pengolahan. Ini menyatakan kepada kita bahwa sumber daya alam itu diperuntukan bagi kesejahteraan manusia. Artinya bahwa memang segenap apa yang ada di dunia ini memang untuk kesejahteraan manusia sebagai ciptaan Allah SWT,” terangnya.

Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si kemudian menyampaikan Q.S. Al-Araf ayat 10 yang artinya “Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan kamu di muka bumi (sumber) penghidupan, amat sedikitlah kamu bersyukur”.

“Sumber kehidupan ini juga menyampaikan kepada kita semua berbagai macam yang bisa kita nikmati oleh kita semua. Nah ini tentu saja kita coba ambil bahwa ayat-ayat Al-Quran ini sudah dibuktikan oleh beberapa peneliti dan sudah di publikasi di jurnal-jurnal internasional,” ungkapnya yang juga merupakan Dosen Fakultas Pertanian UNIDA tersebut.

Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si. menjelaskan bahwasanya kesejahteraan manusia itu bisa diperoleh karena adanya ilmu pengetahuan yang timbul dan peran manusia yang mengembangkan ilmu pengetahuannya untuk menemukan capital modal berupa buatan.

“Sebagai contoh dalam konteks perikanan yaitu perahu atau alat tangkap yang bisa digunakan untuk menangkap ikan dilautan sehingga interaksi ini menghadirkan jasa ekosistem dari alam untuk bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia,” jelasnya.

Kemudian di dalam Surah Al-Baqarah disebutkan juga bahwa diperlihatkan dalam konteks umumnya yaitu di wilayah pesisir. Apabila kita berada di wilayah pesisir, kemudian wilayah pesisir itu terdapat lautan, maka seluruh aktifitas yang ada disekitar lautan ini, itu bisa menghadirkan sumber penghidupan dan pendapatan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun sebuah kesejahteraan bagi masyarakat.

Lebih jauh, di dalam Q.S. Al-Maaidah ayat 96 disebutkan bahwa “dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan”.

“Kemudian disitu disebutkan bahwa “bagimu binatang buruan”, itu adalah aktivitas perikanan sebetulnya dan yang dimaksud buruan dari laut itu adalah kegiatan perikanan, kegiatan penangkapan yang dilakukan oleh manusia untuk memanfaatkan sumber daya ikan yang ada dialam baik dengan cara memancing, menjaring, atau bahkan dibeberapa tempat itu ada yang menggunakan perangkap,” tuturnya.

Dalam simpulannya, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si. mengatakan bahwa sumberdaya ikan merupakan nikmat dan karunia dari Allah SWT yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan untuk memperoleh benefit yang berguna bagi hidup, kehidupan dan penghidupan keluarga. Setiap usaha perikanan berbasis syariah seharusnya mengikuti perintah Allah SWT agar dikeluarkan infaknya sehingga kelak zakat-infak-shadaqah (ZIS) yang dikeluarkannya akan diganti dengan secara berlipatganda melalui berbagai rahmat dan karunia lain yang disediakan Allah SWT di alam semesta.

“Model pengelolaan perikanan yang memasukkan faktor ZIS ke dalam model bioekonomi perikanan Gordon-Schaefer ini dapat dikembangkan menjadi model Pengelolaan Perikanan Berbasis Syariah (Sharia Fisheries Management, SFM). Model ini semoga dapat mendorong upaya pengelolaan berbasis ekosistem yang selama ini dikembangkan dan dikombinasikan dengan dikeluarkannya zakat-infak-shadaqah sebagai infak sebagaimana diperintahkan Allah SWT, sehingga pengelolaan perikanan yang dilakukan dapat memberikan rahmat dan keberkahan bagi manusia secara keseluruhan,” pungkasnya.

Pemaparan mengenai “Introduksi Parameter Zakat-Infaq-Shadaqah ke Dalam Model Biokonomi Perikanan” secara lebih jelas oleh Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si. dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube UNIDA TV, atau dengan klik langsung tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=OAIY_bGM6uI&t=200s