[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Tasbih UNIDA: Makanan Fungsional dan Dampaknya bagi Kesehatan

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) kembali menggelar kegiatan rutin mingguan Majelis Tasbih pada Jumat (24/10/2025) di Majelis Baitul Quran UNIDA. Kegiatan kali ini menghadirkan Dr. Ir. Mardiah, M.Si. sebagai pemateri dengan tema “Makanan Fungsional dan Dampaknya terhadap Kesehatan (Edisi Sayur)”.

Dalam pemaparannya, Dr. Mardiah menjelaskan bahwa makanan merupakan kebutuhan esensial manusia yang memiliki dua sisi: dapat menyehatkan tubuh atau justru menimbulkan penyakit bila dikonsumsi secara berlebihan. Menurutnya, pemahaman terhadap kandungan gizi dan fungsi makanan menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan kesehatan.

Mengawali materi, beliau mengutip firman Allah SWT dalam QS. ‘Abasa ayat 24:

“Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya.”

Ayat tersebut, menurut Dr. Mardiah, mengandung pesan spiritual agar umat Islam memperhatikan apa yang dikonsumsi, tidak hanya dari sisi halal dan haram, tetapi juga manfaat dan kesehatannya. “Islam mengajarkan pola makan seimbang dan penuh kesadaran. Bahkan dalam Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 61) disebutkan berbagai jenis sayuran seperti seledri, mentimun, bawang putih, bawang merah, dan kacang adas yang memiliki khasiat luar biasa bagi tubuh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Mardiah memaparkan berbagai manfaat sayuran tersebut. Seledri, misalnya, dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah. Kubis kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk menjaga kesehatan jantung serta sistem saraf. Mentimun membantu proses detoksifikasi dan menurunkan kadar lemak dalam darah. Bawang putih berperan dalam menurunkan tekanan darah dan kolesterol sekaligus memperkuat sistem imun.

Selain itu, Bawang merah bermanfaat menjaga kesehatan jantung dan menstabilkan gula darah, sementara kacang adas mengandung protein dan mineral tinggi yang berguna mencegah osteoporosis. Adapun labu mengandung antioksidan yang berfungsi menjaga daya tahan tubuh serta mencegah penyakit jantung.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Mardiah menegaskan bahwa pola makan Nabi Muhammad SAW sejalan dengan prinsip makanan fungsional modern.

“Rasulullah mengajarkan untuk tidak berlebih-lebihan dalam makan, memilih bahan alami, dan mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan tubuh. Pola ini bukan hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menumbuhkan ketenangan batin,” jelasnya.

Beliau menutup pemaparannya dengan ajakan agar civitas akademika UNIDA menjadikan ilmu gizi dan pemanfaatan sayur-mayur sebagai bentuk ikhtiar sehat sekaligus ibadah.

“Sehat bukan hanya urusan fisik, tetapi juga wujud rasa syukur kepada Allah atas nikmat pangan yang melimpah,” tuturnya.

Pemaparan materi “Makanan Fungsional dan Dampaknya terhadap Kesehatan (Edisi Sayur)” oleh Dr. Ir. Mardiah, M.Si dapat disaksikan kembali secara lengkap melalui kanal YouTube UNIDA TV.