[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Tasbih UNIDA: Makna dan Hikmah Ibadah Haji dan Umrah

Badan Pengkajian Penerapan Tauhid (BPPT) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Majelis Tasbih sebagai sarana penguatan nilai-nilai ketauhidan di lingkungan kampus. Kegiatan yang digelar pada Jum’at (1/8/2025) di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA ini menghadirkan Dr. Ir. Setyono, M.Si, Dosen Fakultas Pertanian UNIDA, yang menyampaikan materi bertema “Haji dan Umrah.”

Dalam penyampaian materinya, Dr. Ir. Setyono, M.Si menjelaskan secara rinci tentang perbedaan antara ibadah haji dan umrah. Menurutnya, ibadah haji selalu mencakup umrah di dalamnya, sedangkan umrah dapat dilakukan secara terpisah tanpa haji. Ia juga menjabarkan rukun-rukun dalam kedua ibadah tersebut.

“Untuk umrah, rukun yang harus dipenuhi antara lain adalah ihram dengan niat di miqat, tawaf, sa’i, tahallul, dan tertib. Sementara itu, ibadah haji memiliki rukun yang meliputi ihram di miqat, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa’i, tahallul, dan tertib,” terangnya.

Selain itu, Dr. Ir. Setyono, M.Si turut menjelaskan mengenai berbagai jenis layanan haji yang tersedia di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa haji reguler merupakan program pemerintah dengan biaya yang relatif terjangkau, namun memiliki waktu tunggu yang panjang. Sementara itu, haji khusus atau haji plus juga merupakan program resmi pemerintah, tetapi dengan layanan dan fasilitas yang lebih baik, waktu tunggu yang lebih singkat, serta biaya yang lebih tinggi. Adapun haji furada atau mujamalah merupakan program yang diperoleh melalui undangan langsung dari Kerajaan Arab Saudi tanpa melalui kuota pemerintah Indonesia, sehingga memungkinkan keberangkatan tanpa antrean, namun dengan biaya yang jauh lebih besar.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ir. Setyono, M.Si juga membagikan pengalaman pribadinya saat melaksanakan ibadah haji. Ia menceritakan bahwa dirinya mendaftarkan keluarganya untuk berhaji sejak tahun 2013. Namun, perjalanannya menuju Tanah Suci tidak lepas dari berbagai ujian.

Dari pengalamannya melaksanakan ibadah haji tahun ini, Dr. Ir. Setyono, M.Si mengapresiasi pelaksanaan ibadah haji tahun ini yang dinilainya semakin baik, terutama dengan penerapan sistem identitas digital berbasis barcode yang sangat membantu dalam berbagai proses, mulai dari pemilihan kamar di embarkasi, pemetaan kursi pesawat, hingga penempatan hotel selama di Arab Saudi. Ia menutup pemaparannya dengan mengingatkan pentingnya memaknai rezeki sebagai amanah dari Allah SWT.

“Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Ketika Allah memberikan rezeki lebih, jadikan itu sebagai amanah untuk mendekatkan diri kepada-Nya melalui ibadah haji dan umrah,” ungkapnya.

Bagi yang ingin menyimak kembali pemaparan lengkap dari kegiatan ini, dapat mengaksesnya secara daring melalui kanal YouTube UNIDA TV pada tautan: https://www.youtube.com/live/dVTaUQc1hqM?feature=shared.