Majelis Tasbih UNIDA: Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si Sampaikan Materi Keutamaan Qurban
Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menggelar kegiatan rutin ketauhidan Majelis Tasbih pada 9 Mei 2025. Bertempat di Majelis Baitul Qur’an (MBQ), kegiatan ini menghadirkan Guru Besar Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNIDA Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si sebagai narasumber yang menyampaikan materi bertema “Qurban.”
Dalam pemaparannya, Prof. Dede Kardaya menjelaskan mengenai konsep dan esensi qurban dalam perspektif Islam. Ia memaparkan pengertian qurban yang berasal dari bahasa Arab ‘qurbān’ yang berarti mendekatkan diri kepada Allah SWT. Qurban, menurutnya, bukan sekadar menyembelih hewan ternak, tetapi merupakan wujud ketaatan, pengabdian, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Prof. Dede juga mengupas sejarah qurban yang berawal dari peristiwa Nabi Ibrahim AS yang mendapat perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Peristiwa tersebut, lanjutnya, merupakan ujian kesetiaan dan ketaatan seorang hamba kepada Sang Pencipta, yang akhirnya Allah SWT menggantikan Ismail dengan seekor hewan ternak sebagai bentuk rahmat-Nya. Selain itu, ia juga menyinggung kisah qurban Habil dan Qabil yang menekankan pentingnya ketakwaan dalam ibadah qurban.
Pada sesi berikutnya, Prof. Dede memaparkan tentang jenis-jenis hewan qurban yang sesuai dengan syariat Islam, yaitu unta, sapi, kambing, dan domba, serta syarat-syarat hewan yang layak untuk dijadikan qurban. Hewan qurban harus sehat, tidak cacat, dan memenuhi batas usia minimal yang telah ditetapkan.
“Ketentuan ini bukan sekadar aturan teknis, tetapi mengandung hikmah agar ibadah qurban dilaksanakan secara sempurna dan optimal,” ujar Prof. Dede.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan tata cara pelaksanaan qurban, mulai dari persiapan sebelum penyembelihan, proses penyembelihan sesuai sunnah, hingga pembagian daging qurban kepada keluarga, kerabat, dan kaum dhuafa. Dalam penjelasannya, Prof. Dede menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kehalalan selama proses penyembelihan agar daging qurban tetap higienis dan layak dikonsumsi.
“Mudah-mudahan apa yang disampaikan dapat memperkuat pemahaman tentang qurban, dan mengingatkan kita semua agar senantiasa berbagi kepada sesama melalui hewan qurban yang kita qurbankan,” ungkap Prof. Dede.
Pemaparan lebih lengkap dapat disimak kembali melalui kanal YouTube UNIDA TV atau klik langsung tautan