Majelis Tasbih UNIDA: Faraidh dalam Syariah Meneguhkan Iman dan Keadilan di Tengah Kemajuan Zaman
Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan Majelis Tasbih sebagai kegiatan rutin penguatan nilai ketauhidan. Pada pertemuan yang berlangsung Jum’at (15/11/2025), Majelis Tasbih diisi oleh Wakil Rektor III UNIDA sekaligus Dosen Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd yang menyampaikan materi bertajuk “Tantangan Siswa Disabilitasi di Era Digital dan Media Sosial”.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd menjelaskan bahwa era digital membawa peluang sekaligus tantangan bagi siswa disabilitas. Di satu sisi, teknologi dapat menjadi alat yang memfasilitasi pembelajaran inklusif, namun di sisi lain masih banyak hambatan yang harus dihadapi.
"Aksesibilitas digital masih menjadi isu utama. Banyak platform pembelajaran online dan media sosial yang belum sepenuhnya ramah terhadap pengguna disabilitas," tuturnya.
Beberapa tantangan yang disorot meliputi minimnya fitur aksesibilitas pada platform digital, ujaran kebencian (hate speech) terhadap penyandang disabilitas di media sosial, serta kurangnya literasi digital yang inklusif di lingkungan pendidikan.
Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd juga menekankan pentingnya peran institusi pendidikan dalam menciptakan lingkungan digital yang inklusif. Hal ini mencakup penyediaan konten pembelajaran yang accessible, pelatihan bagi pendidik tentang teknologi asistif, serta kampanye anti-diskriminasi di ruang digital.
"Kita perlu memastikan bahwa transformasi digital dalam pendidikan tidak meninggalkan siswa disabilitas. Inklusivitas harus menjadi prinsip utama," tegasnya.