Majelis Tasbih UNIDA: Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Pandangan Islam
Bogor, 8 November 2024 - Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar Majelis Tasbih rutin mingguan dengan mengangkat tema "Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus dalam Pandangan Islam". Kegiatan yang berlangsung di Majelis Baitul Qur’an (MBQ) UNIDA ini menghadirkan Wakil Rektor III UNIDA, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd menekankan pentingnya pendidikan inklusif yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tentang Quality Education.
"Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang inklusif dan adil, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus," ujar Guru Besar UNIDA tersebut.
Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd menjelaskan bahwa anak berkebutuhan khusus adalah individu dengan kelainan fisik, emosional, mental, kecerdasan, atau bakat istimewa yang memerlukan layanan dan pendidikan khusus. Mereka terbagi dalam dua kategori, yakni temporer dan permanen.
Mengutip UNESCO, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd memaparkan bahwa setiap anak dengan keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan sensorik jangka panjang dapat mengalami hambatan dalam berpartisipasi secara penuh dengan masyarakat.
"Islam sangat menjunjung tinggi kesetaraan. Al-Qur'an tidak mendiskriminasi siapapun, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus," tegasnya.
Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd mengutip Surat Al-Baqarah ayat 286 yang menegaskan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Simak kembali pemaparan Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd lengkap mengenai “Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus dalam Pandangan Islam" melalui kanal YouTube UNIDA TV atau klik tautan: