[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Majelis Tasbih UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H Sampaikan Inspirasi Keteladanan Tokoh Bangsa dalam Implementasi 21 Nilai Karakter Tauhid

Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan Majelis Tasbih sebagai kegiatan rutin penguatan nilai ketauhidan. Pada pertemuan yang berlangsung Jum’at (19/9/2025), Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan materi bertajuk “Meneladani 21 Tokoh Bertauhid dan Implementasinya dalam Diriku.”

Dalam pemaparannya, Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menegaskan bahwa sejarah bangsa Indonesia menyimpan banyak teladan dari tokoh-tokoh yang menjunjung tinggi ketauhidan, integritas, serta dedikasi untuk kepentingan rakyat. Menurutnya, 21 Nilai Karakter Tauhid hadir sebagai cerminan sekaligus peneladanan dari nilai-nilai yang diwariskan para tokoh bangsa, menjadi pondasi bagi insan UNIDA serta bekal penting dalam membangun generasi penerus yang berakhlakul karimah.

Salah satu tokoh yang disorot adalah Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, Perdana Menteri ke-10 Indonesia. Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengemukakan bahwa Ir. Djuanda adalah sosok pemimpin visioner yang mengutamakan persatuan bangsa.

“Deklarasi Djuanda tahun 1957 adalah bukti pemikiran cerdas dan strategis yang berhasil meneguhkan kedaulatan Indonesia sebagai negara kepulauan. Djuanda adalah teladan kerendahan hati dan nasionalisme yang tidak mencari popularitas, melainkan sepenuhnya berjuang untuk bangsa,” ungkapnya.

Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H kemudian mencontohkan Letjen TNI (Purn.) Ratu Alamsjah Perwiranegara, seorang tokoh kunci yang berperan penting dalam mengembalikan stabilitas nasional, bekerja efektif di balik layar tanpa mencari sorotan publik, dan senantiasa mengutamakan keselamatan serta keutuhan bangsa tanpa berpihak pada kelompok maupun individu tertentu.

“Ratu Alamsjah Perwiranegara merupakan orang tua kita, beliau membangun kampus ini menjadi pusat pendidikan dan pengembangan Islam di Indonesia. Beliau dikenal sebagai stabilisator bangsa, berkepribadian low profile, efisien, serta memiliki loyalitas penuh kepada negara yang juga seorang visioner,” tegasnya. 

Selain itu, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mereflesikan Dr. Drs. H. Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama RI yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Menurutnya, Bung Hatta adalah teladan kesederhanaan, kejujuran, dan sikap anti-korupsi.

“Bung Hatta menolak keras segala bentuk korupsi dan kolusi. Kesederhanaannya bukan sekadar gaya hidup, melainkan prinsip hidup yang berpihak pada rakyat,” jelasnya.

Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H juga menambahkan beberapa tokoh dan pahlawan nasional seperti Jenderal Soedirman, H. Agus Salim, Mohammad Natsir, Pangeran Diponegoro, serta Tuanku Imam Bonjol sebagai representatif teladan dari implementasi 21 Nilai Karakter Tauhid.

Di akhir, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H berharap bahwa insan UNIDA, terutama para mahasiswa dapat menginternalisasi 21 Nilai Karakter Tauhid dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan akademik maupun di tengah masyarakat yang diwujudkan dalam sikap, perilaku, serta kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.