[email protected] 0251-8240773
Berita

Majelis Tasbih UNIDA: Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd Sampaikan Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Penguatan 21 Karakter Ketauhidan

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) Kembali menyelenggarakan kajian ketauhidan rutin Majelis Tasbih pada Jum’at (19/05/2023). Dalam kesempatan ini, majelis tasbih diisi oleh Penasehat Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda Bidang Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd yang memaparkan mengenai “Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Penguatan 21 Karakter Ketauhidan”.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd menjelaskan, terdapat beberapa tahapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan 21 Karakter ketauhidan.

Langkah pertama, mempersiapkan kualitas SDM melalui pendidikan. Caranya yaitu memberikan pendidikan merata, terjangkau, relevan dan berkualitas dengan kualitas pendidik dan tenaga pendidik terbaik. Setiap manusia memiliki potensi, pendidikan adalah hal yang membawa setiap individu dari apa adanya kepada seharusnya, dengan program pendidikan yang memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan individu, sehingga menghasilkan SDM berkualitas,” ungkapnya.

Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd mengatakan, tujuan dari pendidikan adalah membentuk kepribadian yang memiliki emosi stabil, mampu mengendalikan diri, berakhlak mulia, beriman dan bertakwa, serta menjadi individu yang bertanggung jawab, mandiri dan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi.

Fungsi pendidikan adalah mengembangkan potensi, membentuk watak, membangun karakter, menjadikan beradab, dan membangun martabat. Oleh karenanya perlu penanaman 21 Nilai Karakter Tauhid, baik bagi pendidik mauapun peserta didik, sehingga terbentuk pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab,” terangnya.

Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd menambahkan, peran pendidik dalam pendidikan diantaranya adalah memelihara sistem nilai, mewariskan sistem nilai, dan menterjemahkan sistem nilai. Hal yang harus dimiliki sebagai pendidik adalah berkarakter positif, memiliki literasi kuat, memiliki banyak pengalaman, dan kokoh pada keyakinan hidupnya.

Pendidik memiliki tugas sebagai perencana, pelaksana, penilai dan pembimbing bagi peserta didik. Dengan kata lain, pendidik adalah sutradara dan penulis skenario masa depan peserta didik,” sebutnya.

Profesionalitas pendidik juga merupakan hal yang perlu dimiliki, hal ini berkaitan dengan segala aspek yang wajib dimiliki oleh seorang pendidik, yakni memiliki literasi kemanusiaan, kebahasaan dan teknologi. Pendidik wajib belajar sepanjang hayatnya, mampu berpikir kritis, kreatif dan inovatif, serta bersifat komunikatif, dan kolaboratif.

Imam Syafii berkata, bila kau tau mau merasakan lelahnya belajar, maka kau akan menanggung pahitnya kebodohan. Ilmu itu juga bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat,” pungkasnya.