[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Tasbih UNIDA: Filosofi Pangan Halal

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) kembali selenggarakan kegiatan rutin ketauhidan Majelis Tasbih. Pada minggu ini, Jum’at (24/11/2023), kegiatan majelis tasbih diisi oleh Kaprodi Magister Teknologi Pangan Sekolah Pascasarjana UNIDA Dr. Aji Jumiono, S.TP., M.Si.

Dr. Aji Jumiono, S.TP., M.Si menyampaikan dalam paparannya yang berjudul Filosopi Pangan Halal bahwa pangan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan menarik untuk didiskusikan. Pangan perlu sangat diperhatikan karena status halal yang dikonsumsi sehingga apakah orang itu ikut aturan Allah atau tidak.

“Halal adalah arti kata dari boleh, jadi halal sesuatu yang diperbolehkan menurut syariat Islam. Ini penting karena halal bagian dari perintah Allah SWT kepada manusia bahkan menjadi suatu ketentuan, apakah manusia itu mengikuti perintah-perintah Allah atau mengikuti nafsunya,” ujarnya.

Sejalan dengan tujuan hidup yaitu mencari keridhaan Allah SWT, segala sesuatu dan segala aktivitas harus diyakini sebagai suatu ibadah kepada Allah. Menurutnya, ibadah itu luas seperti apapun aktivitas baik mengajar dan menjalankan peran yang halal itu merupakan ibadah, karena hidup di dunia hanya sementara maka kita harus mementingkan halal dan haram terutama mengenai pangan.

Dr. Aji Jumiono, S.TP., M.Si memaparkan, sesungguhnya kehidupan manusia di dunia ini adalah kesenangan sementara saja. Tujuan hidup manusia di dunia tentunya ingin selemat bahagia dunia akhirat dan dijauhkan dari api neraka, seperti doa sapu jagat yang sering dipanjatkan. Maka untuk mencapai tujuan tersebut perlu juga untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi.

“Mambahas tentang pangan itu ada 97 ayat di Al-Quran yang berisi tentang pangan, itu menunjukan bahwa pangan menjadi hal penting bagi manusia. Surat Al-Baqarah ayat 168, Allah SWT menegaskan bahwa makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. Syarat makanan maupun minuman yang bisa dikonsumsi yaitu halalan dan tayyiban. Mengkonsumsi halalan dan tayyiban itu kewajiban. Ada 28 ayat di Al-Quran yang membahas tentang makanan halalan dan tayyiban,” terangnya.

Dr. Aji Jumiono, S.TP., M.Si kemudian menjelaskan, jenis makanan atau minuman yang diharamkan yaitu bangkai kecuali bangkai ikan, darah, daging babi dan apa-apa hewan yang disembelih tanpa nama Allah, binatang buas yang bergigi taring dan bercangkram. Jadi daging ayam itu tidak semuanya halal jika disembelihnya tidak atas nama Allah. Lalu, yang haram lainnya yaitu khamr, minuman yang dapat menutup kemampuan berpikir.

“Kita diminta untuk memperhatikan makanan yang kita konsumsi dalan QS. Abada (80) : 24. Tentu kita harus yakin, bahwa apa apa yang dilarang oleh Allah, itu yang terbaik untuk manusia, karena Allah maha tahu atas segala hal,” ungkapnya.

Ada penelitian tentang air, ketika air dijadikan kristal kalau pada air tadi diucapkan kata-kata baik maka akan terbentuk kristal air yang baik dan berbeda dengan kristal air yang diucapkan kata-kata yang kurang baik, ternyata air bisa menyerap energi disekitarnya. Maka ketika air diteriaki maka dia akan membentuk kristal yang berbeda dan bentuknya tidak karuan.

“Kenapa penelitian ini begitu populer? Karena ternyata air yang kita anggap ini tidak memiliki keinginan, emosi akan tetapi ternyata ini sangat dapat dipengaruhi. Jadi karena tubuh manusia itu air, antara orang yang berpikir yang baik-baik dan yang tidak berpikir maka akan berbeda kondisinya. Jadi diharapkan selalu memiliki pemikiran yang tenang dan jangan mudah khawatir karena itu dapat menyebabkan tubuh kita menjadi tidak baik. Dan kita yakini ini merupakan karunia dari Allah, tidak heran jika air zam-zam begitu luar biasa. Apa yang kita konsumsi dan apa yang kita bayangkan dan imajinasikan ternyata sangat berpengaruh terhadap diri kita,” tuturnya.

Ada juga penelitian Baxter Effect, alat polygraph yang dapat mencatat perubahan detak jantung, kedipan mata dan sebagainya pada saat intrograsi sehingga dapat mendeteksi kebohongan. Dalam penelitian baxter ini, polygraph digunakan pada tanaman yang dianggap diam ternyata bisa memiliki pemahaman emosional, pada suatu ketika dalam penelitian tersebut, tanaman penelitian diniatkan akan dibuat dalam kondisi extreme seperti daun dibakar dan ada perubahan getaran pada tanaman padahal itu baru saja hanya niat.

“Penelitian yang cukup populer juga yaitu penelitian dari Prof. Haris Heinrich Reckeweg, Ph.D yang meneliti tentang hubungan daging babi dan kesehatan yang ternyata kesamaan biologis babi dan manusia itu mirip dimana struktur internal kulit babi sangat mirip dengan manusia sehingga sering dipakai untuk pengganti anatomi manusia pada praktik bedah mahasiswa kedokteran. Di laut selatan polynesia dimana terdapat kanibal berawal dari kesamaan antara babi dan manusia. Manusia dan hewan yang mengkonsumsi daging babi secara bertahap memiliki jaringan ikat yang kaya dengan lemak babi dan penyebab kecanduan. Apa yang diciptakan oleh Allah, jika dikaji maka akan menimbulkan kebaikan bagi manusia baik untuk di dunia maupun di akhirat,” jelasnya.

Dr. Aji Jumiono, S.TP., M.Si juga menambahkan bahwa tentunya sebagai manusia sangat berkaitan dengan teknologi pangan, pada saat ini banyak produk yang sudah diolah, dan itu bisa masuk kedalam perkara syubhat. Artinya belum memiliki status hukum atau masih samar-samar.

Dalam hadist Nabi Muhammad SAW juga menyatakan bahwa barangsiapa terkena yang subhat maka terkena juga yang haram. Maka manusia hendaknya mencari yang benar-benar halal.

“Apa yang kita konsumsi, itu akan mempengaruhi diri kita, maka kita hendaknya berhati-hati. Dalam hadist Nabi Muhammad SAW menyatakan tentang sesungguhnya di dalam tubuh kita ada segumpal daging yang jika daging tersebut baik maka akan baik seluruhnya, gumpalan daging tersebut adalah hati. Maka karena mengkonsumsi yang halal maupun yang haram akan berdampak pada diri kita, baiknya kita berusaha terus untuk konsumsi yang halal dan diharapkan dapat pula meninggalkan yang haram dan syubhat,” tegasnya.

Pemaparan mengenai “Filosofi Pangan Halal” secara lebih legkap dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube UNIDA TV atau dengan klik tautan https://www.youtube.com/live/eotnNkbEBCQ?feature=shared