Majelis Tasbih UNIDA: Filosofi Pangan Halal
Universitas
Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) kembali
selenggarakan kegiatan rutin ketauhidan Majelis Tasbih. Pada minggu ini, Jum’at
(24/11/2023), kegiatan majelis tasbih diisi oleh Kaprodi Magister Teknologi
Pangan Sekolah Pascasarjana UNIDA Dr. Aji Jumiono, S.TP., M.Si.
Dr.
Aji Jumiono, S.TP., M.Si menyampaikan dalam
paparannya yang berjudul “Filosopi Pangan Halal”
bahwa pangan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan menarik untuk
didiskusikan. Pangan perlu sangat diperhatikan karena status halal yang dikonsumsi
sehingga apakah orang itu ikut aturan Allah
atau tidak.
“Halal adalah arti kata dari boleh, jadi
halal sesuatu yang diperbolehkan menurut syariat Islam. Ini penting karena
halal bagian dari perintah Allah SWT kepada manusia bahkan menjadi suatu
ketentuan, apakah manusia itu mengikuti perintah-perintah Allah atau mengikuti
nafsunya,” ujarnya.
Sejalan dengan tujuan hidup yaitu mencari
keridhaan Allah SWT, segala sesuatu dan segala aktivitas harus diyakini sebagai
suatu ibadah kepada Allah. Menurutnya, ibadah itu luas seperti apapun aktivitas
baik mengajar dan menjalankan peran yang halal itu merupakan ibadah, karena
hidup di dunia hanya sementara maka kita harus mementingkan halal dan haram
terutama mengenai pangan.
Dr.
Aji Jumiono, S.TP., M.Si memaparkan, sesungguhnya kehidupan manusia di dunia ini adalah
kesenangan sementara saja. Tujuan hidup manusia di dunia tentunya ingin selemat
bahagia dunia akhirat dan dijauhkan dari api neraka, seperti doa sapu jagat
yang sering dipanjatkan. Maka untuk mencapai tujuan tersebut perlu juga untuk
memperhatikan makanan yang dikonsumsi.
“Mambahas tentang pangan itu ada 97 ayat di
Al-Quran yang berisi tentang pangan, itu menunjukan bahwa pangan menjadi hal
penting bagi manusia. Surat Al-Baqarah ayat 168, Allah SWT menegaskan bahwa makanlah
dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu
mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.
Syarat makanan maupun minuman yang bisa dikonsumsi yaitu halalan dan tayyiban.
Mengkonsumsi halalan dan tayyiban itu kewajiban. Ada 28 ayat di
Al-Quran yang membahas tentang makanan halalan dan tayyiban,”
terangnya.
Dr.
Aji Jumiono, S.TP., M.Si kemudian menjelaskan, jenis makanan atau minuman yang diharamkan yaitu
bangkai kecuali bangkai ikan, darah, daging babi dan apa-apa hewan yang
disembelih tanpa nama Allah, binatang buas yang bergigi taring dan bercangkram.
Jadi daging ayam itu tidak semuanya halal jika disembelihnya tidak atas nama
Allah. Lalu, yang haram lainnya yaitu khamr, minuman yang dapat menutup
kemampuan berpikir.
“Kita diminta untuk memperhatikan makanan
yang kita konsumsi dalan QS. Abada (80) : 24. Tentu kita harus yakin, bahwa apa
apa yang dilarang oleh Allah, itu yang terbaik untuk manusia, karena Allah maha
tahu atas segala hal,” ungkapnya.
Ada penelitian tentang air, ketika air
dijadikan kristal kalau pada air tadi diucapkan kata-kata baik maka akan
terbentuk kristal air yang baik dan berbeda dengan kristal air yang diucapkan
kata-kata yang kurang baik, ternyata air bisa menyerap energi disekitarnya.
Maka ketika air diteriaki maka dia akan membentuk kristal yang berbeda dan
bentuknya tidak karuan.
“Kenapa penelitian ini begitu populer? Karena
ternyata air yang kita anggap ini tidak memiliki keinginan, emosi akan tetapi
ternyata ini sangat dapat dipengaruhi. Jadi karena tubuh manusia itu air,
antara orang yang berpikir yang baik-baik dan yang tidak berpikir maka akan
berbeda kondisinya. Jadi diharapkan selalu memiliki pemikiran yang tenang dan
jangan mudah khawatir karena itu dapat menyebabkan tubuh kita menjadi tidak
baik. Dan kita yakini ini merupakan karunia dari Allah, tidak heran jika air
zam-zam begitu luar biasa. Apa yang kita konsumsi dan apa yang kita bayangkan
dan imajinasikan ternyata sangat berpengaruh terhadap diri kita,” tuturnya.
Ada juga penelitian Baxter Effect,
alat polygraph yang dapat mencatat perubahan detak jantung, kedipan mata
dan sebagainya pada saat intrograsi sehingga dapat mendeteksi kebohongan. Dalam
penelitian baxter ini, polygraph digunakan pada tanaman yang dianggap
diam ternyata bisa memiliki pemahaman emosional, pada suatu ketika dalam
penelitian tersebut, tanaman penelitian diniatkan akan dibuat dalam kondisi extreme
seperti daun dibakar dan ada perubahan getaran pada tanaman padahal itu baru
saja hanya niat.
“Penelitian yang cukup populer juga yaitu
penelitian dari Prof. Haris Heinrich Reckeweg, Ph.D yang meneliti tentang
hubungan daging babi dan kesehatan yang ternyata kesamaan biologis babi dan
manusia itu mirip dimana struktur internal kulit babi sangat mirip dengan
manusia sehingga sering dipakai untuk pengganti anatomi manusia pada praktik
bedah mahasiswa kedokteran. Di laut selatan polynesia dimana terdapat kanibal
berawal dari kesamaan antara babi dan manusia. Manusia dan hewan yang
mengkonsumsi daging babi secara bertahap memiliki jaringan ikat yang kaya
dengan lemak babi dan penyebab kecanduan. Apa yang diciptakan oleh Allah, jika
dikaji maka akan menimbulkan kebaikan bagi manusia baik untuk di dunia maupun
di akhirat,” jelasnya.
Dr.
Aji Jumiono, S.TP., M.Si juga menambahkan bahwa tentunya sebagai manusia sangat berkaitan dengan
teknologi pangan, pada saat ini banyak produk yang sudah diolah, dan itu bisa
masuk kedalam perkara syubhat. Artinya belum memiliki status hukum atau masih
samar-samar.
Dalam hadist Nabi Muhammad SAW juga
menyatakan bahwa barangsiapa terkena yang subhat maka terkena juga yang haram.
Maka manusia hendaknya mencari yang benar-benar halal.
“Apa yang kita konsumsi, itu akan
mempengaruhi diri kita, maka kita hendaknya berhati-hati. Dalam hadist Nabi
Muhammad SAW menyatakan tentang sesungguhnya di dalam tubuh kita ada segumpal
daging yang jika daging tersebut baik maka akan baik seluruhnya, gumpalan
daging tersebut adalah hati. Maka karena mengkonsumsi yang halal maupun yang
haram akan berdampak pada diri kita, baiknya kita berusaha terus untuk konsumsi
yang halal dan diharapkan dapat pula meninggalkan yang haram dan syubhat,”
tegasnya.
Pemaparan mengenai “Filosofi Pangan Halal”
secara lebih legkap dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube UNIDA TV atau
dengan klik tautan https://www.youtube.com/live/eotnNkbEBCQ?feature=shared