[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Tasbih UNIDA: Pelatihan Kurban Praktis dan Modern sesuai Syar’i

Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menggelar kegiatan Majelis Tasbih rutin pada Jumat (23/05/2025) di Masjid Baitul Hamdi UNIDA. Kali ini, kegiatan diadakan dalam bentuk Pelatihan Kurban Praktis dan Modern, menghadirkan narasumber Ustadz Sudrajat, Manager Kesejahteraan Hewan dan Petugas Kesehatan Hewan di HiroFarm – JULEHA BNSP Cinagara.

Kepala BPPT UNIDA, Muhammad Rendi Ramdani, S.Pd.I., M.Pd mengatakan bahwa kegiatan Majelis Tasbih ini mengusung tema “Bersatu dalam Iman, Berkurban dalam Kebersamaan” yang terbuka untuk umum, termasuk pengurus DKM masjid, musholla, serta pesantren di wilayah Bogor dan sekitarnya. Adapun pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman praktis dan syar’i dalam pelaksanaan kurban, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesejahteraan hewan

“Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukatif dan spiritual dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, serta menjadi bagian dari upaya penyebarluasan tata cara berkurban yang baik, benar, dan berkeadaban,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, Ustadz Sudrajat menjelaskan perbedaan antara handling, pembatasan gerak hewan dengan tangan, dan restrain, yakni penggunaan alat bantu seperti tali, cow halter, nose lead, kandang jepit, hingga penutup mata sapi.

“Penggunaan alat yang tepat menjadi kunci agar proses penanganan hewan berlangsung aman dan sesuai prinsip kesejahteraan,” tuturnya.

Lebih lanjut, disampaikan pula pentingnya penerapan kesejahteraan hewan (kesrawan), yang mencakup aspek fisik dan mental hewan. Hal ini meliputi izin pelaksanaan dari instansi terkait, sertifikasi kesehatan hewan, kompetensi SDM, fasilitas pendukung, sistem perobohan, hingga penyediaan pakan dan air yang cukup.

Pelatihan juga membekali peserta dengan teknik penyembelihan sesuai syariat, termasuk penggunaan rumus 5-3-1 untuk menentukan panjang pisau sesuai jenis hewan.

“Pisau minimal harus 1,5 kali lebar leher hewan, dan seluruh proses diawali dengan membaca nama Allah SWT,” jelas Ustadz Sudrajat.

Menutup sesi, peserta diajak memahami penerapan protokol kesehatan dalam kurban, mulai dari pembentukan tim kerja, kebersihan peralatan, hingga pemilihan lokasi pemotongan yang sesuai standar.