[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Tasbih UNIDA: Kebijakan Pendidikan Islam

Badan Pengkajian Penerapan Tauhid (BPPT) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar kegiatan rutin mingguan Majelis Tasbih pada Jum’at (21/2/2025) dengan menghadirkan narasumber Mhd. Maliki, S.Pd., M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) UNIDA. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA ini mengangkat tema "Kebijakan Pendidikan Islam".

Dalam paparannya, Mhd. Maliki, S.Pd., M.Pd menekankan bahwa pendidikan Islam merupakan kewajiban fundamental bagi seluruh umat Muslim, bukan sekadar ritual atau kewajiban formal.

"Di antara ciri-ciri orang beriman adalah ketika dibacakan ayat Allah, hatinya bergetar. Ini menunjukkan adanya koneksi spiritual yang mendalam dengan ajaran yang disampaikan," ujarnya.

Mengutip Surah Al-Jumu'ah ayat 2, Mhd. Maliki, S.Pd., M.Pd menjelaskan bahwa Allah mengutus Rasulullah SAW untuk membacakan ayat-ayat-Nya kepada umat. Ia menekankan pentingnya kemampuan membaca Al-Qur'an sebagai dasar pendidikan Islam, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga hukum-hukum dasar bacaan seperti panjang pendek serta nun dan tanwin.

Terkait dampak spiritual dalam mempelajari Islam, Mhd. Maliki, S.Pd., M.Pd menjelaskan bahwa ketika mengkaji ayat-ayat Allah, seharusnya ada pengaruh terhadap rohani dan batin seseorang. Menurutnya, jika tidak ada dampak spiritual yang dirasakan, kemungkinan disebabkan oleh materi kajian yang belum menyentuh atau tebalnya dosa yang menghalangi cahaya Islam masuk ke dalam hati.

Sebagai tindak lanjut, BPPT mengumumkan akan mengadakan program baca Al-Qur'an untuk memfasilitasi pembelajaran dan pengembangan kemampuan membaca Al-Qur'an bagi yang membutuhkan.

Pemaparan lebih lanjut mengenai “Kebijakan Pendidikan Islam” yang disampaikan oleh Mhd. Maliki, S.Pd., M.Pd ini dapat disimak kembali secara online melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=GJsm9jJtHWo