[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Tasbih UNIDA: Meneguhkan Akhlaqul Karimah sebagai Puncak Pendidikan Karakter Tauhid

Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menggelar Majelis Tasbih yang menjadi salah satu kegiatan rutin ketauhidan pada hari Jum’at di setiap pekannya untuk memperkuat karakter mahasiswa, dosen, dan insan akademika. Pada kesempatan kali ini, Jum’at (25/4/2025), Majelis Tasbih yang dilaksanakan di Masjid Baitul Hamdi (MBH) diisi langsung oleh Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H yang menyampaikan pemaparan bertema "Akhlaqul Karimah sebagai Puncak Pendidikan Karakter Tauhid."

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menegaskan bahwa Akhlaqul Karimah, perilaku mulia yang berlandaskan nilai-nilai Tauhid, merupakan tujuan utama dari pendidikan karakter di UNIDA. Pendidikan semacam ini, menurutnya, bukan sekadar transmisi ilmu, tetapi juga merupakan upaya membangun kepribadian tangguh, jujur, dan bertanggung jawab di tengah tantangan global dan disrupsi moral.

"Akhlak yang baik bukan hanya menjadi indikator keberhasilan pendidikan, tetapi juga cerminan ketauhidan seseorang kepada Allah SWT. Ketika kita bertauhid, maka segala ucapan, sikap, dan tindakan kita menjadi ibadah," ujar Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H dalam tausyiahnya.

Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menjelaskan bahwa Tauhid bukan hanya konsep teologis semata, melainkan fondasi utama dalam membentuk karakter individu. Tauhid yang tertanam dengan benar akan menciptakan kesadaran bahwa Allah SWT hadir dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam pikiran, perasaan, dan tindakan. Ini menghasilkan akhlak yang mencerminkan keimanan yang kuat dan kokoh.

Ditekankan pula bahwa akhlak mulia yang lahir dari kesadaran tauhid akan berdampak besar dalam membentuk karakter positif, yang bekerja dari Allah, untuk Allah, dan hanya demi Allah. Inilah nilai spiritual yang ditanamkan secara konsisten dalam lingkungan akademik dan sosial di UNIDA.

Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H juga menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai lokal, nasional, spiritual, dan internasional dalam membentuk karakter unggul. Nilai-nilai seperti gotong royong, cinta tanah air, hingga toleransi, semuanya menjadi satu kesatuan dalam kerangka Akhlaqul Karimah

Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H kemudian menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak cukup dengan ceramah dan teori semata, tetapi harus menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, UNIDA terus berupaya menanamkan nilai-nilai ini secara utuh melalui pendekatan pendidikan yang integratif dan menyeluruh.

"Ujian dan tugas adalah medan latihan jujur. Kehidupan kampus adalah sarana untuk belajar peduli dan bertanggung jawab," tuturnya.

Di akhir tausyiahnya, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan pendidikan akhlaq sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Ia berharap generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi insan yang berakhlak mulia dalam menghadapi era global yang sarat tantangan.

“Kita ingin mencetak generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga unggul secara spiritual dan moral. Generasi yang mampu mengangkat martabat Indonesia di mata dunia melalui akhlaq yang mulia,” pungkasnya.