Majelis Tasbih UNIDA: Ilmu Politik Berbasis Tauhid
Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) Universitas Djuanda Kembali Selenggarakan Kegiatan rutin mingguan Majelis Tasbih pada Jum’at 10 Januari 2025 di Mesjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA, Kegiatan Majelis Tasbih kali ini diisi oleh Dosen Sekolah Pasca Sarjana, Dr. Abu Bakar Iskandar, Drs., M.Si yang menyampaikan materi bertemakan “Ilmu Politik Berbasis Tauhi”.
Dr. Abu Bakar Iskandar, Drs., M.Si dalam pemaparan kajiann menyampaikan bahwa Islam merupakan komunitas terbayang karena ada perasaan persaudaraan sebagai komunitas Islam. Persaudaraan melahirkan solidaritas bukan atas kontrak sosial seperti yang terjadi di warga bangsa. Solidaritas sosial umat Islam dibagi atas dua jenis yaitu solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Solidaritas mekanik didasarkan pada suatu kesadaran kolektif bersama yang menunjuk pada totalitas kepercayaan dan sentimen bersama yang rata-rata ada pada warga masyarakat yang sama. Misalnya solidaritas NU, Muhammadyah dan lain-lain.
Ini merupakan solidaritas yang tergantung pada individu-individu yang memiliki sifat-sifat yang sama dan menganut kepercayaan dan pola normatif yang sama pula. Sedangkan solidaritas organik didasarkan pada tingkat saling ketergantungan yang tinggi sebagai hasil dari bertambahnya spesialisasi dalam pembagian pekerjaan, dan bertambahnya perbedaan dikalangan individu. Misalnya solidaritas civitas akademika, Solidaritas di kalangan medis dan lain-lain.
“Terlanggarnya solidaritas umat Islam akan berakibat pada lahirnya ketidakseimbangan dan menjadi faktor terjadinya perpecahan umat Islam, maka dari itu baiknya sebagai umat Islam hendaknya senatiasa memperkokoh politik berbasis tauhid sehingga dapat lebih menyatukan umat,” ungkapnya.