[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Tasbih UNIDA: Politik Identitas dalam Perspektif Islam

Universitas Djuanda (UNIDA) kembali melaksanakan kegiatan rutin ketauhidan Majelis Tasbih di Majelis Baitul Quran (MBQ) pada Jumat (22/9/2023). Pada kesempatan ini, Majelis Tasbih diisi oleh Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Drs. Denny Hernawan, MA dengan tema "Politik Identitas dalam Perspektif Islam".

Drs. Denny Hernawan, MA dalam paparannya menyampaikan, politik identitas merukapan aktivitas sosial-politik yang dilakukan secara individu maupun kelompok dengan tujuan mendapat pengakuan yang lebih luas dari publik, yang biasa digunakan sebagai cara anggota masyarakat berjuang untuk memperoleh pengakuan publik atau unsur identitas mereka.

Drs. Denny Hernawan, MA kemudian memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai politik identitas, seperti definisi, alasan, fenomena dan pandangan dalam Al-Quran.

"Al-Quran mengendepankan musyawarah dalam mengambil keputusan, karena setiap orang mempunyai karakteristik dan kepentingan yang berbeda-beda. Musyawarah menjadi alat untuk titik temu dari kepentingan yang berbeda tersebut, sehingga perbedaan yang ada tidak menjadi masalah," jelasnya.

"Kita harus mengedepankan nilai keadilan saat melaksanakan musyawarah, karena keadilan adalah identitas kita sebagai umat Islam. Seperti yang tercantum dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 195 yang artinya "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik," tambahnya.

Drs. Denny Hernawan, MA lalu mengemukakan bagaimana berkomunikasi dengan baik dalam kampanye politik seperti yang diajarkan Islam dalam Al-Quran. Diataranya yaitu menggunakan kata-kata yang baik, menggunakan ucapan yang lembut dan menjaga empati serta tidak bersikap manipulatif atau bermaksud buruk serta jujur dan berintegritas.

"Silakan pakai identitas dalam berpolitik, tapi jangan mempolitisirnya sehingga bisa menimbulkan kebencian dan perpecahan sesama anak bangsa," tuturnya.